Minggu, 20 November 2011

Festival Tanjung Priok Menarik, Sayang Kurang Promosi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Minggu, 20 November 2011 23:30 WIB
Festival Tanjungpriok 2011 diselenggarakan Pemerintah DKI Jakarta bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia. Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya DKI Jakarta Arie Budhiman, Ahad mengatakan, festival itu sebagai salah satu sarana promosi wisata kota dengan kereta api kepada masyarakat. Selain sebagai alat promosi wisata kota dengan kereta api, acara ini juga digelar untuk memperkenalkan salah satu titik dari 12 titik jalur destinasi wisata pesisir yang dicanangkan Wali Kota Jakarta Utara, yakni bangunan cagar budaya Stasiun KA Tanjung Priok. Festival dimulai dengan perjalanan delapan gerbong KA khusus wanita yang berangkat dari Stasiun KA Gambir menuju Stasiun KA Tanjung Priok. Setiap gerbong akan diisi oleh komunitas Tour Leader Cendrawasih, tim sepeda, Sekolah Yayasan Tuna Jakasampurna, Komunitas Jelajah Budaya, Mahasiswa Fakultas Seni Rupa IKJ, ASITA, Pramuka Museum Bahari, Komunitas Edan Sepur dan masyarakat umum lainnya. Lebih kurang 550 orang diikutsertakan pada kegiatan tersebut. "Kami ingin dengan festival ini, semakin banyak orang sadar bahwa di kota Jakarta ada wisata kota dengan KA. Ini merupakan wisata yang menarik," ujarnya. Sementara itu, menurut Ketua Asosisasi Pariwisata DKI Jakarta Erna Danu Ningrat dengan rencana tambahan periwisata KA, diharapkan dapat meningkatkan pariwisata yang datang ke Jakarta Utara. "Kita ingin warga Jakarta, tidak susah-susah dengan adanya stasiun KA pariwisata. Mau ke Tanjungpriok, dengan hanya naik bus," ujarnya yang menambahkan bahwa di DKI Jakarta ada 68 mal yang menjadi unggulan pariwisata.
Menurut Eko (37), warga Kampung Bahari, Tanjungpriok, Jakarta Utara, sepinya pengunjung disebabkan warga sekitar Stasiun Tanjungpriok, tidak mengetahui adanya festival. Selain itu juga, Festival Kereta Api yang mempromosikan 12 jalur destinasi pesisir Jakarta Utara, yang mempromosikan apa yang menjadi kebanggaan Jakarta Utara, kurang sosialisasi. "Saya lihat ini, hanya ada stand penjualan makanan saja dan lukisan. Bukan tentang 12 destinasi pesisir dan produk unggulan Jakarta Utara seperti sirup mangrove yang menjadi kebanggaan walikota Jakarta Utara," katanya.
Redaktur: Stevy Maradona
Sumber: Antara



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.