Tampilkan postingan dengan label edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label edukasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Mei 2012

WEBSITE PENGUMUMAN SMPTN UNDANGAN 2012


Sudah Melihat hasil Ujian Nasional Alias Kelulusan Pastinya Lulus 100% kan , Nah kali ini Saatnya Kita melihat siapa saja yang Masuk/Lolos SMPTN 2012 Melalui Jalur Undangan berikut Website Untuk melihat Siapa Saja yang Lolos SMPTN Jalur Undangan 2012

"Pengumuman hasil jalur undangan dapat diakses mulai pukul 17.00 WIB hari ini melalui http://www.snmptn.ac.id dan http://www.its.ac.id,"

Sumber By Azoners news
Rating: 4.5

Kamis, 23 Juni 2011

Struktur Otak Jadi Berubah Karena Terlalu Sering Online

d11b3 internet 300x150 Terlalu Sering Online Membuat Struktur Otak Jadi BerubahIndowarta – Cina: Buat yang doyan on-line di internet, penelitian yang satu ini tentunya menjadi salah satu masukan yang punya nilai tambah.
Baru-baru ini Kai Yuan dan Wei Qin dari Universitas Xidian, China telah melakukan penelitian yakni terlalu sering online di internet dapat mengubah struktur otak, dan yang lebih membahayakan lagi kalau Kalangan yang pale banyak online di internet adalah anak-anak. Jika tidak dikontrol, fenomena ini akan membuat mereka kecanduan dan efek yang muncul joke akan berdampak buruk bagi perkembangan.
Walaupun istilah “kecanduan internet” masih jadi kontroversi di kalangan peneliti, tapi penelitian yang dipublikasikan di PLoS ONE, ini berhasil menunjukkan, terlalu sering online internet khususnya kecanduan diversion online, akan mengubah struktur otak dan membuat permukaan otak menyusut.
China Youth Internet Association, memberikan information bahwa penderita penyakit Internet Addiction Disorder (IAD) di China jumlahnya mencapai 14% atau sekitar 24 juta orang. Sebagian besar adalah remaja perkotaan yang masih bersekolah.
Ahli syaraf, Karen M. von Deneen, mengatakan masalah ini disebabkan karena orangtua dan anak-anak di China mendapat banyak tekanan di lingkungan kerja dan sekolah.
“Orang China tidak punya waktu untuk diri sendiri. Mereka bekerja 12 jam sehari, enam hari seminggu. Internet bisa jadi adalah satu-satunya pelarian,”urainya.(inilah)

Rabu, 15 Juni 2011

RI Termasuk Penentu Ekonomi Dunia 2025

Lebih dari separuh pertumbuhan ekonomi global sebelum 2025 akan didorong oleh negara-negara berkembang. Indonesia bersama Brasil, India, Korea Selatan, dan Rusia akan setara dengan China dan negara maju sebagai pusat pertumbuhan global. 

"Melalui transaksi komersial dan finansial, keenam negara itu akan turut mendorong pertumbuhan negara berpendapatan rendah," kata ekonom Bank Dunia Mansoor Dailami dalam peluncuran laporan Global Development Horizons 2011 Multipolarity: The New Global Economy di Jakarta, kemarin. 

Saat ini ekonomi global baru mulai terbentuk dengan bergesernya pertumbuhan dari negara maju ke negara berkembang. Diproyeksikan pada 2011-2025 ekonomi negara berkembang akan tumbuh dua kali lipat ketimbang negara maju, dengan rata-rata 4,7% per tahun. AS, Inggris, Uni Eropa, dan Jepang pada periode yang sama diproyeksikan hanya akan tumbuh 2,3% per tahun. 

Khusus untuk Indonesia, Dailami memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan berada pada batas atas kisaran 6,0%-6,5% pada 2011 dan meningkat sebesar 6,%-6,6% pada 2012. 

Namun, terdapat negara berkembang yang ekonominya beroperasi di atas kapasitas sehingga berisiko overheating, terutama di Asia dan Amerika Latin. "Derasnya arus modal asing yang masuk, termasuk ke Indonesia, jika tidak dimanfaatkan optimal, dikhawatirkan akan berisiko pembalikan arus dengan cepat," jelas Dailami. 

Dailami juga menyebut soal tiga tantangan pertumbuhan Indonesia, yakni pendidikan yang harus produktif, alokasi anggaran subsidi yang harus ditingkatkan untuk kesehatan dan pendidikan, serta kehati-hatian dalam aliran modal. 

Meski dapat tumbuh 6,5%, ekonom Bank Danamon Anton Gunawan mengingatkan tingginya pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih banyak didorong sektor swasta dan tren konsumsi yang meningkat di negara berkembang. Peningkatan itu seiring dengan bertambahnya jumlah kelas menengah di Indonesia yang mencapai 7 juta orang per tahun. "Jika dibandingkan negara sepadanannya, ini tergolong sangat cepat," kata Anton. (Atp/I-1)

Jumat, 10 Juni 2011

Sekolah Dilarang Rayakan Perpisahan Secara Mewah

INILAH.COM, Bandung - Ketua Komisi A DPRD Kota Bandung Ahmad Nugraha melarang sekolah merayakan acara perpisahan di luar sekolah, yang digelar secara berlebihan atau mewah.

"Kalau misalnya itu terjadi, saya sangat prihatin dan menyayangkan. Apakah di sekolah tidak cukup, kenapa harus merayakan di luar sekolah yang memakan biaya mahal," ujar Ahmad kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa Kota Bandung, Jumat (10/6/2011).

Ahmad lebih menyayangkan lagi bila untuk menggelar acara tersebut, pihak sekolah memungut biaya kepada siswa. Pasalnya, hala itu akan menjadi masalah dan terjadi kesenjangan sosial. Bagi siswa yang tak mampu, menurut Ahmad, akan menjadi tertekan tersendiri.

"Seluruh kepala sekolah diharapkan jangan melakukan itu," kata dia.

Ahmad mewanti-wanti agar Disdik dan kepala sekolah tidak melakukan kegiatan perpisahan di luar sekolah. "Lebih kegiatan perpisahan dilakukan dengan sederhana di sekolah dengan kualitas yang terbaik," jelas dia.[den]

sumber : http://www.inilah.com/read/detail/1592802/sekolah-dilarang-rayakan-perpisahan-secara-mewah

Rabu, 08 Juni 2011

SMK RSBI Saat ini , di mata Seorang Perancangnya ? Apa Tanggapannya


“Program RSBI khususnya SMK saat ini tidak sesuai dengan pemikiran saya sewaktu pertama kali merancang program ini”
Kalimat tersebut menjadi pembuka diskusi sekaligus menyentak saya yang sedang asik menunggu pak Kurnijanto dari Cisco Academy bersama beliau di sebuah coffee shop di daerah Jakarta Selatan.
Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan atau disingkat Dikmenjur pada tahun 1998 – 2006 ini kemudian menambahkan, “SMK Internasional sebenarnya bukan dilihat dengan guru yang mengajar bahasa Inggris di sekolah tersebut, tapi dengan target minimal 10% lulusannya mampu bekerja di luar negeri sesuai dengan kompetensi yang diperoleh sewaktu sekolah.”
Direktur Dikmenjur yang masih tetap dapat disebut Direktur Dikmenjur karena saat ini nama institusinya sudah berubah menjadi PSMK ini lalu melanjutkan, “sewaktu merancang program RSBI, saya memiliki keinginan agar minimal 10% pangsa pasar kerja di luar negeri diisi oleh bangsa Indonesia. Coba bayangkan apabila ini terjadi, maka alur devisa akan mengalir ke negara kita, juga tingkat kesejahteraan akan naik pesat, serta jejaring Indonesia akan diperhitungkan di mata dunia.”
Saya manggut-manggut saja mendengarkan penuturan tersebut dan mencoba mencerna, lalu bertanya, “tapi bagaimana dengan kebijakan RSBI saat ini yang terkesan hanya menjadi Sekolah Rintisan Berbiaya Internasional ?”
“Biaya sekolah sebenarnya dapat diperoleh apabila sekolah itu kreatif dan memaksimalkan unit produksi yang dimiliki. Contoh, untuk SMK Pariwisata dapat memaksimalkan hotel training yang dimiliki untuk meneriwa siswa-siswi dari SMK di luar negeri melalui program pertukaran pelajar atau sister scholl. Jadi, pemasukan diperoleh, kerjasama juga dapat tercapai.”
Dari diskusi singkat tersebut saya jadi paham mengenai latar belakang konsep SMK RSBI pada saat itu yang sangat berbeda jauh dengan kondisi saat ini.
Pak Gatot juga bercita-cita, bahwa lulusan SMK itu memiliki komposisi minimal 10% bekerja di luar negeri, 30% bekerja di dalam negeri, 10-20% melanjutkan ke perguruan tinggi, dan selebihnya bisa berwirausaha atau mandiri. Juga, stigma internasional dapat dilekatkan pada sekolah yang bisa mencapai target tersebut.
Program SMK SBI juga tidak ditujukan untuk seluruh jurusan, melainkan pada jurusan atau program keahlian tertentu yang memang dibutuhkan di luar negeri seperti perhotelan, pariwisata, teknologi informasi, perkapalan, dan lain-lain. Bahkan ada satu harapan beliau adalah 10% pegawai hotel di seluruh dunia berasal dari Indonesia. Almarhum bapak Franklin JH. Nanuwasa telah memulai program tersebut melalui IHS Makassar-nya.
Proses pembelajaran bilingual atau dua bahasa juga tidak perlu diterapkan, yang penting adalah lulusan harus mampu berkomunikasi dengan baik dan benar menggunakan salah satu bahasa Internasional sesuai dengan tujuan dan kerjasama dari sekolah tersebut. Jadi intinya adalah penguasaan terhadap bahasa dari lulusannya, bukan gurunya yang harus mengajar menggunakan dua bahasa. Bukankah hakekat bahasa adalah untuk berkomunikasi ?
Contoh lain dari program Internasional ini untuk jurusan TIK di SMK adalah upaya Pak Gatot untuk memasukkan berbagai sertifikasi Internasional dalam kurikulum pendidikan. Contohnya adalah CCNA. Dengan memiliki kemampuan dan memiliki sertifikat CCNA, seorang tamatan SMK akan mampu untuk bersaing dalam bidang jaringan dengan siapapun di seluruh dunia, karena CCNA di Indonesia itu sama dengan CCNA di Amerika.
Jadi, mengapa justru SBI saat ini justru menjadi “Sekolah Berbiaya Internasional ?”
Mari tanyakan kepada rumput yang bergoyang…

Rabu, 25 Mei 2011

Kuliah Di Amerika Bisa Kredit !


Direktur Eksekutif Dewan Gabungan Amerika-Indonesia bidang Pendidikan Tinggi, David Green, beberapa hari lalu mengatakan tantangan yang masih dihadapi orang-orang Indonesia yang ingin belajar di Amerika adalah biaya pendidikan tinggi yang mahal.
Melalui dewan gabungan bidang kemitraan pendidikan tinggi AS-Indonesia, kedua pihak, kata David Green, menjajaki berbagai cara untuk mengurangi hambatan-hambatan biaya tersebut, di antaranya melalui program beasiswa untuk pelajar-pelajar Indonesia yang berkualitas. Terobosan terbaru yang sedang dibuat adalah program kredit pelajar, federal student loan, yang akan dapat diakses oleh pelajar asal Indonesia.
Green mengatakan, Dalam kurun 5 tahun, kami akan menyediakan program kredit pelajar independen. Ada ketertarikan dari organisasi-organisasi, terutama bank. Kami sedang menjajaki. Di Indonesia, akan ada program kredit pelajar melalui Sampoerna Foundation, programAccess America, yang akan diumumkan dalam beberapa pekan mendatang.”
Menurut Green, tantangan lain yang dihadapi pelajar-pelajar Indonesia adalah memperoleh visa yang sulit pasca serangan terorisme 9/11, persyaratan pendidikan Amerika yang kompetitif, dan kurangnya komunikasi mengenai profil institusi dan beasiswa yang diberikan pihak universitas.
Hambatan-hambatan tersebut telah menyebabkan penurunan jumlah pelajar asal Indonesia yang kuliah di Amerika, dari sebelumnya sekitar 14.000 orang pada 10 tahun lalu menjadi kurang dari 7.000 orang. Selain program beasiswa dan inisiatif kredit pelajar, dewan bidang pendidikan kedua negara juga mendorong partisipasi swasta untuk investasi di bidang pendidikan tinggi melalui program Corporate Social Responsibility, atau CSR.
Sementara itu, Konselor bidang Penerangan KBRI di Washington DC, Heru Hartanto Subolo, mengungkapkan pemerintah Indonesia telah memberikan beasiswa untuk mendorong mahasiswa Indonesia kuliah di kampus-kampus Amerika. Dari tahun 2008 hingga 2010, pemerintah telah menghabiskan 6 juta dolar AS untuk beasiswa belajar di Amerika. Jumlah ini, tegasnya, akan ditingkatkan.
Menurut dia, pengalaman belajar di luar negeri, termasuk di Amerika, berkontribusi dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi era globalisasi.
“Globalisasi adalah proses yang tidak bisa dihindari, jadi kita harus siap untuk menciptakan generasi masa depan. Pendidikan harus menjadikan Indonesia sebagai global citizen yang produktif. Kami optimistis, dengan kemitraan komprehensif dengan Amerika yang dibentuk tahun 2010 di mana pendidikan menjadi salah satu prioritasnya, ini penting untuk mencapai tujuan tersebut,” ujar Heru.
Kemitraan komprehensif Indonesia-Amerika telah diluncurkan secara resmi oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Amerika Barack Obama bulan November tahun lalu.

Sabtu, 21 Mei 2011

BLOG AZONERS PRODUCTIONS MULAI DI RESMIKAN

azoners-productions adalah productions house yang memproduksi berbagai macam produk multimedia mulai dari text animasi video design grafis website dll.
kini azoners productions memiliki official blognya dimana kalian dapat info terbaru cara membuat dan memproduksi produk-produk multimedia kalian bisa klik di
http://azonersproductions.blogspot.com atau di
http://www.azonerscompany.co.tv/
kami tunggu kunjungan dari kalian semua :D

Jumat, 20 Mei 2011

Aplikasi BB “Love Indonesia” Terbaik di Asia Pasifik


pengembang software/aplikasi dari Indonesia kembali unjuk gigi di tingkat dunia. Kali ini aplikasi “Love Indonesia” berhasil menjadi aplikasi super app terbaik di BlackBerry untuk tingkat Asia Pasifik.
Aplikasi tersebut berhasil menyingkirkan lebih dari 400 aplikasi untuk BlackBerry yang masuk. Selain Love Indonesia, Poynt, Vlingo Plus-Voice App, dan UbiNav EU juga dinobatkan sebagai pemenang regional di wilayahnya masing-masing pada ajang tahunan BlackBerry Partners Fund “Super Apps” Developer Challenge ketiga yang diumumkan 18 November 2010.    
Setiap pemenang akan menerima hadiah berupa paket yang bernilai lebih dari 85.000 dollar AS, termasuk keanggotaan khusus di BlackBerry Alliance Program, sebuah paket promo App, smartphones BlackBerry, penempatan aplikasinya di BlackBerry App World selama tiga minggu, dan masih banyak lagi.
Love Indonesia adalah panduan lengkap smartphones BlackBerry Indonesia. Merupakan portal gaya hidup gratis yang memberikan panduan kepada pengguna dalam menemukan apapun yang dibutuhkan dengan beragam fitur pencarian. Informasi yang disediakan adalah berbagai ulasan regular, promosi-promosi diskon dari berbagai toko di setiap kota di Indonesia, juga informasi seputar restaurant, hotel, belanja, film, berita, info lalu-lintas, acara dan banyak lagi. Selain dari aplikasi BlackBerry, layanan tersebut bisa dikunjungi melalui http://www.loveindonesia.com/.
“Ajang ini menjadi BlackBerry Partners Fund Developer Challenge yang terbesar dan yang paling menarik. Kami tidak hanya melampaui jumlah aplikasi yang yang masuk seperti tahun-tahun sebelumnya, namun juga kami melihat inovasi yang luar biasa banyak di semua aplikasi yang kami evaluasi selama proses penjurian,” ujar Kevin Talbot, Co-managing Partner di BlackBerry Partners Fund dalam rilis persnya.

Kamis, 19 Mei 2011

Fahma & hania pembuat software termuda di dunia!

Siapa bilang anak Indonesia cuma bisa main game saja. Anak Indonesia juga bisa buat game. Fahma Waluya Rosmansyah (12) adalah anak Indonesia yang masuk jajaran pembuat game dan ”software mobile” termuda di dunia!

Setidaknya saat ia dan adiknya, Hania Pracika Rosmansyah (6), memenangi lomba pembuatan ”software” Asia Pacific Information and Communication Technology Award (APICTA) International 2010 di Kuala Lumpur, Malaysia, Oktober lalu yang diikuti 16 negara.

“Buktikan kalau kamu bisa bikin aplikasi ponsel dalam lima menit?” Tanpa banyak gerak, Fahma dan Hania berembuk, menyambut tantangan Kompas. Fahma memberikan pilihan binatang apa yang akan dibuatkan grafisnya. Seorang relawan, anak kelas I SD, meminta Fahma membuat kupu-kupu.

”Tapi kupu-kupu kan enggak ada suaranya!” kata Hania, siswa kelas I SD di Bandung.

Fahma langsung bekerja di laptopnya. Dengan software Adobe Flash, ia menggambar sebelah sayap kupu-kupu menggunakan tetikus, sayap satunya lagi tinggal menduplikasi sehingga tak lebih dari satu menit rancangan grafis kupu-kupu selesai. Fahma mewarnai kupu-kupu yang kelak bisa bergerak. Kurang dari empat menit, animasi sudah tercipta, tinggal memasukkan suara.

Hania benar, kupu-kupu tak bersuara. Namun, Fahma tak kehabisan akal, dari mulutnya keluar suara ”keplek-keplek….” Suaranya lalu ia dekatkan pada laptop agar bisa terekam. ”Ini bukan suara kupu-kupu, tetapi bunyi kepak sayapnya,” kilah Fahma.

Ketika aplikasi itu diputar kembali, animasi berdurasi 10 detik itu muncul: seekor kupu-kupu warna-warni yang terbang mengepak-ngepakkan sayap bersuara ”keplek-keplek….” Animasi yang dibuat anak Indonesia dalam waktu lima menit. Fahma, siswa kelas I SMP di Bandung ini, memenuhi janjinya.

”Biasanya Hania yang menjadi dubber, pengisi suara berbagai aplikasi untuk ponsel yang diciptakan kakaknya,” kata Yusep Rosmansyah, ayah kedua kakak-adik itu, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Aplikasi lain yang dibuat Fahma tidaklah sesederhana kupu-kupu bersuara keplek-keplek. Jauh lebih rumit karena dia harus menyesuaikannya untuk aplikasi mobile yang bisa dinikmati pada ponsel.

Beberapa software yang diciptakan Fahma untuk ponsel, antara lain, Bahana (Belajar Huruf Warna Angka), DUIT (Doa Usaha Ikhlas Tawakal), Enrich (English for Children), Mantap (Matematika untuk Anak Pintar), dan Doa Anak Muslim (Prayers for Children).

”Pada saat adik saya berumur tiga tahun, ia sulit mengenali huruf. Lalu saya buatkan aplikasi sederhana di ponsel yang memungkinkan dia mengenali huruf, warna, dan angka. Soalnya, adik saya suka main-main dengan ponsel ibu,” kata Fahma.

Tak aneh kalau Fahma lalu membuat aplikasi di salah satu jenis ponsel Nokia berjudul ”My Mom’s Mobile Phone As My Sister’s Tutor” (Ponsel Ibuku untuk Belajar Adikku). Aplikasi itu ia buat dengan menggunakan Adobe Flash Lite.

Aplikasi lainnya, Enrich (English for Children), memungkinkan seorang anak lewat ponsel mempelajari bahasa Inggris dengan mudah. Fahma mengambil tokoh ”kodok” berkulit hijau untuk aplikasi ini.

Ada pilihan nama binatang dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, seperti sapi untuk cow dan singa untuk lion. Ketika kata cow dimunculkan, ia akan menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia dan terdengar suaranya.

Pada Enrich, selain binatang (animals), Fahma juga melengkapinya dengan buah-buahan (fruits), sayuran (vegetables), furnitur (furniture), dan tubuh manusia (our body). Semuanya bisa diterjemahkan secara ulang alik dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dan sebaliknya, lengkap dengan gerak, tulisan, suara, dan iringan musik.

Untuk kreativitas, Fahma tidak harus diajari oleh ayah atau ibunya, Yusi Elsiano. Contohnya saat Fahma membuat games mobile DUIT, ia memasukkan musik hasil permainan gitarnya.

Demikian juga pada Enrich dan Bahana, terdapat permainan gitar dia sendiri. Selain gitar, Fahma juga les komputer kepada seorang mahasiswa ITB, salah seorang murid ayahnya yang menjadi dosen ITB.

Yusep dan Yosi memberi peluang kepada kedua anaknya untuk berkembang. Semua karya Fahma tak ada yang dikomersialkan. Bahana dan Enrich bisa diunduh gratis di Ovi Store Nokia, sedangkan aplikasi lain bisa diunduh langsung dari blog milik ibunya, Perkembangananak.com.

Fahma mulai belajar aplikasi di Power Point saat duduk di kelas IV SD. ”Saya senang ngoprek dan nge-hack. Saya belajar Power Point sampai mentok sebelum belajar Adobe Flash untuk animasi,” kata Fahma yang memperdalam software untuk membuat aplikasi tiga dimensi dan belajar bahasa pemrograman C++.

Di APICTA, Fahma harus bertarung dengan siswa setingkat SMA. Ia mempresentasikan konsep di hadapan juri dengan aplikasi gerak buatannya yang memungkinkan presentasinya lebih menarik dan dinamis.

”Anak-anak Indonesia tak hanya bisa bermain PS (PlayStation), tetapi juga bisa membuat games sendiri yang keren,” kata Fahma tentang perlombaan yang diikutinya.

Software buatan Fahma dan Hania mengalahkan karya peserta dari negara lain dengan nilai ketat, yakni dengan karya peraih merit (runner up) SpringGrass karya Chung Hwa Middle School BSB (Brunei), Auto Temperature Descension Device by Solar Power karya Foon Yew High School (Malaysia), SimuLab karya Pamodh Chanuka Yasawardene (Sri Lanka), dan Destine Strategy karya Rayongwittayakom School (Thailand).

Pada akhir lomba, Fahma dan Hania menantang juri, sebagaimana ia menantang Kompas, mau dibuatkan animasi apa.

”Kok, anak ini berani menantang kami,” kata seorang juri, sebagaimana ditirukan Yusep.

Juri meminta Fahma dan Hania membuat gajah yang bisa bergerak lengkap dengan suaranya. Permintaan ini bisa diluluskan Fahma dalam waktu lima menit. Prestasi yang mendapat sambutan hangat juri dan peserta Asia Pacific Information and Communication Technology Award (APICTA) saat itu.

”Saya bilang sama juri internasional, ’I have proven!’ Saya bisa buktikan bahwa anak-anak Indonesia tidak hanya bisa main games, tapi juga bisa bikin games sendiri,” kata Fahma.

Atas prestasi yang ”spektakuler” untuk anak-anak seusianya, Fahma dan Hania mencetak rekor baru sebagai peserta termuda yang berhasil meraih juara APICTA. Kedua kakak-adik ini juga tercatat sebagai pembuat aplikasi Nokia termuda di dunia!
ini bukti visualisasinya courtesy from YOUTUBE.com

sumber : http://indonesiaproud.wordpress.com/...muda-di-dunia/

Siswi SMKN 1 Bantul Raih Nilai UN Tertinggi se-Indonesia

Yogyakarta - Atik Fajaryani (17) siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bantul berhasil meraih nilai tertinggi Ujian Nasional (UN) se-Indonesia. Nilai rata-rata yang diraihnya 9,60. Dua mata pelajaran yakni Matematika dan Bahasa Inggris diraih Atik dengan nilai sempurna yakni 10.

Kepala Sekolah SMKN I Bantul, Endang Suryaningsih mengaku kaget dan bangga ketika pengumuman kelulusan pada hari Senin 16 Mei kemarin, Atik Fajaryani siswi jurusan Akuntansi dinyatakan lulus dengan nilai tertinggi untuk hasil UN se-Indonesia. Asisten Mendiknas juga sudah menghubungi sekolah untuk memberitahukan hal tersebut.

"Tidak hanya sekolah kami saja yang bangga, tapi banyak pihak yang bangga atas prestasi yang diaraih anak didik kami," kata Endang kepada detikcom, Kamis (19/6/2011).

Menurut dia, Atik merupakan salah satu siswi yang pandai di sekolah. Setiap tahun dia terus menduduki ranking satu di kelas. "Anaknya memang rajin dan pandai. Itu terlihat dari hasil rapor dan laporan dari guru dan wali kelas," katanya.

Endang mengatakan saat ini sudah ada beberapa pihak yang menawarkan bea siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi kepada Atik. Dia berencana melanjutkan kuliah di jurusan akuntasi di perguruan tinggi negeri di Yogyakarta.

Menurut Endang, Atik lahir di Bantul 13 Juni 1993. Dia merupakan anak ke empat atau anak bungsu dari empat bersaudara. Orangtuanya bernama Sambudi yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani. Atik bersama orangtuanya tinggal di Dusun Gandekan Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan Bantul atau sekitar 7 kilometer arah barat SMKN 1 Jetis Bantul.

"Kami senang bila Atik bisa melanjutkan kuliah dengan bantuan bea siswa yang bakal diterima dari berbagai pihak itu," pungkas dia.

Bagus Kurniawan - detikNews
Sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/05/19/165848/1642742/10/siswi-smkn-1-bantul-raih-nilai-un-tertinggi-se-indonesia