Rabu, 05 November 2008

Trip to Lampung: Seiko Black Bullhead

Kembali saya harus melakukan sebuah perjalanan dinas ke daerah Sumatra. Kali ini tujuannya adalah Lampung. Malam sebelum keberangkatan seorang penggemar jam antik yang juga pemilik salah satu blog, berkunjung kerumah saya dan kami asyik ngobrol sampai jam 10 malam. Sampai-sampai saya lupa bahwa saya belum menyiapkan apa-apa untuk keberangkatan esok paginya, termasuk jam apa yang akan saya pakai dan bawa dalam perjalanan ini. Akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan salah satu jam kesayangan saya yang sudah hampir dari setahun tidak pernah saya pakai! Seiko Black Bullhead.

Taksi berangkat jam 05.40 dari Bekasi dan kebetulan jalan masih belum begitu macet sehingga saya bisa lebih bersantai. Taksi sudah melewati gerbang tol Jatibening saat Bullhead saya menunjukkan jam 05.57..hmm masih banyak waktu!

Saya menggunakan maskapai non Garuda karena Garuda tidak memiliki rute ke Lampung. Saya biasa untuk berinternet ria sebelum naik pesawat di terminal 2 namun saya nggak yakin kalau di terminal 1 bisa juga melakukan hal serupa. Saat saya mengerjakan pekerjaan kantor sambil menunggu boarding saya lihat ternyata sinyal wi-fi sangat kuat..langsung saja browsing dimulai...

Sebenarnya salah satu alasan saya menggunakan black bullhead ini adalah karena sejak senin depan jam ini akan berganti kepemilikan. Saya menyerahkan perawatan jam ini selanjutnya kepada salah satu penggemar jam antik di Yogya. Jadi itung-itung saya anggap ini 'perpisahan' saya dengan jam kesayangan.
Entah kenapa Seiko bullhead hitam begitu sulit dijumpai di pasaran. Bahkan di tempat-tempat penjualan jam bekas pun tidak pernah saya jumpai. Selalu yang tersedia yang berwarna dial coklat. Pernah sekali saya ditawari oleh seorang pedagang keliling tapi kondisinya tidak bagus. Mungkin memang seiko hanya membuat dial hitam dalam jumlah yang lebih sedikit? karena keberadaannya yang jarang ini maka banyak orang penasaran untuk bisa memilikinya.

Memang saya akui, tipe inilah yang paling eye catching dari jajaran seiko automatic chronograph. Mesin sama menggunakan cal.6138 tapi desain casingnya sungguh menggugah rasa penasaran untuk memiliki dan kalau dipakai selalu bisa menarik orang untuk melirik. Saya ingat sekali saat mendapatkan jam ini dengan tidak sengaja di sebuah kios kecil kakilima di Pasar Johar Semarang.
Sore hari setelah seharian 'berkeliaran' di lampung akhirnya tiba waktunya pulang ke Hotel. Black Bullhead saya istirahatkan dan jam untuk hari kedua saya siapkan...

Senin, 03 November 2008

Saturday Visit to Bojong Gede: Omega Collection

Hari sabtu kemarin kebetulan kantor saya sedang ada acara training di daerah Ciawi. Setelah selesai membuka training saya langsung ngacir ke Bojong gede mengunjungi sobat lama sesama penggemar jam yang sudah dianggap sesepuh.

Saat tiba dan berbasa-basi sejenak sambil melihat-lihat rumahnya yang dipenuhi barang-barang antik, kami langsung ke pokok masalah: melihat-lihat koleksinya yang ada di rumah (karena sebagian dia taruh di kantor). Begitu semua dikeluarkan, dibuka dan dibahas satu persatu ternyata malah memuat meja jadi berantakan. Gambar dibawah terlihat sang tuan rumah sedang mengidentifikasi koleksi-koleksinya yang ditaruh di koper jam, kontainer plastik wadah sayur dan tas kresek plastik!

Beberapa koleksi yang menarik saya coba abadikan di sini:

The biggest, the heaviest Omega speedy I've ever seen! Speedy 125 limited edition only 2000 pieces in the world!

Constellation Calendar dalam kondisi yang unbelievable mulusnya!

Constellation Calendar Gold capped yang sudah terdapat aging pada dialnya..hmmm nice aging!

Seamaster cal.503 with nice and beautiful hands!

Seamaster Diver 120m dengan jarum detik berwarna biru...hmm rare item!

Sebagian dari koleksi-koleksi diatas dijual di blog beliau http://marga-watches.blogspot.com.
Acara kunjungan diakhiri dengan makan siang berupa babat dan usus bacem, sayur asem dan our favourite lalap: PETE!

ROLEX 6535 Date Fluted Bezel

Kalau anda lihat di posting Rolex sebelumnya anda akan lihat tipe yang 'sekandung' dengan Rolex ini yaitu Rolex 6534. Rolex ini dari seri 6535 dengan perbedaan ada pada bezel yang unik dan menyerupai Thunderbird tapi tidak bisa diputar. Rolex ini merupakan generasi awal dari Rolex tipe 1501.

Diproduksi pada tahun 1958 dan memiliki ciri yang kental dari sebuah Rolex buatan mid 50. jarum model dauphine hands dan jarum detik yang sangat tipis dari bahan blued steel/ Indeks berbentuk arrow head kecuali untuk penunjuk posisi angka 6 dan 9. Kata ROLEX masih menggunakan huruf arial dan timbul. Kondisi dial sudah aging dan ada spot kotor di dekat posisi angka 9.

Kondisi case back masih bagus dan tidak ada cacat pada gerigi tutup karena biasanya rolex-rolex antik sering saya lihat gerigi sudah rusak karena mungkin pernah dibuka paksa dengan alat yang tidak sesuai. Movement automatic cal.1030 merupakan movement yang tangguh dan juga digunakan di seri-seri sport vintage. Tanggal berbeda warna untuk angka genap (merah) dan ganjil (hitam). Sistem ini sering disebut sebagai Roullete date mechanism.


Kamis, 30 Oktober 2008

2nd Day in Palembang: Seiko Automatic Chronograph cal.7016

Saat bangun pagi waktu sudah menunjukkan pukul 6.01. Langit sudah terang dan saatnya memakai sepatu jogging untuk melakukan 'prosesi' jalan pagi. Hari ini saya berencana menggunakan jam kedua yang saya bawa: Seiko Automatic Chronograph cal. 7016-7000.

Seiko cal.7016 memiliki ciri yang unik yaitu jarum sub register chronograph diletakkan menjadi satu di posisi angka 6. Karena itu seiko dengan cal.7016 ini sering juga disebut sebagai seiko 2 in 1 karena posisi jarum yang bertumpuk itu. Untuk membedakan, 2 Jarum itu dibuat dengan 2 warna yang beda sehingga mempermudah untuk membacanya: jarum berwarna putih dan biru.
Ukuran seiko chronograph ini tidak besar seperti saudara-saudaranya yang lain dengan diameter sekitar 36mm, seiko ini terlihat 'mungil'. Warna dial biru begitu juga dengan warna sub register. Rantai juga masih bawaan jam ini dengan desain yang tipis.

Setelah pulang dari jalan pagi, sarapan dan mandi saya bersiap untuk melakukan pekerjaan saya di hari kedua ini di Palembang. Jam sudah menunjukkan pukul 08.45 dan pihak kantor akan menjemput saya pukul 09.00.