Sabtu, 09 Oktober 2010

PANERAI PAM 177 Luminor Marina Titanium

Sudah cukup lama perhatian saya teralihkan dari brand Panerai setelah beberapa kali memiliki beberapa tipe, dan saya kembali ke 'selera asal' yaitu Rolex, Omega dan Seiko. Keinginan untuk mencoba memiliki dan memakai Panerai mulai muncul ketika saya membaca sebuah laporan GTG paneristi di New York beberapa waktu lalu. Dan juga ketika salah seorang rekan mendatangkan begitu banyak strap panerai de Indonesia. Karena sebelumnya saya selalu memiliki Panerai yang steel, maka kali ini saya mencoba untuk memiliki Panerai dengan material Titanium. Frankly speaking, sebenarnya saya kurang begitu suka dengan jam titanium karena bagi saya warnanya kurang menarik (kusam) dan tidak 'bling-bling' seperti steel. Tapi kalau saya punya steel lagi, nggak ada bedanya dong dengan koleksi sebelumnya...

Kebetulan salah seorang teman dekat sesama penggemar jam dan kebetulan seorang penggemar berat Panerai menawarkan saya jam ini (dari beberapa tawaran dia yang lain). Ini adalah satu-satunya jam titanium dalam pilihan itu. Sebelumnya saya memang ingin sekali punya PAM 111 (historic design dengan jarum detik), tapi tidak pernah kesampaian. Kebetulan PAM 177 yang ditawarkan ini adalah kembaran dari PAM 111 tapi dengan material titanium. Kebetulan sekali!
PAM 177 adalah model Luminor Marina (Marina menunjukkan water resist yang lebih dalam: 300m) dengan material titanium, berdiameter 44mm, memiliki jarum detik dan manual winding movement. Bawaan asli tipe ini adalah rubber strap dan crocodile strap berwarna coklat tua (cenderung ke maroon) seperti gambar diatas. Gambar PAM 177 diatas adalah gambar dari blog rekan sesama penggemar jam, karena saya belum sempat ambil foto jam ini dengan strap aslinya.

Seperti halnya para penggemar Panerai umumnya, hal pertama yang dilakukan adalah dengan mencaridan mengganti strap asli dengan custom strap, sedangkan strap yang asli disimpan. Begitu juga yang saya lakukan. Kebetulan saat ngobrol sore dengan seorang rekan sehobi, dia membawakan beberapa jenis custom strap dari merk Kain Heritage. Karena penampilan titanium ini cenderung berwarna gelap maka saya cari strap kulit yang warnanya juga soft. Maka dipilihlah strap berwarna coklat yang lembut, dan ternyata bagus sekali dipasangkan dengan casing titanium!

Kualitas strap dari Kain Heritage ini menurut saya bagus dan rapi buatannya. Finishing dan jahitan dibuat rapi, sedangkan kelenturan kulit tetap baik. Jahitan berwarna gelap serta buckle dibuat dalam finishing brushed steel. Buckle bawaan dari Kain ini unik karena size-nya yang besar.

PAM 177 masih menggunakan manual winding movement Cal.OP XI 17 jewels yang merupakan pengembangan baru dari Cal.OP II. Movement ini (seperti juga manual winding panerai lainnya) masih menggunakan movement manual dari ETA yaitu Cal.6497/2 dengan 21,600 bph. Perbaikan dari Cal.OP II adalah perbaikan pada swan neck regulator dan desain ulang bridges-nya oleh Panerai. Salah satu efek-nya adalah lama nya power reserve yang menjadi 56 jam.

Seperti pada desain tipe Historic lainnya, PAM 177 juga memiliki transparant caseback sehingga kita bisa menikmati kinerja manual movement-nya. PAM 177 dibuat sejak tahun 2004 (seri G) dan sampai sekarang jumlah produksi per tahunnya sangat sedikit, yaitu 2004: 500 buah; 2005: 900 buah, 2006: 800 buah; 2007: 500 buah; 2008: 700 buah dan 2009: 500 buah. Pam 177 yang saya miliki ini merupakan produksi tahun 2006 (Seri I).

Seperti halnya dengan PAM 111 dengan tahun produksi yang sama, PAM 177 ini sudah menggunakan dial model 'sandwich' yaitu sistem finishing dial yang 2 tingkat, dimana tingkat yang di bawah dilapisi dengan lapisan luminova yang dapat menyala dalam gelap. Sedangkan diatasnya lempengan yang dilobangi untuk penunjuk indeks jam.

PAM 177 menggunakan sapphire kristal Corundum setebal 3,5mm dengan anti reflective coating. Ketebalan kristal ini akan terlihat dari sisi samping.

Anggapan awal saya terhadap jam dengan material titanium yang cenderung terkesan kusam ternyata keliru, karena PAm 177 ini ketika dipakai terlihat menarik dan 'kalem'. Mungkin desain titanium ini terlihat jadi menarik karena desain jam yang tidak terlalu rame dan mungkin juga karena size-nya yang besar (44mm) sehingga lebih terkesan low profile dan tidak menylok ketika digunakan. I LOVE IT!..

Jumat, 08 Oktober 2010

Cara Mencari Keturunan F1 sampai F2 pada Persilangan Dihibrid ( hukum Mendel 2 )

Persilangan menurut Hukum Mendel II.

Jika disilangkan antara tanaman berbiji bulat kuning dengan tanaman berbiji kisut hijau, maka keturunan F1 dan F2 -nya dapat dijelaskan seperti berikut ini.


Parental ( P1 ) :
BbYy
( bulat kuning )
X
bbyy
( kisut hijau )


Gamet :
BY, By, bY, by

by

F1 ( keturunan Pertama ) :


BY
By
bY
by
by
BbYy
Bulat kuning
Bbyy
Bulat hijau
bbYy
kisut kuning
bbyy
Kisut hijau


F2 ( keturunan kedua ) :
Diperoleh dengan menyilangkan sesama F1

Yaitu :
  • 1. BbYy X BbYy, 2. BbYy X Bbyy, 3. BbYy X bbYy, 4. BbYy X bbyy
  • 5. Bbyy X Bbyy, 6. Bbyy X bbYy , 7. Bbyy X bbyy
  • 8. bbYy X bbYy, 9. bbYy X bbyy
  • 10. bbyy X bbyy
Gunakan bagan punnet seperti  waktu mencari keturunan F1, untuk mempermudah Anda dalam mencari keturunan kedua 
( F2 –nya )
Contoh : 1. Persilangan antara BbYy dengan BbYy


BY
By
bY
by
BY
BBYY
Bulat kuning
BBYy
Bulat kuning
BbYY
Bulat kuning
BbYy
Bulat kuning
By
BBYy
Bulat kuning
BByy
Bulat hijau
BbYy
Bulat kuning
Bbyy
Bulat hijau
bY
BbYY
Bulat kuning
BbYy
Bulat kuning
bbYY
kisut kuning
bbYy
kisut kuning
by
BbYy
Bulat kuning
Bbyy
Bulat hijau
bbYy
kisut kuning
Bbyy
Kisut hijau

Perbandingan / rasio fenotip F2 dari persilangan tersebut adalah : bulat kuning : bulat hijau : kisut kuning : kisut hijau =    9 : 3 : 3 : 1

Lanjutkan seperti contoh di atas untuk persilangan-persilangan berikutnya ( 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 )






Rabu, 06 Oktober 2010

SEAGULL Pilot China Air Force

Saat pertama kali saya melihat jam ini di sebuah forum arloji di internet, saya langsung tertarik dengan penampilannya yang sangat klasik. Jam ini merupakan re-issued dari jam pilot yang digunakan oleh angkatan udara China (PLAAF) pada tahun 1963. Karena itu tidak ada sama sekali tulisan berbahasa Inggris pada dial. Tulisan China yang letaknya di posisi angka 6 (katanya) bermakna "China" dan kalimat dibawahnya berarti "Tianjin Watch Factory". Desainnya dibuat semirip mungkin dengan versi aslinya. Diameter jam ini 38mm tanpa crown dan semua terbuat dari stainless steel. Yang menarik dari jam ini selain desain dial adalah cerita dari movement yang digunakan, yaitu clone dari manual chronograph movement Venus 175.

Venus 175 diproduksi bersamaan dengan keluarnya Lemania 2310 dari pabrik mereka Fabrique d'Ebauches Venus S.A. di Moutier antara tahun 1940 dan pertengahan 60an. Venus 175 banyak digunakan oleh banyak jam chronograph selama era tahun 40 dan 50-an. Breitling menggunakannya pada edisi awal tipe Chronomat dan Rodania menggunakannya pada tipe single button chronographs. Venus 175 sudah lama tidak lagi diproduksi, namun masih banyak pabrikan maupun individual yang masih memiliki movt ini dalam kondisi NOS untuk digunakan pada jam2 mereka dengan sedikit modifikasi.
Yang paling menarik dari sejarah Venus adalah bagaimana movt 175 ini bisa berpindah tangan ke Seagull (pabrik jam milik pemerintah China di Tianjin). Sekitar tahun 1957, sebuah pabrik jam di Moscow mulai memproduksi tiruan dari edisi awal Venus – yaitu Cal. 150. Movement ini kemudian menjadi legenda bagi 'Strela' movement (buatan Soviet) pada saat itu. Beberapa tahun kemudian Venus berencana untuk mengurangi jumlah movement yang mereka buat dan mulai berencana melakukan upgrade terhadap movement 175, menjadi Cal. 180. Rencana itu ternyata membutuhkan biaya besar, dan untuk mensiasatinya, Venus berniat menjual alat-alat produksi movement 175 mereka yang tidak terpakai. Pertama kali, mereka menghubungi Soviet yang sebelumnya pernah menjiplak movement Venus. Tapi ternyata karena suatu sebab politik, transaksi itu tidak terjadi. Kebetulan pada saat yang bersamaan pemerintah China sedang berencana utuk membuat jam chronograph untuk pilot pesawat tempur mereka dan sedang mencari movement yang akan dipakai untuk keperluan itu. Sebelumnya, pemerintah China selalu menggunakan movement dari Soviet “Strella” untuk jam-jam mereka, namun karena ada konflik politik maka pemerintah China berusaha mencari sumber yang lain. Venus kemudian menawarkan kepada pemerintah China semua alat-alat untuk memproduksi untuk cal.175.

Jadi, kalau dibilang movement jam Seagull ini palsu, tidak juga, karena Seagull membuat movement ST-19 (sebutan mereka untuk manual chronograph 19 jewels) dengan peralatan yang sama dengan yang digunakan oleh Venus dalam memproduksi movement ini. Memang pada prakteknya Seagull melakukan beberapa perbaikan terhadap movement ini hingga menjadi lebih baik. Seagull ST 19 atau Venus 175 ini adalah sebuah coloumn wheel manual chronograph yang handal, seperti juga movement chronograph dengan coloumn wheel lainnya. Perbedaan dengan versi asli dari Venus 175 adalah dari sisi finishing movement saja.

Pada bagian caseback digrafir dengan jelas sebuah kata dalam aksara China, logo Angkatan Udara China dan tahun yang menunjukkan versi asli dari jam itu yaitu 1963.

Desain dial dibuat satin finished dengan variasi indeks arabic dan broad arrow berwarna emas. Bagian yang menarik dari dial ini adalah penggunaan warna biru untuk jarum jam dan chronograph, sedangkan jarum detik besar berwarna merah. Desain tombol chronograph berbentuk kecil seperti jam-jam chronograph jaman dulu dan bentuk crown utama yang pipih. Jam ini dibuat hanya dalam jumlah sedikit dan saat ini sudah mulai banyak orang terutama penggemar jam2 pilot memburu keberadaan jam ini. Hal ini mungkin disebabkan karena desain yang klasik dan movement yang sudah teruji kehandalannya. Jam ini saya beli dalam keadaan New Old Stock, bahkan sticker biru di tombol chronograph masih ada.



Selasa, 05 Oktober 2010

Peranan VIRUS dalam Kehidupan

Keberadaan virus di bumi akhir-akhir ini sangat menyita perhatian, pikiran waktu bagi hampir semua kalangan manusia. Sebut saja , mulai dari para pemimpin dunia, para ilmuwan, pemimpin lokal sampai bahkan rakyat kecil. Bagaimana tidak ? karena "sepak terjang" sosok mahkluk ciptaan Tuhan ini yang sangat menghebohkan. Mulai dari cacar ( yang paling kuno ) hingga flu burung / avian influenza ( yang terkini, saat saya tulis ini ). 
Namun demikian, apakah benar bahwa sosok virus ini hanya menimbulkan kerugian dan kengerian manusia ?
Jawabannya tentu tidak , sebab beberapa pakar biologi terutama dalam bidang rekayasa genetika justru banyak "terbantu" oleh keberadaan Virus. Beberapa Virus yang dimanfaatkan dalam bidang tersebut antara lain :
  • Virus digunakan untuk memproduksi interveron, yakni sejenis senyawa yang dapat dimanfaatkan untuk mencegah replikasi virus di dalam sel inang ( hospes )
  • Profage dapat dimanfaatkan untuk mengubah fenotip bacteri sehingga menjadi bermanfaat dalam dunia kedokteran / medis
  • Virus digunakan untuk pembuatan vaksin berbagai jenis mikroba penyebab penyakit. Seperti vaksin sabin dan Salk untuk mencegah penyakit polio, vaksin Pasteur untuk mencegah penyakit rabies dll.
Kedepan, tentu akan banyak lagi temuan-temuan para ahli yang berkaitan dengan manfaat / kegunaan virus bagi kehidupan
Memang tidak bisa kita ingkari kalau kebanyakan virus yang ada di bumi ini menyebabkan kerugian dalam kehidupan kita. Terutama disebabkan oleh "kemampuan" virus menyebabkan berbagai macam penyakit baik pada manusia, hewan maupun tumbuhan yang dibudidayakan manusia.
Dalam dunia pertanian misalnya,  ada beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti :
  • Mosaik ( bercak kuning )  pada daun tembakau yang menghambat pertumbuhan tanaman tembakau. Virus penyebabnya dikenal dengan sebutan Tobacco Mozaik Virus ( TMV ).
  • Daun menggulung pada tanaman kapas dan lobak yang disebabkan oleh virus bernama Turnip Yellow Mozaic Virus ( TYMV ).
  • penyakit Tungro pada tanaman padi yang disebabkan oleh virus tungro
  • Penyakit kanker pada tanaman jeruk yang disebabkan oleh CPVD
Dalam dunia peternakan, ada beberapa penyakit yang juga disebabkan oleh virus, antara lain :
  • penyakit tetelo atau cekak atau New Castle Disease ( NCD ) yang menyerang sistem saraf unggas ( ayam, itik )
  • penyakit kuku dan mulut atau Foot and Mouth Disease yang menyerang organ kuku dan mulut hewan ternak seperti sapi, kambing, kerbau dan kuda
  • penyakit flu burung yang menyerang sistem pernapasan ternak unggas
Dan yang tak kalah menghebohkannya adalah, bahwa virus justru lebih banyak menimbulkan berbagai macam penyakit pada manusia. Beberapa di antara nya yang saat ini baru terkenal adalah :
  • Avian Influenza yang disebabkan oleh virus H5N1
  • Demam berdarah yang disebabkan oleh Virus Dengue
  • AIDS yang disebabkan oleh HIV ( Human Imunodeficiency Virus )
  • SARS
  • Flu Hongkong
dan masih banyak lagi penyakit-penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus.