Kamis, 27 Oktober 2011

Mengenal Sinyal Kerusakan Pada Hardisk Untuk Menghindari Risiko Hardisk Failure (bagian kedua)

Seperti yang udah aku janjikan di tulisan terdahulu, artikel ini melanjut posrtingan sebelumnya tentang mengenali sinyal kerusakan pada hardisk. Ada baiknya aku menuliskan kembali tentang apa aja yang udah aku sajikan sebelum artikel ini. Jadi Sinyal-sinyal khusus yang terjadi pada hardisk sebelum rusak : Yang pertama PC kamu akan lambat dan sering hang, disusul oleh banyaknya file kamu yang corrupt. Penjabaran selengkapnya tentang 2 sinyal tersebut bisa kamu lihat di sini. Nah sekarang, karena kesemuanya ada 5 sinyal, dibawah ini aku akan lanjut 3 sinyal berikutnya.

Sinyal khusus dari hardisk yang udah layak pensiun :

1. Bad sector.
Merupakan bagian dalam hardisk yang sudah tidak dapat lagi digunakan untuk menyimpan data akibat kerusakan permanen, seperti kerusakan fisik pada permukaan piringan hardisk. Bad sector biasanya dapat dengan mudah dikenali oleh aplikasi-aplikasi disk utility seperti CHKDSK atau SCANDISK milik microsoft dan BADBLOCKS pada OS Unix. Jika mengalami kejadian ini, kamu harus ekstra hati-hati dan segera backup data kamu.

2. Bunyi yang tidak biasa dari hardisk (click of death).
Untuk yang satu ini, jangan sampai kamu mengalaminya, karena jika iya, kemungkinan besar kamu sudah terlambat untuk menyelamatkan data yang terdapat di dalamnya. Bunyi aneh dari hardisk ini kemungkinan besar disebabkan oleh bagian head hardisk yang sedang mencoba mengakses, menulis data pada sektor yang terdapat pada piringan hardisk.


Bunyi berdecik atau melengking tajam tersebut biasanya mengindikasikan bahwa hardware hardisk kamu, seperti bagian motor pemutar, mengalami kerusakan. Indikasi bunyi berdecik dan melengking ini biasa dikenal dengan istilah Click Of Death.

3. SMART Data.
Sebenarnya, pada PC kita terdapat tool yang dapat kita gunakan  untuk mengetahui sebelum komponen hardisk kita mengalami kerusakan, dengan membaca SMART yang secara otomatis direkam oleh OS kita SMART merupakan kependekan dari Self Monitoring Analysis and Reporting Technology. Namun sayangnya fitur SMART ini masih belum terlalu akurat dalam memprediksi kerusakan hardisk, dan biasanya peringatan kerusakan dari SMART datang terlambat. Hal ini tentu saja sangat berbahaya, terutama bagi mereka yang sering berkutat dengan data penting pada perangkat hardisknya. Maka dari itu, kamu perlu tools khusus yang dapat memprediksi kerusakan hardisk dengan cepat dan tepat. Aku nggak akan nulis tools-tools tersebut di sini, tapi di lain posting, so sabar ya, dan jangan lupa buat mantengin terus blognya anax kolonx, kalau kamu nggak mau ketinggalan update artikel blog ini, kamu bisa menjadi subscriber blog ini secara gratis dengan mengisikan data kamu pada form berlangganan artikel yang ada di kanan blog ini.

Begitulah, dengan mengenal sinyal-sinyal kerusakan hardisk, kita bisa lebih cepat dan tepat dalam menyelamatkan data yang terdapat dalam hardisk itu dan data tetap aman walaupun hardisk sudah dimakamkan. Selamat mencoba. Tulisan ini hanyalah secuil pengalaman yang mungkin tidak berguna, bila kamu punya tips berbeda untuk permasalahan yang sama, jangan ragu untuk menumpahkannya di kotak komentar ya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.