Minggu, 26 Februari 2012

16 Tenses Membuat Kalimat | Bahasa Inggris SMA, SMK SMP


Tenses Membuat Kalimat | Bahasa Inggris SMA, SMK SMP
Bahasa Inggris sma menjadi suatu mata pelajar anak SMA, SMK SMP, murid-murid selalu ingin tahu bagaimana membuat kalimat dan bagaimana merangkai kata-kata dengan tenses. Tenses ada 16 berikut penjelasan tentang Tense
Pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah pada umumnya masih berkendala. Bagi guru, menemukan metode yang tepat untuk setiap kompetensi merupakan kesulitan yang paling sering dialami. Para siswa mengalami kesulitan dalam banyak hal. Kosa kata, structure, budaya dan penerapannya adalah kesulitan klasik bagi mereka. Ada kendala-kendala yang menjadikan hal tersebut terjadi, misal kurangnya sarana pemelajaran. Salah satu kesulitan siswa adalah  structure, merupakan kesulitan yang hampir tidak ada solusinya. Hal ini dikarenakan adanya hafalan yang bagi siswa tertentu sangat sulit melakukannya. Menghafal rumusan tenses merupakan satu hal yang paling populer. Hal ini karena tenses merupakan aturan pertama yang digunakan dalam menyusun kalimat dalam bahasa Inggris.
Bagaimana menyusun kalimat dalam bahasa Inggris dengan tenses yang benar tanpa banyak menghafal rumusan tenses?

Yang pertama diperhatikan yaitu bahwa kalimat dalam bahasa Inggris itu wajib ber-Subject dan ber-Predicate, atau ditulis S + P. Inti dalam membuat kalimat dalam bahasa Inggris adalah Predicate-nya, karena dalam predicate terdapat pesan yang disampaikan berhubungan dengan makna pesan tersebut. Predicate bisa bermakna harfiah sesuai arti kata kerja yang ada di dalamnya maupun bermakna kontekstual, dan juga membawa pesan waktu dilakukan, termasuk lampau, sekarang atau biasa dilakukan, yang akan datang serta telah selesai dan sedang dilakukan.

Berhubungan dengan arti harfiah kata kerja bisa dilihat di kamus bahasa Inggris, sementara pemaknaannya bisa berbeda-beda. Satu kata kerja bisa mempunyai banyak arti bergantung pada konteksnya, maka untuk membeli kamus usahakan kamus yang mempunyai banyak arti, dan contoh penggunaannya.

Waktu suatu pekerjaan dilakukan dimulai dari pengenalan bentuk kata kerja. Dalam pembahasan umum kata kerja hanya dibagi dalam tiga bentuk yaitu kata kerja yaitu kata kerja bentuk pertama (VI) atau present, bentuk kedua (VII) atau past, bentuk ketiga (VIII) atau past participle. Tetapi dalam pembahasan ini penulis menggabungkan bentuk-bentuk kata kerja yang lain sehingga ada 5 (lima) bentuk kata kerja. Yang pertama yaitu kata kerja infinitive (V-inf) atau kata kerja asal digunakan pada future tenses dan kalimat ber-modal, bentuk pertama, present (VI) digunakan pada present tenses, bentuk kedua, past (VII) yang digunakan pada past tenses, bentuk ketiga, past participle (VIII) yang digunakan pada perfect tenses dan kalimat passive, bentuk –ing (V-ing) digunakan dalam continuous tenses. Kata kerja VIII dan V-ing sering juga digunakan sebagai adjectives.
Dalam bentuk matrik seperti di bawah ini:


V-inf

(biasa diawali dengan to -)
VI
present
VII
past
VIII
past participle

V-ing

present participle
sekedar
arti
Go
go, goes
went
gone
going
pergi
Have
have, has
had
had
having
mempunyai
Make
make, makes
made
made
made
membuat
Come
come, comes
came
come
coming
datang
Do
do, does
did
done
doing
mengerjakan, melakukan
See
see, sees
saw
seen
seeing
melihat, bertemu

Structure words dan modal

Be
is, am, are
was, were
been
being
adalah, merupakan, berada dll.
Have
have, has
had
-
having
telah
Do
do, does
did
-

2. Tense Names

Nama-nama tenses diambil 3 (tiga) nama dasar waktu yaitu;

past (lampau),

present (sekarang),

future (yang akan datang)

ditambah

perfect (rentang waktu/ telah/ selesai) dan

continuous (sedang terjadi)

Tenses terdapat pada predicate, sehingga perlu diperhatikan verb (susunan kata kerja) dalam dalam predicate.

NO

NAME OF TENSE

TIME

VERB

1 Past lampau

VII

2 Present sekarang

VI

3 Future yang akan dating

will/shall + V-inf

4 Perfect sudah, telah selesai

have + VIII

5 Continuous sedang berlangsung

be + V-ing

6 Passive

berarti: di … / ter ….

be + VIII

Nomer pada kolom paling kiri adalah urutan penamaan tenses. Urutan terakhir, passive, tidak masuk elemen tenses, tetapi secara struktur dia masuk pada urutan terakhir pada predikat.


Penamaan tenses dimulai dari nomor 1 atau 2 lalu dilanjutkan 3, 4, 5. Nomor 1 dan 2 hanya diambil salah satu 1 atau 2, past atau present.

Tersusun 12 nama tenses utama yaitu:

Past

Past Perfect

Past Continuous

Past Perfect Continuous

Present

Present Perfect

Present Continuous

Present Perfect Continuous

Future

Future Perfect

Future Continuous

Future Perfect Continuous

Ditambah 4 nama Conditional tenses yaitu:

Past Future

Past Future Perfect

Past Future Continuous

Past Future Perfect Continuous


Penamaan dimaksud bertujuan hanya untuk mempermudah menyusun kalimat, bukan penamaan resmi.


3. Kejadian nyata dan mengungkapkannya dalam kalimat.


Untuk mengungkapkan suatu kejadian nyata menjadi kalimat, perlu dilihat kapan itu terjadi.

Misal:


1. Kemarin siang aku pulang dari sekolah sekitar jam 2 siang.

2. Ketika aku berjalan ke sekolah, aku bertemu dengan dia.

3. Dia mengajar di SD Negeri 3 Bulakamba.

4. Jarak dari Solo ke Yogya 60 km.

5. Matahari terbit dari timur.

Kalimat pertama, Kemarin siang aku pulang dari sekolah sekitar jam 2 siang, terjadi di waktu lampau (Past), tidak ada unsur selesai (Perfect) dan sedang terjadi (continuous).

Jadi hanya ada : Past : VII ===> S VII

Menjadi: Yesterday, I (VII +go= went) home from school at about 2 o’clock in the afternoon.

Sorry, it hasn’t

finished yet.


I hope it will be helpful.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.