Tampilkan postingan dengan label pengertian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengertian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Maret 2012

Pengertian ROM atau Read Only Memory



ROM merupakan bagian memory yang menyimpan program data secara permanen jadi program data di dalam ROM tidak akan hilang jika daya listrik di matikan pada saat komputer beroperasi. Program data nya tidak bisa di hapus atau di kurangi.
kata mas ermi ROM di sebut juga dengan "memoy nonvolatile" memory ini hanya di isi data programnya oleh pabrik yang membuat IC,di sesuaikan dengan komputernya yang bersifat permanen atau bersifat residen.
Keungulan utama ROM adalah untuk menempatkan program BIOS (basic input output system) yaitu program yang di gunakan untuk mengendalikan komputer pertama kali sebelum melakukan operating system misalnya pengecekan dan pengendalian konfigurasi hardware.
jika semua perangkat telah bekerja dengan baik BIOS menyerahkan oprasi berikutnya ke operasi system (sistem abooting) untuk mengubah konfigurasu BIOS dapat mengunakan teknologi yang di pakai oleh CMOS ( coplementary metal oxide semiconductor ).

berikut jenis-jenis memory ROM :
  1. PROM ( programmable ROM ) jenis ROM yang berisi program dan data yang tidak dapat di ubah oleh komputer ataupun pemakai program ini hanya di isi oleh pabrik pembuat IC yang di program untuk mengoprasikan data
  2. EPROM ( erasable programmable ROM ) adalah jenis ROM yang dapat di hapus dan jika datanya ingin di hapus harus mengunakan sinar ultra violet kemudian dapat di program kembali mengunakan program NMOS.
  3. EEPROM ( electrical erasable programmable ROM ) dalah jenis EPROM yang dapat di program dengan pilsa tegangan listrik .
 

Senin, 24 Januari 2011

PENGERTIAN dan PRINSIP DASAR BIOTEKNOLOGI

Dalam kehidupan sehari-hari tanpa disadari, kita telah banyak mendengar atau bahkan memanfaatkan produk-produk bioteknologi. Baik yang berkaitan dengan makanan / minuman ( seperti : tempe, bir, keju, kecap, yoghurt ) , kesehatan ( seperti : penisilin, amoxylin, vaksin,hormone insulin ), pertanian ( tanaman trans genik, kultur jaringan, tembakau bebas virus ), peternakan ( seperti :  domba dolly ), transportasi ( seperti biofuel )  bahkan sampai masalah sampah ( seperti : plastic biodegradable ). Namun, mungkin kita masih bertanya-tanya , apa sih bioteknologi itu ? Bagaimana bioteknologi itu ?
Bioteknologi merupakan ilmu terapan biologi yang dalam praktiknya melibatkan berbagai disiplin ilmu , seperti : Mikrobiologi, biokimia, genetika, biologi sel molekul dan lain sebagainya. Secara klasik atau konvensional, bioteknologi dapat didefinisikan sebagai teknologi yang memanfaatkan organisme atau bagian-bagiannya untuk mendapatkan barang dan jasa dalam skala industri untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sedangkan dalam perkembangan lebih lanjut, bioteknologi dapat juga didefinisikan sebagai teknologi pemanfaatan organisme atau bagian-bagiannya yang telah direkayasa secara in vitro untuk menghasilkan produk dan jasa pada skala industri untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Dari kedua definisi tersebut dapat kita fahamkan bahwa dalam prosesnya, bioteknologi melibatkan beberapa unsure , yaitu  adanya: Bahan mentah, agen hayati ( organisme atau bagian-bagiannya ), pendayagunaan secara teknologis dan industrial , dan produk / jasa yang diperoleh. Perhatikan bagan berikut ini.


Bahan mentah


=====
Proses teknologis
Dan industrial


====

Produk / jasa


 |
|





Agen hayati
( mikroba/ molekul/ sel/ jaringan )



Dari bagan tersebut, dengan jelas dapat kita lihat bahwa suatu produk / jasa dapat dikategorikan sebagai produk bioteknologi bila produk / jasa tersebut dihasilkan melalui proses teknologis ( baik konvensional maupun modern ) yang melibatkan agen hayati di dalam proses produksinya. Perhatikan contoh berikut :
Contoh 1 :
biji kedelai direbus menjadi kedelai rebus
Contoh 2 :
biji kedelai direbus, setelah dingin diberikan ragi tempe kemudian dibungkus lalu disimpan. Setelah 2 – 3 hari menjadi tempe

Dari  kedua contoh tersebut, mana yang merupakan produk bioteknologi ? Contoh 2 merupakan produk bioteknologi karena dalam prosesnya menggunakan agen hayati, yaitu ragi tempe. Ragi tempe mengandung spora jamur Rhizopus sp. Aktivitas kehidupan jamur ini secara biologis menjadikan butiran-butiran kedelai rebus terangkai menjadi suatu produk yang bernama tempe. Sedangkan contoh 1 bukan merupakan produk bioteknologi, karena dalam prosesnya sama sekali tidak memanfaatkan agen hayati ( meski teknologi perebusan yang digunakan modern sekalipun ).
Bioteknologi dalam perkembangannya,  memang tidak pernah terlepas dari sifat rasa ingin tahu dan rasa tidak puas manusia. Adapun tujuan utama pengembangan bioteknologi adalah untuk meningkatkan / memberi  nilai  tambah  bahan mentah dengan memanfaatkan organisme atau bagian-bagiannya. Dengan memanfaatkan jamur Rhizopus, biji kedelai mempunyai nilai tambah. Misalnya : dari sisi ekonomi harga tempe lebih mahal daripada harga kedelai rebus, dari sisi nutrisi tempe lebih tinggi kandungan/nilai gizinya daripada kedelai rebus dll.