Kamis, 24 November 2011

TEORI-TEORI ASAL USUL KEHIDUPAN dan PEMBUKTIANNYA

Salah satu pertanyaan mendasar dalam dunia sains yang sampai saat ini belum terjawab dengan memuaskan adalah pertanyaan-pertanyaan :
dari mana kehidupan bermula ? “, “ dari apa kehidupan berasal ?”.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut selalu mengusik pikiran para ilmuwan bahkan hingga hari ini. Pengetahuan dan keyakinan manusia tentang asal mula kehidupan memang masih „mengambang“.
Dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan, setelah melalui berbagai kajian atas fakta-fakta di alam muncullah beberapa ilmuwan dengan teori-teorinya masing-masing sebagai jawaban atas pertanyaan tersebut.
Berikut ini adalah beberapa teori tentang asal usul kehidupan dan pembuktian ilmiahnya. :

  1. Teori Penciptaan
Isi : bumi beserta isinya ( termasuk  mahkluk hidup di dalamnya ) diciptakan oleh zat Maha Pencipta ( Tuhan )
Pembuktian : Tidak ada percobaan dan bukti ilmiah, hanya dijelaskan dalam beberapa Kitab Suci seperti manusia pertama ( Adam A.S. ) diciptakan oleh Tuhan dari tanah. Tuhan menghidupkan bumi setelah matinya dengan air hujan, manusia kesua ( Siti Hawa ) diciptakan Tuhan dari tulang rusuk Adam.
  1. Teori Abiogenesis ( Generatio Spontanea )
Isi : Mahkluk hidup berasal dari mahkluk tak hidup/ benda mati secara spontan
Tokoh :  Aristoteles ( 384-322 SM ), John Needham, Antonie Van Leuwenhoek
Pembuktian : A.V. Leuwenhoek mengamati air rendaman jerami menggunakan mikroskup sederhana. Hasilnya : ditemukan mikroorganisme / protozoa di dalam air rendaman jerami
  1. Teori Biogenesis
Isi : mahkluk hidup berasal dari mahkluk hidup yang sudah ada
Tokoh : Fransisco Redi, Lazaro Spallanzani, Louis Pasteur
Pembuktian :
a.       PercobaanFransisco Redi (1688) :
NO
Perlakuan
Hasil
1.
Stoples I : diisi daging rebus, dibiarkan terbuka tanpa penutup
ada belatung pd daging

2.
Stoples II : diisi daging rebus, ditutup dengan rapat
tidak ada belatung pada daging
     Simpulan : belatung bersal dr telur lalat yang hinggap pd daging rebus

b. Percobaan Lazaro Spallanzani (1750) :
NO
Perlakuan
Hasil
1.
Labu I : air kaldu tdk dipanaskan , ditutup rapat
kaldu menjadi keruh ( ada kehidupan )

2.
Labu II : air kaldu dipanaskan, tidak ditutup
kaldu menjadi keruh ( ada kehidupan )

3.
Labu III : air kaldu dipanaskan, ditutup rapat
air kaldu tetap jernih/tidak ada kehidupan

Kesimpulan :
Di dalam air kaldu sudah terdapat „bibit“ organisme. Ketika dipanaskan „bibit’ mati, ketika dingin dan terbuka „bibit“ dari udara masuk kembali. Jika ditutup rapat tdk memungkinkan „bibit“ masuk.
c.       Percobaan Louis Pasteur ( 1863 ).

NO
Perlakuan
Hasil
1.
Pertama : air kaldu dimasukkan ke dalam labu, dipanaskan sampai mendidih, ditutup dg tutup pipa berbentuk huruf S / leher angsa
Setelah beberapa hari : Air kaldu tetap jernih

2.
Kedua : tutup pipa berbentuk huruf S / leher angsa di patahkan
Setelah beberapa hari : air kaldu menjadi keruh / ada kehidupan
Kesimpulan : air kaldu tetap jernih karena udara luar tdk dapat masuk ke dalam labu yang berisi air kaldu.
Mengemukakan : „ omne vivum ex vivo „
  1. Teori evolusi Kimia ( Neoabiogenesis )
Isi : kehidupan berasal dari reaksi kimia gas-gas ( metana , amonia, hidrogen dan uap air ) yang ada di atmosfer purba dengan bantuan energi halilintar membentuk molekulmolekul organik yang akan menjadi penyusun tubuh mahkluk hidup.
Tokoh : Harold Urey, Stanley Miller
Pembuktian :
Percobaan Stanley Miler
NO
Perlakuan
Hasil
1.
Gas-gas : metana, uap air, ammonia dan hydrogen dicampur dalam sebuah perangkat percobaan, diberi aliran listrik tegangan tinggi
Terbentuk senyawa organik : asam amino

Kesimpulan : asam amino yang merupakan bahan dasar pembentuk protein penyusun tubuh mahkluk hidup terbentuk melalui reaksi kimia.

  1. Teori Evolusi Biologi
Isi : kehidupan berasal dari zat anorganik yang dikonversi menjadi senyawa organik yang membentuk „organisme“ bersel tunggal. Selanjutnya „organisme“ berselt tunggal tersebut mengalami perubahan evolutif menjadi berbagai mahkluk hidup seperti sekarang.
Tokoh : Oparin
Pembuktian : belum ada percobaan yang membuktikan pandangan teori ini. Beberapa fakta di alam mendukung adanya evolusi pada mahkluk hidup sebagai mana dikemukakan oelh para penggagas teori evolusi seperti C.R. Darwin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.