Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Maret 2012

Panduan Belajar Software AutoCad bahasa Indonesia


Autocad merupakan software yang digunakan untuk menggambar, mendesain, dan merancang gambar maupun grafis. Aplikasi ini biasanya digunakan oleh desainer untuk membantu mempermudah dalam mengerjakan tugasnya.
Panduan  Belajar  Software AutoCad  bahasa Indonesia                          
Tidak hanya profesional, Anda pun bisa menggunakan program autocad dengan mudah apabila berlatih dan belajar secara giat dan tekun. Belajar Autocad tidak hanya melalui sekolah, kursus, bimbel, atau lainnya yang menghabiskan dana untuk itu. Untuk belajar menggambar menggunakan autocad, Anda bisa mencari tambahan ilmu melalui internet dengan bantuan search engine google.Panduan  Belajar  Software AutoCad  bahasa Indonesia                          
Panduan  Belajar  Software AutoCad  bahasa Indonesia                          
Bagi Anda yang sedang mencari referensi ntuk belajar software ini Anda bisa mendownload ebooknya melalui link yang saya berikan. Download ebook Panduan Belajar AutoCAD untuk pemula gratis versi bahasa Indonesia.Panduan  Belajar  Software AutoCad  bahasa Indonesia                          
Panduan  Belajar  Software AutoCad  bahasa Indonesia                          
Diharapkan dengan adanya buku elektronik ini, kemampuan Anda dalam bidang menggambar menggunakan program autocad dapat bertambah dan berguna bagi pekerjaan Anda. Disarankan untuk terus berlatih dan menggali informasi mengenai software ini di internet maupun media lainnya. Terima kasih.
Panduan  Belajar  Software AutoCad  bahasa Indonesia                          
Update: tambahan ilmu dari teman-teman di dunia maya berupa Ebook mengenai tutorial aplikasi program pengelolah gambar 3D seperti photosop dan coreldraw. Silakan di download secara gratis.
Panduan  Belajar  Software AutoCad  bahasa Indonesia                          
Download tutorial panduan Photosop
Panduan  Belajar  Software AutoCad  bahasa Indonesia                          
Download modul Coreldraw
Panduan  Belajar  Software AutoCad  bahasa Indonesia                          
Download tutorial coreldraw 1
Panduan  Belajar  Software AutoCad  bahasa Indonesia                          
Download bag 2 tutorial coreldraw
Panduan  Belajar  Software AutoCad  bahasa Indonesia                          
Semoga ebook tambahan yang saya suguhkan tersebut bermanfaat bagi para pembaca dan desainer.
Panduan  Belajar  Software AutoCad  bahasa Indonesia                          
      ARTIKEL LAINNNYA

     ATAU ARTIKEL YANG INI

Senin, 19 Maret 2012

Ambiguitas kata | Bahasa Indonesia

Ambiguitas kata | Bahasa Indonesia


Definisi Ambiguitas
Ambiguitas (nomina) dari ambigu (adjektiva) :
1. sifat atau hal yang berarti dua: kemungkinan yang mempunyai dua pengertia, taksa;
2. ketidaktentuan, ketidakjelasan;
3. kemungkinan adanya makna yang lebih dari satu atas suatu karya sastra;
4. kemungkinan adanya makna lebih dari satu di sebuah kata, gabungan kata, atau kalimat.

Ambiguitas berasal dari bahasa Inggris yaitu ambiguity yang berarti suatu konstruksi yang dapat ditafsirkan lebih dari satu arti. Ambiguitas sering juga disebut ketaksaan. Ketaksaan dapat diartikan atau ditafsirkan memiliki lebih dari satu makna akan sebuah konstruksi sintaksis. Tidak dapat dipungkiri keambiguan yang mengakibatkan terjadinya lebih dari satu makna ini dapat terjadi saat pembicaraan lisan ataupun dalam keadaan tertulis.

Saat pembicaraan lisan mungkin dapat diantisipasi dengan pengucapan yang agak perlahan, sedangkan untuk yang tertulis apabila kurang sedikit saja tanda baca maka kita akan menafsirkan suatu kalimat atau kata menjadi berbeda dari makna yang diinginkan oleh penulis. Dari sudut pandang linguistik murni, ada tiga bentuk ambiguitas, yaitu :
1. ambiguitas fonetik,
2. ambiguitas gramatikal
3. ambiguitas leksikal

Berikut adalah penjelasan tentang ketiga jenis dari ambiguitas itu :

1. Ambiguitas pada tingkat fonetik (bunyi)
Ambiguitas pada tingkat ini terjadi karena membaurnya bunyi-bunyi bahasa yang diucapkan. Terkadang kita bisa saja salah menafsirkan makna suatu kata atau frasa karena saat percakapan frasa atau kata itu terlalu cepat diucapkan. Misalnya :
a Kata ”kapan emas kawinnya?” dapat ditafsirkan salah bila kita tidak memperhatikan konteksnya. Apabila pengucapannya terlalu cepat, itu bisa ditafsirkan menjadi kapan emas kawin (benda) akan diberikan kepada pengantin misalnya atau mungkin penafsirannya ke arah kapan seseorang yang dipanggil mas (kakak laki-laki) tersebut akan menikah.
b Kalimat ”Yang berdiri di depan kakak ibu”. Kalimat ini jika pengucapannya tidak dibatasi oleh jeda akan dapat ditafsirkan yang berdiri di depan itu kakak dari ibu (paman/bibi) atau bisa juga ditafsirkan yang berdiri di depan kakak itu adalah ibu.

2. Ambiguitas pada tingkat gramatikal
Ambiguitas gramatikal muncul ketika terjadinya proses pembentukan satuan kebahasaan baik dalam tataran morfologi, kata, frasa, kalimat ataupun patagraf dan wacana. Ambiguitas kata yang disebabkan karena morfologi akan hilang dengan sendirinya ketika diletakkan dalam konteks kalimat yang benar. Berikut adalah contoh ambiguitas gramatikal :
a. Ambiguitas yang disebabkan oleh peristiwa pembentukan kata secara gramatikal. Misalnya kata tidur setelah mendapat awalan pe- berubah menjadi penidur. ”Penidur”, kata ini dapat berarti orang yang suka tidur dan dapat juga berarti obat yang menyebabkan orang tertidur.
b. Ambiguitas pada frase. Contoh, orang tua dalam bahasa Indonesia dapat bermakna orang tua kita yaitu ibu dan ayah, atau orang yang sudah tua. Untuk menghandiri ambiguitas ini, kita harus menambahkan unsur penjelas seperti: orang tuaku atau orang tuanya untuk frase yang mengacu kepada ayah dan ibu. Sedangkan untuk makna yang kedua dapat ditambahkan kata “yang” maka menjadi orang yang sudah tua.

3. Ambiguitas pada tingkat leksikal

Setiap kata dalam bahasa dapat memiliki makna lebih dari satu. Akibatnya, orang sering kali keliru menafsirkan makna suatu kata. Jadi, makna suatu kata dapat saja berbeda tergantung dari konteks kalimatnya sendiri. Seperti kata menggali yang digunakan dalam bidang perkebunan akan berbeda maknanya jika digunakan dalam bidang hukum atau keadilan. Contoh dalam kalimat: “petani sedang menggali tanah dibelakang rumahnya”. Akan berbeda maknanya dengan kalimat “Polisi sedang berusaha menggali informasi dari saksi mata”.

Faktor-faktor Penyebab Keambiguan
Setelah kami menganalisis sumber-sumber berita tentang keambiguan, kami dapat memprediksi ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya keambiguan, yaitu :
1. Segi morfologi
2. Segi sintaksis
3. Segi struktural.
Berikut adalah penjelasan dari masing-masing faktor penyebab keambiguan.

1. Segi Morfologi
Morfologi dalam Bahasa Indonesia merupakan salah satu cabang dalam ilmu yang mempelajari tentang perubahan bentuk kata yang dapat menimbulkan makna baru yang lebih luas. Terdapat beberapa tipe-tipe keambiguan di bidang morfologi adalah:
a Tipe Afiks
Suatu bentuk yang di dalam suatu kata merupakan unsure langsung, bukan bentuk bebas serta memiliki kesanggupan melekat pada bentuk-bentuk lain untuk membentuk kata baru ; imbuhan.
• Prefiks ter-
Prefiks ter- memiliki arti dapat, tak sengaja, paling, sampai ke-. Pada kalimat dibawah ini misalnya :
Pil itu tertelan oleh saya.
Dapat berarti akhirnya dapat ditelan atau mungkin juga berarti tak sengaja ditelan.
• Prefiks ber-
Prefiks ber- mempunyai arti menghasilkan, mempunyai, mengucapkan, dan melakukan.
Taman bunga itu kini telah berkembang.
Berkembang dalam kalimat ini bisa berarti telah menghasilkan kembang atau berubah keadaan menuju kearah lebih baik.
• Prefiks pe-
Prefiks pe- memiliki dua arti, dapat berarti orang yang melakukan pekerjaan dan juga alat yang digunakan melakukan pekerjaan. Seperti beberapa contoh berikut, yang menyebabkan keambiguan adalah kedua makna yang dimiliki oleh prefiks pe-.
Pemijat itu tidak bekerja dengan baik.
Dimana pemukulnya?
• Sufiks –an
Sufiks –an bila digunakan dalam kalimat dapat berarti hasil, cara, alat, apa yang di…. Oleh sebab itu, keambiguan dapat terjadi karena berbagai arti tersebut. Sebagai contoh:
Pengukurannya sangat akurat.
Telitilah agar penghitungannya tepat.
Pukulannya memang hebat.
Kata pengukuran dapat berarti cara mengukur, alat pengukur atau hasil pengukuran. Kata penghitungan dapat berarti cara menghitung atau hasil penghitungan. Sedangkan kata pukulan dapat berarti cara memukul, alat memukul, dan hasil memukul.

b. Tipe Leksikon (Faktor kata)
• Kepolisemian
Suatu bentuk kata yang mempunyai makna lebih dari satu sehingga mengacu pada kalimat ambigu
- Aku sedang mencari ilham. (nama orang, inspirasi)
- Saya permisi ke belakang. (lawan dari depan, toilet)
• Kehomoniman
Suatu bentuk kata yang sama lafal atau ejaannya tetapi memiliki makna yang berbeda. Kata yang homonim sangat berpotensi menyebabkan keambiguan dalam kalimat berbahasa Indonesia. Seperti contoh dibawah ini.
- Orang itu tidak ingin tahu. (nama makanan dari sari kedelai, mengerti).
- Saya yakin itu pasti bisa. (racun yang dimikili oleh ular, dapat terselesaikan)
• Preposisi
Misalnya preposisi ke- dalam kalimat berikut :
- Saya keberatan jika keputusannya seperti itu. (keberatan dapat berarti tidak menyetujui atau ke daerah yang namanya Beratan)
- Keranjang itu akan dibawa ke ranjang.
- Bawa kemeja itu dan letakkan disana
Apabila kalimat kedua di ucapkan maka akan menimbulkan keambiguan, tapi jika dituliskan akan terlihat perbedaannya.
• Antonim
Penggunaan kata yang dinegatifkan akan mengakibatkan sebuah kalimat menjadi ambigu.
- Joni tidak cukup pintar
- Sepertinya orang itu sudah tidak muda lagi
Keambiguan dapat di lihat dari kata yang bercetak miring, kata minggu bisa saja berarti senin, selasa, rabu, dan sebagainya. Sedangkan tidak muda belum tentu berarti tua sekali.
• Akronim dan kependekan
Akronim dapat menimbulkan keambiguan jika penggunaan atau pengucapannya tidak tepat.
- Dodik sangat berwibawa dalam menjalankan tugas-tugasnya.
Kata dodik dapat diartikan sebagai nama orang atau bisa juga Komando Pendidikan.

2. Sintaksis

Sintaksis merupakan pengetahuan tentang susunan kata dan kalimat ( ilmu tata bahasa).
A. Tipe kata majemuk dan ungkapan.
- Siapa pun yang hadir di sini boleh bersuara ( kata 'bersuara' dapat bermakna mengeluarkan suara atau 'menyampaikan aspirasi').
- Orang-orang dibalik layar itu bekerja sangat keras demi kesuksesan produksinya (bekerja di balik layar (layar tancap) atau sutradara dan orang-orang dibalik layar(film))
- Saat ini dia sedang gulung tikar (sedang menggulung tikar atau bangkrut)

- Real Madrid kalah, penonton gigit jari (menggigit jarinya atau menyesal)
B. Tipe kata ulang
Kata ulang juga memungkinkan terjadinya penafsiran ganda (ambigu).
- Budhi berdagang buah-buahan (kata buah-buahan dapat ditafsirkan bermacam-macam buah atau buah tiruan).
- Kita akan mencoba bisnis kacang-kacangan (bisa bermacam-macam jenis kacang atau sesuatu yang menyerupai kacang)

3. Struktur
Keambiguan dapat disebabkan struktur pada kalimat yang dibagi atas beberapa bagian antara lain struktur frasa dan struktur kalimat.
a. Struktur Frasa

Frasa adalah satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat nonpredikatif. Batasan itu dipakai untuk membedakan frasa dengan kalimat (klausa) karena kalimat merupakan gabungan kata yang bersifat predikatif. Kalimat bermakna ganda yang disebabkan struktur frasa, misalnya:
- Istri kopral yang ramah itu mengenakan baju biru.
Istri kopralnya yang ramah atau kopralnya yang ramah.
- Itu buku Grafindo.
Itu buku milik grafindo, itu buku karangan grafindo atau itu buku tentang grafindo.

b. Struktur Kalimat
Struktur kalimat merupakan salah satu penyebab penafsiran makna suatu kalimat menjadi ambigu. Walaupun semua kegandaan itu pada akhirnya akan menyebabkan kegandaan kalimat tetapi kegandaan karena struktur kalimat perlu dikhususkan karena kegandaan ini hanya dapat diketahui dalam keseluruhan kalimat.
Contoh : “Pelantikan Dekan baru diselenggarakan di Kampus Jatinangor”
Pelantikan-Dekan baru diselenggarakan di Kampus Jatinangor.
Pelantikan Dekan-baru diselenggarakan di Kampus Jatinangor.
Pelantikan untuk Dekan baru diselenggarakan di Kampus Jatinangor

Minggu, 18 Maret 2012

Majas di Dalam Bahasa Indonesia | Bahasa Indonesia

Majas di Dalam Bahasa Indonesia | Bahasa Indonesia



Majas atau gaya bahasa adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis

Majas atau gaya bahasa adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.
Dalam Bahasa Indonesia, majas terdiri dari 4 jenis:
1. majas perbandingan
2. majas sindiran
3. majas penegasan
4. majas pertentangan


Majas Perbandingan
1. Alegori: Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
2. Alusio: Pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal.
3. Simile: Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan pengubung, seperti layaknya, bagaikan, dll.
4. Metafora: Pengungkapan berupa perbandingan analogis dengan menghilangkan kata seperti layaknya, bagaikan, dll.
5. Antropomorfisme: Metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.
6. Sinestesia: Metafora berupa ungkapan yang berhubungan dengan suatu indra untuk dikenakan pada indra lain.
7. Antonomasia: Penggunaan sifat sebagai nama diri atau nama diri lain sebagai nama jenis.
8. Aptronim: Pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang.
9. Metonimia: Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
10. Hipokorisme: Penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib.
11. Litotes: Ungkapan berupa mengecilkan fakta dengan tujuan merendahkan diri.
12. Hiperbola: Pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal.
13. Personifikasi: Pengungkapan dengan menyampaikan benda mati atau tidak bernyawa sebagai manusia.
14. Depersonifikasi: Pengungkapan dengan tidak menjadikan benda-benda mati atau tidak bernyawa.
15. Pars pro toto: Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek.
16. Totum pro parte: Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.
17. Eufimisme: Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus.
18. Disfemisme: Pengungkapan pernyataan tabu atau yang dirasa kurang pantas sebagaimana adanya.
19. Fabel: Menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata.
20. Parabel: Ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam cerita.
21. Perifrase: Ungkapan yang panjang sebagai pengganti ungkapan yang lebih pendek.
22. Eponim: Menjadikan nama orang sebagai tempat atau pranata.
23. Simbolik: Melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud.


Majas Sindiran

1. Ironi: Sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut.
2. Sarkasme: Sindiran langsung dan kasar.
3. Sinisme: Ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi).
4. Satire: Ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dll.
5. Innuendo: Sindiran yang bersifat mengecilkan fakta sesungguhnya.


Majas Penegasan
1. Apofasis: Penegasan dengan cara seolah-olah menyangkal yang ditegaskan.
2. Pleonasme: Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan.
3. Repetisi: Perulangan kata, frase, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat.
4. Pararima: Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.
5. Aliterasi: Repetisi konsonan pada awal kata secara berurutan.
6. Paralelisme: Pengungkapan dengan menggunakan kata, frase, atau klausa yang sejajar.
7. Tautologi: Pengulangan kata dengan menggunakan sinonimnya.
8. Sigmatisme: Pengulangan bunyi "s" untuk efek tertentu.
9. Antanaklasis: Menggunakan perulangan kata yang sama, tetapi dengan makna yang berlainan.
10. Klimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana/kurang penting meningkat kepada hal yang kompleks/lebih penting.
11. Antiklimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang kompleks/lebih penting menurun kepada hal yang sederhana/kurang penting.
12. Inversi: Menyebutkan terlebih dahulu predikat dalam suatu kalimat sebelum subjeknya.
13. Retoris: Ungkapan pertanyaan yang jawabannya telah terkandung di dalam pertanyaan tersebut.
14. Elipsis: Penghilangan satu atau beberapa unsur kalimat, yang dalam susunan normal unsur tersebut seharusnya ada.
15. Koreksio: Ungkapan dengan menyebutkan hal-hal yang dianggap keliru atau kurang tepat, kemudian disebutkan maksud yang sesungguhnya.
16. Polisindenton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung.
17. Asindeton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana tanpa kata penghubung.
18. Interupsi: Ungkapan berupa penyisipan keterangan tambahan di antara unsur-unsur kalimat.
19. Ekskalamasio: Ungkapan dengan menggunakan kata-kata seru.
20. Enumerasio: Ungkapan penegasan berupa penguraian bagian demi bagian suatu keseluruhan.
21. Preterito: Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.
22. Alonim: Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan.
23. Kolokasi: Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat.
24. Silepsis: Penggunaan satu kata yang mempunyai lebih dari satu makna dan yang berfungsi dalam lebih dari satu konstruksi sintaksis.
25. Zeugma: Silepsi dengan menggunakan kata yang tidak logis dan tidak gramatis untuk konstruksi sintaksis yang kedua, sehingga menjadi kalimat yang rancu.


Majas Pertentangan
1. Paradoks: Pengungkapan dengan menyatakan dua hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya keduanya benar.
2. Oksimoron: Paradoks dalam satu frase.
3. Antitesis: Pengungkapan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya.
4. Kontradiksi interminus: Pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya.
5. Anakronisme: Ungkapan yang mengandung ketidaksesuaian dengan antara peristiwa dengan waktunya.

Rabu, 22 Februari 2012

Metode SQ3R Membaca lebih cepat mengerti | Bahasa Indonesia SD SMP SMA


Metode SQ3R Membaca lebih cepat mengerti | Bahasa Indonesia SD SMP SMA. Ada lima metode yang digunakan agar anda bisa menbaca lebih efisien dan maksimal dalam memperoleh imformasi,  informasi yang kita terima bisa lebih cepat dan tepat masuk ke dalam otakl kita. berikut kelima metode nya.

a. SURVEY
Dengan melakukan peninjauan dapat dikumpulkan informasi yang diperlukan untuk memfokuskan perhatian saat membaca. Peninjauan untuk satu bab memerlukan waktu 5-10 menit. Apa yang ditinjau?
Baca JudulHal ini dapat membantu untuk memfokuskan pada topik bab
Baca PendahuluanMemberikan orientasi dari pengarang mengenai hal-hal penting dalam bab
Baca kepala judul/subbabMemberikan gambaran mengenai kerangka pemikiran
Perhatikan grafik, diagramAdanya grafik, diagram dan gambar ditujukan untuk memberikan informasi penting sebagai tambahan atas teks
Perhatikan alat Bantu bacaTermasuk huruf miring, definisi, pertanyaan di akhir bab yang ditujukan untuk membantu pemahaman dan mengingat.
b. QUESTION
Setelah kerangka pemikiran suatu bab diperoleh, mulai perhatikan kepala judul/subbab yang biasanya dicetak tebal. Perhatikan kepala judul ini satu per satu dan ubah kepala judul ini jadi beberapa pertanyaan.
Tulislah pertanyaan-pertanyaan itu pada suatu kolom dengan lebar 1/3 halaman kertas dan kolom sisanya untuk jawaban yang diperoleh selama membaca. Misalkan kita membaca buku tentang “Belajar di SMA” dan kepala judulnya adalah “Manfaatkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolahmu”. Pertanyaan yang dapat kita mundulkan adalah “Mengapa kita harus memanfaatkan kegiatan ekstrakurikuler?” dan “Bagaimana caranya kita bisa ikut terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler?”.
c. READ
Dengan membaca, kita mulai mengisi informasi ke dalam kerangka pemikiran bab yang kita buat pada proses Survey. Bacalah suatu subbab dengan tuntas jangan pindah ke subbab lain sebelum kita menyelesaikannya. Pada saat membaca, kita mulai mencari jawaban pertanyaan yang kita buat pada Question. Tuliskan jawaban yang kita peroleh dengan dengan kata-kata sendiri di kertas yang pada 2/3 kolom yang disiapkan.
d. RECITE
Pada umumnya kita cepat sekali lupa dengan bahan yang telah dibaca. Dengan  melakukan proses Recite ini kita bisa melatih pikiran untuk berkonsentrasi dan mengingat bahan yang dibaca. Proses ini dilakukan setelah kita menyelesaikan suatu subbab.
Cara melakukan Recite adalah dengan melihat pertanyaan-pertanyaan yang kita buat sebelum membaca subbab tersebut dan cobalah jawab pada selembar kertas tanpa melihat buku.
e. Review
Review membantu kita untuk meyempurnakan kerangka pemikiran dalam suatu bab dan membangun daya ingat kita untuk bahan pada bab tersebut. Proses ini dapat dilakukan dengan membaca ulang seluruh subbab, melengkapi catatan atau berdiskusi dengan teman. Cara Review yang terbukti efektif adalah dengan menjelaskan kepada orang lain.

Selasa, 21 Februari 2012

Jadwal Ujian Nasional 2012 | SMK SMA Taman Siswa



Jadwal Ujian Nasional 2012 | SMK SMA Taman Siswa Pada tanggal 21 Januari 2012, bertempat di SMK Taman Siswa Cibadak, telah diselenggarakan rapat persiapan UN SMK 2012 di lingkungan Disdik Kabupaten Sukabumi. Rapat ini adalah rapat tentang UN 2012 yang kedua kalinya, dan sebagai pemantapan dari hasil rapat sosialisasi UN di SMA Ar-Rahman Bojonggenteng pada tanggal 11 Januari 2012. Beberapa catatan hasil rapat koordinasi tersebut adalah sebagai berikut.
Agenda Kegiatan UN dan US yang disepakati dalam rapat adalah sbb:
 Ujian praktik kejuruan (ujikom) harus sudah selesai dilaksanakan selambat-lambatnya sebulan sebelum pelaksanaan UN utama. Atau  paling lambat selesai tanggal 16 Maret 2012.

  Jadwal US 2012
-           Disepakati  mulai 20 s.d 26  maret  2012
Jadwal UN teori 2012:
-       Senin, 19 Maret 2012   Teori Kejuruan  (ralat terakhir dari BSNP)
-          Senin 16 April 2012   Bahasa Indonesia
-          Selasa 17 April 2012  Bahasa Inggris
-          Rabu 18 April 2012  Matematika.
Pengumuman kelulusan Sabtu 26 Mei 2012
Semua SMK penyelenggara UN harus segera memiliki bahan rujukan di bawah ini dalam bentuk hardcopy untuk dilampirkan di dalam Program Kerja UN 2012, yaitu:
1. Permendikbud No 59 Tahun 2011 tentang UN 2012
2. POS UN SMP-SMA Tahun Pelajaran 2011/2012 (POS UN hasil revisi KLIK DI SINI)
3. Kisi-kisi Soal UN SMP, SMA, SMK Tahun 2012
4. Kisi-kisi Soal Ujian Kompetensi Kejuruan
5. Soal Ujian Praktik Kejuruan Tahun 2012
6. Pedoman Ujian Praktik Kejuruan 2012
7. Instrumen verifikasi Kelayakan Penyelenggara UPK 2012 sesuai dengan kompetensi keahlian yang di UN-kan
8. POS US yang dibuat sekolah (Contoh POS US SMK revisi KLIK DI SINI)

Persiapan UN yang harus dilakukan meliputi:
1.Persiapan administratif:
•Menyusun program UN,
•Membuat nota kesepakatan (MoU) dengan pihak Du/Di untuk pelaksanaan UPK (Ujikom),
•Menyusun POS US, dll,
2. Persiapan kemampuan peserta
Kegiatan pemantapan/pengayaan untuk:
Ujian Mapel B. Indo, B. Ing, Mat
Ujian Teori kejuruan
Ujian Praktik Kejuruan,
3. Persiapan fasilitas UN
Ruangan ujian teori yang representatif, dengan sound sistem yang memadai,
Membersihkan ruangan dari cart dan gambar2 peraga
Menyiapkan peralatan dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk UPK (Ujikom)
Naskah soal UN terdiri atas 5 (lima) paket untuk setiap mata pelajaran. Dibagikan kepada peserta UN dengan cara seper ti berikut:

P1 = Pengawas 1
P2 = Pengawas 2
Kriteria Lulus dari Satuan Pendidikan
Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan
setelah:
a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
b. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran yang terdiri atas:
(1) kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia,
(2) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan
kepribadian,
(3) kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok
mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan ;
c. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan
d. lulus Ujian Nasional.
Kriteria nilai baik untuk empat kelompok mata pelajaran agama akhlak mulia, kewarganegaraan, kepribadian, estetika, jasmani, olah raga dan kesehatan ditetapkan oleh satuan pendidikan masing-masing
Kriteria kelulusan peserta didik dari US/M ditetapkan oleh satuan pendidikan masing-masing
NS = 0,6 NUS + 0,4 NR
Keterangan:
NS : Nilai Sekolah/Madrasah
NUS : Nilai Ujian Sekolah/Madrasah
NR : Rata-rata Nilai Rapor SMK : semester 1 sampai 5.
Nilai Akhir :
NA = 0,6 NUN + 0,4 NS
Peserta didik SMK dinyatakan lulus UN apabila peserta didik mencapai  nilai rata-rata NA paling rendah 5,5 dan NA tiap mata pelajaran paling rendah 4,0.
Contoh Simulasi perhitungan nilai kelulusan siswa silakan KLIK DI SINI
Demikian hasil kesepakan kita SMK-SMK di Kabupaten Sukabumi. Selamat bekerja, semoga sukses!!!!

Minggu, 19 Februari 2012

Cara Mengarang Cerita | Bahasa Indonesia SD, SMP SMA



Mengarang adalah sesuatu hal yang unik, karena kita dipaksakan kreatif, dengan mengarang kita bisa membangun imajinasi kita, Berikut cara Mengarang yang baik dan Benar dan cara Membuat karangan menjadi panjang dan Benar


a. Bahasa Indonesia yang baik dan Benar


Mari mulai dari yang bisa diukur: bahasa. Naskah yang baik memakai bahasa yang baik (tidak harus benar). Artinya kalimat-kalimatnya runut dan enak dibaca, “bersih”.
Tentu saja ejaan berperan besar. Dan klmt-klmt itu gk dsngkt-sngkat. Emangnya lagi nulis SMS? Ini kelemahan besar para remaja yang lagi dilanda demam wanna-be-writers. Lame excuse: kan ada editor. Hei, dengar ya, kerjaan editor itu more than just mbenerin ejaan, meskipun mbenerin memang ejaan itu part of our job. Kalau terlalu parah, tentu saja naskah akan ditolak mentah-mentah.
Next, kalimat. Banyak pengarang yang membuat kalimat berpanjang-panjang, membuat capek yang membaca. Hindari ini. Contoh sederhana: “Dia memukul adiknya tidak keras.” Kalimat ini tidak salah, tapi tidak efektif. Jauh lebih menyenangkan membaca: “Dia memukul pelan adiknya.”
Hindari juga tuturan yang terlalu “terjemahan”. Hari gini dengan serbuan berbagai bahasa asing lain (gak cuma Inggris), jadinya kalimat yang kita pakai sering kali bukan kalimat bahasa Indonesia.


b. Ide Cerita 


Semua ide itu basi, yang baru adalah cara penyampaiannya. Yap, sialnya kita tidak hidup di abad ke-12, hari gini hampir segala hal udah ditemukan, semua cerita udah pernah dituturkan. Tapi gimana cara menuturkannya?
Balik lagi ke cerita cowok-cewek saling benci tapi akhirnya saling cinta, yang diungkit Siska di posting sebelum ini. Ya ampun, cerita itu udah seribu dua ratus ribu juta kali diceritain sepanjang sejarah. Atau cerita cowok-cewek saling cinta tapi ditentang keluarga. Mmm… inget Romeo dan Juliet? Tapi cerita-cerita begini bukannya gak bisa diceritakan ulang, bikin dong tokoh sempalan. Misalnya buat si Juliet punya oom yang membela dia, atau bikin si Romeo bingung karena ada Julia selain Juliet. Atau… atau… ada seribu atau lagi.
Atau kalau saklek mesti cerita Romeo-Juliet ditentang keluarga, bikin dong keluarganya funky, atau masokis. Atau… atau… dan sejuta atau lain. Be creative, gunakan sel abu-abu otakmu itu! Inti cerita boleh sama, polesannya harus beda.
Satu contoh TeenLit lama tapi baru yang bagus adalah TeenLit terjemahan:Sang Putri dan si Miskin/The Princess & the Pauper, karya Kate Brian. Dari judulnya saja ceritanya bisa ditebak, tapi apakah ceritanya jadi membosankan? Sebaliknya, ini salah satu TeenLit paling seru yang pernah gue baca.
Satu hal lagi tentang ide dan kreativitas ini: awal cerita. Masih inget gak waktu kita SD dulu disuruh mengarang? Mayoritas karangan akan diawali dengan “Pada suatu hari aku… (dst).” Karangan gue waktu SD dinilai bagus karena gue menghindari pakem “Pada suatu hari…” ini. Rupanya pakem ini sekarang bergeser ke “Kring… kriing… Beker berbunyi keras. Aku membuka mata. Oh, tidak! Sudah jam tujuh! Ibu, kenapa Ibu tidak membangunkanku?” Yap, dari 30-an naskah yang kami, para editor, baca tiap bulannya ada paling tidak 20 yang diawali dengan pakem itu. Walhasil, langsung saja ke-20 naskah “Kring-kring” itu kami buang. So, awalilah novel dengan sesuatu yang bombastis dan menarik. Ledakan bom, mungkin? Adegan putus? Adegan ciuman? Hehehe…


c. Penulisan


Mulai main feeling, artinya ini benar-benar pendapat gue pribadi dan agak susah dijelaskan secara faktual. Bagi gue, novel yang bagus adalah novel yang “bulat”. Ini istilah gue, dan gue bisa merasakan novel yang bulat dari beberapa bab awal yang gue baca. Bukan karena gue sakti ya, tapi kalo gue coba pikir, karena:·
- Tokoh-tokoh novelnya kuat membuat kita “kenal” mereka. Gimana sih tokoh yang “kuat” itu? Tokoh itu gambaran fisik dan karakternya jelas. Misalnya tokoh Raya dalam Rival, yang langsung kita tangkap sebagai cowok yang lumayan tangguh, tapi ada segi lembutnya juga. Atau tokoh Ira dalamBeauty and the Best yang model. Mudah sekali menangkap seperti apa sih tokoh-tokoh ini.
- Jalinan cerita (alur)-nya kuat, membuat kita ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya
Beberapa naskah yang “bulat” dan sekali lirik langsung gue terima adalahRival/Amalia, Beauty and the Best/Luna Torashyngu, dan Dokter, Pelukis, dan si Cowok Plin-Plan/Ken Terate. Ini novel-novel awesome dan gue bangga terlibat dalam “kelahiran” mereka.
Dari pengalaman gue sendiri dan tanya-tanya orang lain, novel-novel begini lahir setelah perencanaan matang. Alur cerita dipikirkan betul-betul, baru dituangkan. Kadang ada unsur “magis”-nya seperti “Cerita itu datang secara utuh ke diri gue”. Yap, gak bisa diterangkan dengan logis… hehehe… Tapi gue rasa dengan banyak latihan, unsur magis itu bisa dikikis. Selain itu persistensi, keukeuh mau menulis sampai selesai, “kebulatan” novel itu bisa dicapai juga.

d. Persiapan dalam mengarang


Anyway, menurut gue, sebenarnya novel yang “bulat” itu juga dilahirkan dari:
Riset
- mengenai topik karangan
Seberapa jauh si pengarang mengenal topik karangannya? Apakah ada unsur kisah hidupnya dalam karangan itu? Kalau ada–misalnya Esti Kinasih yang mengambil gambaran masa SMA-nya dalam novel-novelnya–tentu lebih mudah untuk memberi gambaran yang hidup. Tapi kalau tidak? Cari tahu sebanyak mungkin, baik dari referensi bacaan maupun dari wawancara dengan orang yang tahu. Clara Ng melakukan wawancara ini untuk memberi gambaran yang hidup akan kawasan Glodok, Jakarta bagi novel Dimsum Terakhir.
- di luar topik karangan
Seberapa banyak buku yang sudah si pengarang baca? Bacalah sebanyak mungkin bahan, mau itu buku novel, nonfiksi, self-help, majalah, koran, bahkan koran sekelas Lampu Merah sekalipun. Bacaan yang kaya, meski tidak langsung menyinggung topik karangan, akan memberi warna pada karangan. Dan akan “memberitahu” pembaca seberapa deep si pengarang. Gaya menulis akan terpengaruh, dan pengarang akan tampil cerdas–ya karena dia memang cerdas dengan kekayaan bacaannya.
Guide book tentang mengarang
Oke, mengarang katanya gampang. BOHONG! Memang mengarang tidak segampang itu. Bahkan setelah kamu menghasilkan 100 halaman ketik di komputer, membuat karangan yang bagus tetap tidak gampang. Tapi seperti segala hal di zaman ini, ada berbagai guide book soal mengarang fiksi. Beberapa yang bisa dibaca adalah On Writing/Stephen King, Letters to Young Novelist/Mario Vargas Llosa, (lupa)/Ismail Marahimin � buku ini jadi pegangan kuliah Penulisan Populer di UI, covernya abu-abu dan bisa dibeli di toko buku kok. Dan meski tidak teknis tentang novel, tapi bisa memperkaya hidup: Letters to a Young Poet/Rainier Maria Rilke.
Coret-coretan
Saat search tentang Phillip Pullman, salah satu yang menarik bagi gue adalah betapa dia merasa Post-It penemuan modern yang sangat penting. Kenapa? Karena dia menggunakan Post-It untuk menulis alur serta adegan novelnya, lalu memindah-mindah Post-It tersebut sampai membentuk cerita yang sesuai yang keinginannya. Cara ini bisa disontek, atau ya paling gampang, temukan cara kamu sendiri. Mungkin dengan cut-paste di komputer? Mungkin dengan kertas buram? Biarpun bukan membuat alur yang saklek seperti diajarkan dalam pelajaran bahasa, tapi pengarang harus membuat coret-coretan.
Jadi, begitulah catatan gue yang tidak sempurna. Ini pengamatan dan pemikiran gue pribadi, dan… moga-moga berguna!


http://forum.megaxus.com/index.php?topic=24782.0

Sabtu, 18 Februari 2012

Contoh Cara Membuat Pidato Kemerdekaan | Bahasa Indonesia SMA SMP



Pidato kemerdekaan sering kali diutarakan dalam hari-hari besar, hari pahlawan 10 november , hari kemerdekaan 17 Agustus. Pidato kemerdekaan sangat dibutuhkan untuk memberikan semangat kepada rakyat Indonesia untuk senantiasa membela tanah air Indonesia. untuk itu kita harus bisa membawakan Pidato Indoenesia Kemerdekaan. Berikut cONTOH PIDATONYA.

Assalamualaikum, wr. wb, salam sejahtera bagi kita semua..

Yang saya hormati..........., ........
Saudara-saudara, sebangsa dan setanah air Indonesia..
Dalam kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan pidato berjudul “Hari Pahlawan”. Pidato ini bertujuan mengingatkan kita bahwa kepahlawanan, patriotisme dan nasionalisme sangat penting dalam mengembangkan negara kita. Tanpa sikap tersebut, maka mustahil bagi kita untuk membuat negara kita bertahan hidup.

Saudara – saudara
Setiap tahun kita memperingati Hari Pahlawan tanggal 10 November. Ini adalah refleksi negara kita dalam menghargai sejarah masyarakat Indonesia dalam memperjuangkan melawan penjajahan. Hari Pahlawan juga menunjukkan bahwa para pendahulu kita telah segala sesuatu dikorbankan untuk membangun negara ini.

Hari Pahlawan diambil dari sejarah pertempuran di Surabaya. Itu ketika orang-orang kita melawan Belanda dan pasukan Sekutu dengan tujuan perjuangan Kemerdekaan Indonesia. Lebih dari 100.000 orang Indonesia yang terlibat di pertempuran melawan Sekutu yang diperkirakan lebih dari 30.000 tentara. Setidaknya 16.000 orang Indonesia meninggal, sedangkan di pihak musuh hilang 2.000 prajurit. Pertempuran itu merupakan pertempuran terberat dalam revolusi dan menjadi simbol nasional perlawanan Indonesia. Dianggap sebagai upaya heroik oleh Indonesia, pertempuran membantu rakyat kita mendapatkan dukungan internasional untuk Kemerdekaan Indonesia. Sebagai memori pertempuran, 10 November kemudian dirayakan setiap tahun sebagai Hari Pahlawan.

Pertempuran di Surabaya adalah salah satu pertempuran yang terjadi di negara kita selama memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Mereka mengorbankan segalanya, termasuk darah mereka dan kehidupan. Mereka berdedikasi, kepahlawanan mereka, patriotisme dan nasionalisme untuk negara ini. Ada pepatah: negara besar adalah negara yang menghargai semua pahlawan-nya. Kita sering mendengar tentang hal itu. Kita tahu bahwa tanpa pengorbanan pahlawan , tidak akan ada negara ini. Kemerdekaan Indonesia tidak diberikan oleh kolonialis tersebut.

Saudara – saudara
Saat ini kita hidup di negara kemerdekaan. Tidak ada lagi pertempuran melawan penjajah. Tapi, itu tidak berarti bahwa kita berhenti berjuang. Ada banyak jenis perjuangan yang harus kita lakukan. Berjuang melawan korupsi, kolusi dan nepotisme adalah beberapa contoh perjuangan. Kita harus tetap semangat kepahlawanan, patriotisme dan nasionalisme di negara berkembang ini. Itulah cara kita menghargai pahlawan kita.

Saudara-saudara;
Saya pikir itu semua pidato saya. Mari kita terus semangati pahlawan kita, mari kita lanjutkan perjuangan. Terus berjuang … untuk negara kita, untuk masa depan yang lebih baik! Terima kasih banyak atas perhatian Anda.
Wassalamu’alaikum Wr.wb, salam sejahtera bagi kita semua..
Demikian dulu sedikit informasi mengenai Pidato, semoga bermanfaat.

Rabu, 14 Desember 2011

Download Kumpulan Soal UN dan EBTANAS Bahasa Indonesia Tahun 1999-2009

Download Kumpulan Soal UN dan EBTANAS Bahasa Indonesia Tahun 1999-2009

Bahasa Indonesia adalah satu mata pelajaran Ujian Nasional. Mempersiapkan Ujian akhir nasional Bahsa Indonesia menjadi suatu hal yang dilakukan oleh seorang siswa demi menghadapi UJian Nasional Bahasa Indonesia  dengan baik dan benar. Dengan motivasi dan kerja keras, saya doakan agar siswa di seluruh INDONESIA lulus dengan nilai baik, amin.
Adapun Soal-soal bahasa Indonesia yang dibutuhkan sangat banyak sekali. siswa dapat mendownload pada halaman ini, dengan harapan siswa bisa belajar dan menjawab semua semua soal Uan 2011 dan 2012. mantab.

Ujian Nasional biasa disingkat UN / UNAS adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas di Indonesia berdasarkan Undang-UndangRepublik Indonesia nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Lebih lanjut dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan dan proses pemantauan evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan.
Proses pemantauan evaluasi tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan pada akhirnya akan dapat membenahi mutu pendidikan. Pembenahan mutu pendidikan dimulai dengan penentuan standar.
Penentuan standar yang terus meningkat diharapkan akan mendorong peningkatan mutu pendidikan, yang dimaksud dengan penentuan standar pendidikan adalah penentuan nilai batas (cut off score). Seseorang dikatakan sudah lulus/kompeten bila telah melewati nilai batas tersebut berupa nilai batas antara peserta didik yang sudah menguasai kompetensi tertentu dengan peserta didik yang belum menguasai kompetensi tertentu. Bila itu terjadi pada ujian nasional atau sekolah maka nilai batas berfungsi untuk memisahkan antara peserta didik yang lulus dan tidak lulus disebut batas kelulusan, kegiatan penentuan batas kelulusan disebut standard setting.
Manfaat pengaturan standar ujian akhir:
  • Adanya batas kelulusan setiap mata pelajaran sesuai dengan tuntutan kompetensi minimum.
  • Adanya standar yang sama untuk setiap mata pelajaran sebagai standard minimum pencapaian kompetensi.





http://www.ziddu.com/download/17798711/SMA_-_Bahasa_Indonesia_1999.pdf.html

http://www.ziddu.com/download/17798712/SMA_-_Bahasa_Indonesia_2007.pdf.html

http://www.ziddu.com/download/17798713/SMA_-_Bahasa_Indonesia_2006.pdf.html

http://www.ziddu.com/download/17798714/SMA_-_Bahasa_Indonesia_2005.pdf.html

http://www.ziddu.com/download/17798715/SMA_-_Bahasa_Indonesia_2003.pdf.html

http://www.ziddu.com/download/17798716/SMA_-_Bahasa_Indonesia_2000.pdf.html

http://www.ziddu.com/download/17798717/SMA_-_Bahasa_Indonesia_2001.pdf.html

http://www.ziddu.com/download/17798718/SMA_-_Bahasa_Indonesia_2002.pdf.html

http://www.ziddu.com/download/17798719/SMA_-_Bahasa_Indonesia_2004.pdf.html

Senin, 21 November 2011

Download Bahasa Inggris Ujian Nasional SMA

Download Latihan Soal Bahasa Inggris Ujian Nasional SMA
Bahasa Inggris menjadi Salah satu pelajaran di Ujian Nasionl.
Agar kamu bisa sukses menghadapi Ujian ditahun 2012 ini, dimana seperti yang kita ketahui bersama bahwa pelaksanaan UN akan berlangsung pada bulan Maret 2012 mendatang, dan itu artinya UN tidak lama lagi akan segera dilaksanakan, dan kamu harus belajar lebih giat lagi, agar bisa sukses menghadapi UN 2012 ini.

Dibarengi dengan belajar yang lebih giat, maka tentunya ada hal yang sangat perlu kamu lakukan, yaitu dengan cara mempelajari soal-soal UN tersebut, baik itu dalam bentuk prediksi dan soal-soal UN pada tahun-tahun sebelumnya, karena hal itu akan cenderung dimuat lagi dalam soal UN tahun 2010.

klik sini
Download  Latihan Bahasa Inggris Ujian Nasional SMA

Download Latihan Bahasa Indonesia Ujian Nasional SMA


 Download Latihan Bahasa Indonesia Ujian Nasional Menjadi pilihan pelajar, agar mendapat nilai bagus di UN. Ujian Nasinal Bahasa Indonesia jangan dianggap Remeh, karena Ujian Bahasa Indonesia Kerap kali Membuat Siswa-siswi gagal lulus Ujian Nasional.


Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, bahasa Indonesia berstatus sebagai bahasa kerja.

Untuk Mendownload  Latihan Bahasa Indonesia Ujian Nasional anda bisa klik link ini



Bahasa Indonesia


untuk Prediksi kunjungi http://nongkrongdisawah.blogspot.com/