Minggu, 23 Oktober 2011

Mengenal Sinyal Kerusakan Pada Hardisk Untuk Menghindari Risiko Hardisk Failure (bagian pertama)

Fuih, kayak kereta api aja judul posting ini, panjangggg, hehe. Hardisk failure secara harfiah berarti kegagalan pada hardisk, makna turunannya bisa berarti kerusakan hardisk. Enakan mana nyebutnya? secara harfiah atau derivatif dengan "kerusakan"? Ah terserah deh, Kok jadi diskusiin tata bahasa sih, lanjut dah. Beberapa hari kemarin, aku dipusingkan dengan pc aku yang lelet. Padahal itu pc baru aja aku instal ulang, bukannya jadi cepet tapi malah lelet. Aku curiga sama hardisknya, apakah udah nggak layak pakai atau emang harus segera diganti <-- Sama aja kale. Namun sebelum lebih jauh mengkambinghitamkan hardisk, ada baiknya kita mengenal tanda-tanda hardisk memang udah layak diganti apa belum.

Mengenal tanda-tanda tersebut sangatlah penting bagi kita, sebab hardisk merupakan bagian vital dari kehidupan kita dengan pc, cieeehhh kayak apaan aja. Sebagai tempat penyimpanan file-file penting, tentunya kita nggak mau dong kalau tiba-tiba file tersebut hilang begitu saja karena terjadi hardisk failure tanpa kita  bisa membackupnya terlebih dahulu. Rata-rata masa hidup hardisk saat ini diperkirakan hanya mencapai 5-10 tahun, tergantung dari tipe dan perusahaan pembuatnya, belum lagi pengaruh temperatur yang terlalu tinggi (over heat), kelembapan udara, serta pergerakan yang sangat memengaruhi masa hidup perangkat tersebut.

Jika kamu beruntung, kamu bisa membackup data-data kamu sebelum kamu mengalami hal terparah pada hardisk kamu. Sebelum hardisk masuk ke fase terparahnya, biasanya hardisk akan memberikan sinyal-sinyal yang mengisyaratkan bahwa hardisk udah tidak dalam performa terbaiknya, pesan-pesan terakhir lah gampangnya. Di bawah ini ada 5 sinyal-sinyal khusus dari hardisk yang udah layak pensiun :


1. PC kamu menjadi semakin lambat, sering mengalami hang (freeze) hingga BSOD (Blue Screen Of Death). Sebenarnya Kejadian yang satu ini masih belum spesifik, karena tidak selalu mengarah pada kerusakan perangkat hardisk kamu. Hal ini juga bisa dipengaruhi oleh banyak hal lainnya, seperti RAM dan VGA kamu. Namun, apapun yang menjadi penyebab terjadinya hal ini, kamu sangat disarankan untuk mulai membackup data-data kamu. Jika permasalahan ini terjadi setelah kamu baru aja menginstal ulang OS kamu , bahkan ketika kamu berada dalam mode Windows Save Mode, kemungkinan besar kerusakan terjadi pada hardware PC kamu, dan sangat dimungkinkan hardisk adalah hardware yang rusak tersebut.

2. Sering ditemukan file data yang mengalami kerusakan (file corrupted). Permasalahan ini biasanya ditandai dengan mulai seringnya ditemukan file-file yang tidak dapat dibuka (corrupt), meskipun file-file tersebut sebelumnya berhasil disimpan tanpa mengalami pesan kesalahan apapun atau file-file tersebut secara tiba-tiba menghilang tanpa bekas. Hal-hal seperti ini patut dicurigai. Meskipun sekali lagi permasalahan juga dapat ditimbulkan oleh banyak faktor lainnya, seperti proses copy yang belum kelar atau proses  download yang belum komplit 100%, sinyal seperti ini juga dapat merupakan pertanda kerusakan hardisk.

Huah....sebetulnya masih ada 3 sinyal lagi nih, tapi udah nggak kuat nahan ngantuk, hoammm,,,,,so, bersambung dulu yach, See U again.......

*Update*
Aku udah nulis sambungannya nih, silakan baca sambungannya di sini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.