Jumat, 16 Maret 2012

Apa Passion Kamu Dalam Hidup Ini?

Semua orang pasti punya passion, apa itu passion? Passion adalah gairah, keinginan, hasrat. Passion akan menentukan jalan hidup seseorang kelak. Cita-cita seseorang sangat dipengaruhi oleh passionnya. Setiap orang pasti punya dorangan yang paling kuat tentang akan jadi apa dia kelak, nah dorongan itulah embrio dari sebuah passion. Hal ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan-lingkungan dimana seseorang itu tinggal dan hidup dalam kesehariannya. Dimulai dari lingkungan keluarga tentunya, mungkin dia melihat orang tuanya adalah seorang polisi misal, dia melihatnya begitu menarik, begitu gagah dengan aksi keheroikan ayahnya dalam menangkap penjahat, lalu seseorang itu terinspirasi ingin jadi polisi juga. Bisa juga terinspirasi dari film-film action yang pernah ditontonnya. Yang kedua adalah lingkungan sekitar, lingkungan ini sangat berperan juga dalam membentuk karakter seseorang, inspirasi sebuah passion juga akan terbentuk dari lingkunga sekitar. Lantas apa sebenarnya inti dari postingan ini?

Sebelum anax kolonx melanjut inti dari postingan ini, anax kolonx akan meneruskan dulu lingkungan ketiga pembentuk passion tadi. Yang ketiga tentunya lingkungan sekolah. Kita hidup 30% ada di sekolah, bahkan ada yang 50% di sekolahan sepanjang harinya. Di sekolah terdapat berbagai macam karakter yang bisa menginspirasi kita, karakter panutan tentunya adalah guru. Mungkin kamu adalah seseorang yang penyayang, suka berbagi, suka dengan kemeriahan anak-anak, bisa jadi kamu passionnya di bidang mengajar, menjadi guru. Trus ada juga passion terbentuk karena hasil pengamatan seseorang itu terhadap idolanya. Biasanya mereka terinspirasi dari media, bisa tv,internet, majalah. Mungkin juga seseorang itu terinspirasi oleh band tertentu, lantas dia pun punya bakat di bidang itu, jadilah dia seorang musisi, karena emang passionnya di musik.

Intinya, kamu harus bisa mencari passion kamu sedini mungkin, passion apa aja yang penting positif akan menghasilkan efek yang positif pula (materi, teman, kepuasan, kebanggaan). Jangan seperti anax kolonx ini, aku mengetahui passionku pas akhir SMA, passion itu adalah IT. Padahal dari kelasi 1 SMA sampai kelas 3 awal SMA aku sangat takut sekali kalau ada pelajaran IT, disamping takut karna nggak bisa & nggak mudeng, aku takut juga sama gurunya, menurutku gurunya nggak well, guru agama kok disuruh ngajar IT, bukan bidangnya dan sama sekali tidak berkompeten di IT, sehingga adanya marah-marah mulu. Marahnya juga nggak jelas, sama sekali tidak berdedikasi.

Trus waktu itu ayahku beli laptop, dan aku mencoba-coba, asal coba aja dan terjadilah eror di sana-sini. Kena marah sudah pasti, entah kenapa sejak ada laptop itu aku jadi gandrung sama dunia IT, meskipun hal itu sering menjadi sebab aku kena marah, yang pasti tiada hari tanpa laptop. Trus abis itu doyan banget ama ngenet, internetan mulu, ketidaktahuanku akan IT membuat aku jadi penasaran dan mencari tahu lewat internet. Meskipun sudah punya laptop, aku belum bisa internetan di rumah, waktu itu internet masih mahal dan sulit dijangkau untuk sampai di rumah, jadinya ya ngenetlah aku di warnet. Dan sekarang jelaslah sudah, passion ku ada di bidang IT. Untuk bidang ini, aku selalu berusaha untuk berdedikasi dan berharap akan mengukir prestasi dari IT.

Orang yang sudah menemukan passionnya akan sulit lepas dari itu. Dia pasti akan terus mengejar dan mengejar passion itu dalam hidupnya. Teman-temannya kebanyakan pasti juga dari passion yang sejenis, karena seseorang pasti merasa nyaman dan nyambung kalau bergaul dengan orang-orang yang berpassion sama. Kadang orang tua memaksa kita untuk kuliah di sini, ntar kamu akan jadi gini, ntar kamu akan jadi seperti dia, ntar kamu akan banyak duit seperti ayah. Ntar kamu akan jadi bla bla bla, Ssssssssttt Stop!!! Menurut ku hal itu sangat berpotensi membuat gila si anak.

Mereka ditekan dan dipaksa, iya kalau sesuai dengan passion si anak, lha kalau tidak? Sebagai anak kita bebas memilih jalan hidup kita sesuai passion dan kemampuan yang kita miliki, asalkan hal itu positif, menurutku tak jadi soal. Selain itu kita juga harus bertanggungjawab atas jalan hidup yang kita pilih tadi berdasarkan passion kita. Tanggung jawab itu tidak hanya kepada diri sendiri, tapi juga pada orang tua kita. Jelaskan pada mereka kalau passion kita di sini, kelak aku akan jadi kayak gini, dan ini udah aku pikirkan matang-matang, aku akan menjalankannya dengan penuh tanggung jawab. Orang tua yang bijak pasti akan mengerti dan mendukung anaknya.

Mengenai passion ini, Rene Suhardono sudah pernah membahas lebih lengkap dalam bukunya yang berjudul "Your Job is Not Your Career" Sedikit tentang Rene, beliau adalah seorang headhunter / recruiter yang meninggalkan pekerjaannya untuk menjadi Career Coach demi memenuhi passionnya. Pada dasarnya, ada satu ide besar yang dikupas dalam buku tersebut, yaitu perbedaan antara “job” dan “career”. “Job” adalah mengenai “pekerjaan” yang diberikan perusahaan kepada karyawannya. Job itu milik perusahaan. Sedangkan “career” adalah mengenai diri kamu. Karir itu milik kamu. Career is all about you. Tentang perjalanan kamu mencapai apa yang kamu inginkan dalam hidup. Nah, disinilah poin menariknya: banyak yang mengira bahwa karir adalah jenjang kepegawaian yang dijalani di satu perusahaan. Salah besar !!!

So, apa yang jadi keinginan terbesar kamu dalam hidup ini? temukan segera sedini mungkin agar kelak kamu tidak salah ambil jurusan dalam bangku kuliah, tidak bekerja dalam tekanan karena tak sesuai dengan passion. And the important is, just follow your passion well, dan materi akan menjadi akibat dari itu. Keep fighting with your great spirit guys !!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.