Selasa, 05 Januari 2010

Fase 4: Lebih pasif dan mendalami merek kesukaan

Dalam Fase ini seseorang sudah lebih mature dalam meng-koleksi dan jenis koleksinya. Koleksi utamanya mungkin hanya 2 atau 3 brand dan fokus dengan mengumpulkan dari jenis-jenis yang berbeda. Pada fase ini seseorang tersebut juga mulai pasif dalam melakukan hunting jam antik, tapi lebih mengandalkan networking yang sudah dibentuk selama sekian tahun berkecimpung dalam hobby ini. Mungkin karena waktu untuk hunting yang semakin sedikit, atau karena dia tahu kalau ada barang bagus biasanya langsung dijajakan person to person dan tidak lewat media kios lagi. Atau juga (dan ini yang paling sering), jaringan yang sudah dia bentuk sudah tahu betul jenis dan standard jam yang dia cari, jadi begitu ada jam yang masuk dalam kriteria tersebut, si penjual tersebut akan langsung berikan. Salah satu konsekuensi dari hubungan ini adalah, terkadang kita membeli jam dari pemasok tersebut dari merek-merek yang bukan merupakan fokus kita, tapi jam-jam itu tetap dibeli karena untuk menjada hubungan dengan sang pemasok. Karena kalau kita seringkali menolak jam-jam yang dia tawarkan, bisa jadi lain waktu dia akan memasok ke orang lain.

Karena jaringan yang sudah terbangun baik dengan pedagang maupun sesama penggemar, maka 'pasokan' jam antik selalu saja ada walaupun tidak sesering waktu masih belum fokus. Saya sendiri, saat ini koleksi saya lebih banyak merupakan 'hibah-bermahar' dari sesama penggemar jam antik. Saya lebih nyaman bertransaksi demikian karena saya tahu standar dan kualitas koleksi teman sesama pe-hobi, sehingga tidak ada keraguan atau ketakutan mendapatkan barang palsu atau rusak. Setidaknya kalau dengan sesama penggemar ada rasa tidak enak kalau memberi jam yang tidak bagus kualitasnya. Media lain untuk mendapatkan jam antik yang kita inginkan adalah melalui acara kumpul bareng (Pasar Arloji) yang sudah beberapa kali diadakan oleh komunitas ini. Pada saat acara kumpul-kumpul ini pasti saja ada koleksi yang berpindah tangan baik lewat lelang ataupun jual langsung. Atau kalau tidak, kita lihat mana jam yang kita suka dan lakukan pendekatan personal dengan yang punya...

Karena merek yang jadi fokus sudah tertentu maka segalama jenis jam dari merek yang sama sebisa mungkin dikumpulkan juga. Alhasil, bisa saja seseorang memiliki beberapa buah jam yang sama atau mirip sekali. Contohnya gambar di bawah. Seorang rekan yang fokus pada merek Omega memiliki 6 buah Omega Seamaster dari tahun 70-an yang desainnya sama! tentu saja dengan semakin meningkatnya maturitas dalam meng-koleksi, standar jam yang akan dikoleksi juga meningkat kualitas kemulusannya.

Hal lain yang dilakukan seorang hobbyist jam antik pada fase ini adalah semakin menambah pengetahuan mengenai jam yang menjadi fokus koleksinya. Kegiatan mengeksplorasi merek tersebut melalui internet, buku maupun diskusi dengan rekan sesama hobbyist dapat menambah pengetahuan dan apresiasi terhadap merek-merek tersebut.

Terkadang seseorang yang sudah sedemikian lama bergulat dengan jam antik akan mengalami masa-masa bosan juga. Mungkin bosan dengan jenis jam yang dia miliki atau bosan dengan dunia jam antik itu sendiri. Kalau nggak kuat diri, maka yang terjadi koleksi jam yang sekian banyak itu pelan-pelan akan semakin berkurang karena dijual. Repotnya kalau keinginan untuk koleksi muncul lagi, akan menjadi repot karena semakin sulit untuk bisa mendapatkan kembali jam-jam antik dalam kondisi bagus. Saya yakin banyak dari teman saya yang saat ini tidak pernah lagi melihat koper-koper yang berisi jam-jam antik mereka, karena bosan. Tapi mereka tidak menjualnya, hanya disimpan saja. Dan saat ini lebih asyik bermain-main dengan jenis jam lain yang bisa jadi keluar atau malah berbeda sekali dengan tema koleksi utama mereka. Misalnya, mempelajari G-shock atau jam-jam jenis baru lainnya.

Salah satu kemungkinan yang terjadi pada fase ini adalah, jenis koleksi yang semakin spesifik dan unik. Hal ini dialami oleh beberapa rekan (dan mungkin juga saya). Misalnya saja, ingin mengoleksi Rolex antik yang memiliki jarum jenis pedang (dauphine hands) atau daun (leaf hands). Biasanya jenis Rolex seperti ini merupakan produksi sebelum tahun 1970. Memang Rolex jenis ini bagi saya lebih cantik dan berkarakter daripada Rolex generasi setelahnya yang menggunakan jarum model batang yang digunakan sampai sekarang. Konsekuensi dengan keinginan mengoleksi jam jenis ini adalah keberadaannya yang jauh lebih jarang dari tipe yang biasa dan kondisinya tentu sangat jarang pula yang bagus.

mahal ini.Atau bisa juga karena merasa 'jenuh' dengan koleksi yang ada, maka seorang hobbyist itu membuat 'tema sempalan' yang berbeda sama sekali. Contohnya seperti gambar dibawah. Tema baru dalam koleksinya adalah semua jam dengan dial warna hitam, apapun merek-nya yang penting dialnya hitam. Untuk tema baru ini kemungkinan untuk bisa mendapatkan jam yang sesuai dengan kriterianya lebih besar karena tidak merujuk pada meek-merek tertentu saja. Tema lain yang pernah coba saya lakukan adalah mengoleksi jam dengan tema Diver, tidak peduli jam itu baru atau antik, yang penting jam diver! tapi tema-tema baru itu akhirnya memang tidak bertahan lama karena hanya untuk mengisi kejenuhan saja, sedangkan koleksi utama tetap tak terganggu. Hal ini juga dilakukan oleh teman pertama saya dalam koleksi jam antik ini, meskipun koleksi utamanya adalah Rolex dan Omega, tapi saat-saat ini dia juga membeli merek-merek low-end lama seperti Titus, Nelson dll dalam kondisi yang sangat bagus. Mungkin perlu juga dilakukan hal-hal seperti ini agar ada variasi dalam kegiatan/ hobi yangmahal ini.

Minggu, 03 Januari 2010

Asal Mula Nama Indonesia

Teman-teman tahu nggak asal mula nama negara kita ini?? kalau belum tahu, neh anax kolonx kasih tahu. Asal mula sebutan nama Indonesia sehingga menjadi istilah hukum yang dicantumkan dan digunakannya dalam UUD 1945 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945. Simak baik-baik ya..... :okay:
Istilah nama Indonesia terbentuk dari suku kata : Indonesia yang berasal dari kata latin yaitu ; India atau Hindus dan suku kata Nesia yang berasal dari kata Yunani ; Nesos, yang berarti Pulau, yang selanjutnya dapat diartikan sebagai negara kepulauan.:siga:

Yang menemukan nama Indonesia adalah
James Ricardson Logan seorang ahli hukum kelahiran Skotlandia, ia menerbitkan : The Journal Of Indian Archipelago and Eastern Asia pada tahun 1847. Dengan terbitnya karangan Rusel Jones di majalah Archipel 6, SECMI 1973, yang berjudul Ear Logan and Indonesia, maka tumbuhlah pengertian dan anggapan baru tentang nama Indonesia. Dalam buku karangan Rusel Jones, ia berhasil mengungkapkan jasa GSW Eart seorang ahli hukum inggris kelahiran London (1813-1865). Ia telah menjelajahi "The Eastern Seas" sampai Australia, telah menulis : On The Leand Characteristic Of The Papuan, Australia and Melayu Polynesia Nation (1850). diterbitkan dalam Journal J.R logan Volume IV. Sebelum GSW. Earl yang berjudul : Sepertu tersebut, orang-orang Hindu menyebut "Dunia Kepulauan" dengan nama Dwipantara. Oleh sarjana-sarjana Eropa khususnya para sarjana Inggris memberi nama "Dunia kepulauan" selalu dihubungkan dengan nama Hindia. Dwipantara atau Nusantara disebut juga dengan nama "Indian Archipelago", nama yang diciptakan oleh John Crawfued dalam bukunya History of The Indian Archipelago". John Crawfued telah memberikan perubahan menonjol karena telah dapat merubah sedikit kebiasaan lama untuk menanamkan daerah sebelah timur gangga dengan sebutan India beyond the ganges atau Ultra gangetic India yang merupakan pengaruh penamaan yang ditinggalkan oleh Ptolomeus seorang Alexandria. Kamudian timbul sebutan lagi, yaitu East India.

Selanjutnya Hirce St. John memakai istilah Indian Archipelago dalam bukunya yang berjudul The India Archipelago, Its History and Present State (1953). Juga J.H. Moore memakai dalam karyanya yang berjudul Notice Of The Indian Archipelago and Adjecent Countries (1837).

Pada tahun 1869 sarjana A.R Wallace menerbitkan buku berjudul Malayana Archipelago. Para sarjana Prancis seperti halnya Dr. Pichard dalam bukunya Phisycal Histoy of Mankind telah menggunakan sebutan malaisian untuk menamai orang-orang berkulit sawo matang yang mendiami wilayah dwipantara. Akhirnya lahirlah istilah malaysia archipelago sebagai bandingan terhadap istilah A.R. Wallace, sedangkan di kalangan sarjana Prancis tumbuh istilah Oceania et Malasia.



Dengan berdasarkan beberapa tulisan, nampak bahwa mula pertama yang menciptakan rintisan nama Indonesia adalah GSW. Earl. Selanjtnya beliau sendiri lebih menyukai istilah Melayunesia dengan alasan karena istilah Indonesia ternyata lebih luas isinya hingga mencakup penduduk kepulauan Maladewa, dalam istilah JR Logan istilah Indonesia mulai muncul secara teratur ke arah penempatannya secara mantap.

Nama Indonesia itu kemudian menjadi terkenal dan tenar berkat jasa Prof. Adolf Bastian, guru besar Ethologi pada Universitas Berlin yang menulis buku Indonesia Order Die Inselndes Malaychen Archiples. Pada tahun 1913 muncul satu nama lain, seperti dipakai nama pelopor Indiche Partij yang telah dibubarkan oleh Belanda. Mereka mendirikan kembali partai baru dengan nama Partij Insulinde. Dimana nama tersebut merupakan ciptaan dari Multatuli pada tahun 1859 dalam bukunya Max Haveelar. Insulende sama dengan Indonesia, yang berasal dari kata Inseln, artinya pulau-pulau dan kata indie yang berarti Indo atau Hindus. Insulinde diciptakan untuk mengganti sebutan Indian Archipelago.

Perkembangan populer nama Indonesia masih terus berlanjut, terutama setelah tahun 1922 Universitas Leiden mendirikan jurusan Indologi dalam lingkungan Vereenigne Faculteiten Der Rochten En Letteren En Wijs Begeerte dibawah pimpinan Prof. C. Van Vollenhoven. Dengan semakin terkenalnya nama Indonesia, secara ilmiah mempengaruhi para pemuda dan mahasiswa kita yang belajar di Belanda menjadi makin tertarik perhatiannya, hingga pada tahun 1925 mereka merubah nama perhimpunan Indische Vereeninging menjadi Indonessesche Vereeninging yang kemudian menjadi Perhimpunan Indonesia. Sejak itu mulailah untuk pertama kalinya istilah Indonesia digunakan dalam arti politik, karena yang dimaksud Indonesia oleh Perhimpunan Indonesia adalah wilayah Nederland Indie. Apabila kemudian pada hari Sumpah Pemuda tahun 1928, nama Indonesia diikrarkan menjadi nama bangsa, tanah air, dan bahasa Indonesia, maka indie yaitu bagian wilayah Indian Archipelago yang dikuasai Belanda. Dan sejak tanggal 17 Agustus 1945 itu semua sebutan Nederlandsche Oost Indische atau variasinya diganti menjadi Indonesia. Sebutan Indische Archipelago diganti menjadi archipel Indonesia dan sebagainya. Ngantuk ya baca ini:yawn:, ya abis banyak kata asingnya, aku juga pegel mostingnya,:antok: tapi nggak masalah, karena berbagi itu indah,:sweaty: apalagi sejarah negara kita sendiri. :wave:

SWATCH Group Stop menjual Ebauches ETA ke non-SWATCH Group

Ini adalah berita paling besar dalam dunia bisnis horology dunia: "Swatch Group memutuskan untuk tidak lagi menjual ebauches (movement blank, partial, parts) ke produsen jam lain diluar group". Sebenarnya momen ini diyakini akan terjadi karena jauh-jauh waktu sebelumnya sudah tersiar keinginan Swatch Group untuk melakukan hal ini.

Pada Bulan Juli 2002, ETA mengumumkan untuk pertama kalinya rencana mereka untuk tidak lagi menjual blank movement ke produsen lain diluar group mereka. rencana ini awalnya akan dimulai per tahun 2006. Pada 13 Agustus 2002, Jaquet SA, assembler movement yang berbasis di La Chaux de Fonds, bersama dengan Sellita (assembler juga) mengajukan gugatan ke Swiss Anti Trust Committee (SATC). Mereka mengajukan gugatan karena bisnis model mereka sangat terkait erat dengan supply abauches dari ETA dan apabila ETA tidak lagi mensuplly ebauches ke mereka maka dapat dikatakan bahwa bisnis mereka akan hancur, begitu juga klien-klien mereka yang sangat bergantung pada proses asembling movement dari Jaquet dan Sellita, akan dapat juga gulung tikar. Akhirnya setelah melalui proses arbitrase, negosiasi dan investigasi, SATC memutuskan agar ETA menunda rencananya sampai dengan tahun 2010. Which is now!

ETA setuju dengan keputusan itu, namun dengan skenario tertentu, yaitu mereka akan secara pelan-pelan mengurangi pasokan ebauches ke industri dan yang dijadikan patokan besaran supply adalah pasokan dari tahun 1999-2001. Skenarionya adalah: pasokan akan menjadi 85% pada tahun 2008, 50% pada tahun 2009 dan 25% di tahun 2010. Setelah tahun 2010, ETA hanya menjual fully assembled movement yang siap pakai dan tidak lagi blank movement.

Mengapa dunia horologi dan industri jam di dunia begitu meng-khawatirkan rencana ini? ETA adalah perusahaan spesialis pembuat movement dan ebauches yang masuk dalam Swatch Group. Produksinya sangat ber-variasi dari mulai low-end sampai high-end movement untuk mechanical dan juga quartz movement. ETA memegang beberapa merk movement seperti Valjoux, Pesseux dan Lemania. Selain men-supply movement dan ebauches ke perusahan dalam Swatch Group, ETA juga menjualnya ke perusahaan di luar group. ETA memonopoli penjualan movement ini karena hampir sekitar 90% perusahaan jam merupakan konsumen ETA! jadi bisa dibayangkan kalau sekiranya ETA tidak lagi menjual movement ini kepada mereka. Perubahan yang nyata terjadi pada perusahaan jam asal itali UBoat. Menurut informasi, konsumen U Boat harus menunggu lebih lama pasokan tipe terbaru dari brand ini karena U Boat dikatakan kesulitan pasokan movement ETA untuk jam-jam mereka.

Apa yang akan dilakukan ETA pasca tahun 2010? Nicholas Hayek, President SWATCH Group mengatakan bahwa ETA hanya akan membuat fully assembled movement dan konsumen yang membelinya tidak dapat lagi melakukan banyak perubahan terhadapnya. Hayek mengatakan langkah besar yang dilakukan oleh group adalah juga untuk menyelamatkan industri jam Swiss dari krisi yang mengancam. Dikatakan bahwa sudah beberapa dekade kemajuan pengembangan movement di Swiss menjadi stagnan karena banyak produsen jam yang sangat bergantung pada ETA sebagai pensuplly bahan dasar untuk pengembangan movement mereka. Sampai saat ini ebauches yang dijual oleh ETA merupakan 'bahan dasar' bagi banyak produsen jam untuk mengembangkan movement sesuai dengan keinginan masing-masing. Nama-nama besar seperti Breitling, IWC, Tag Heuer dll adalah juga konsumen ETA, walaupun khusus untuk IWC, mereka juga membuat in house movement untuk tipe-tipe tertentu. Breitling sebagai konsumen terbesar movement Valjoux 7750 dan jenis chronograph lain, saat diminta komentarnya terhadap perubahan kebijakan ETA ini mengatakan bahwa mereka akan tetap membeli finished movement dari ETA karena sampai saat ini tidak ada alternatif lain bagi mereka. Breitling saat ini juga sudah mulai membuat in-house movement untuk jam-jam mereka. Produsen lain adalah Dubois Depraz yang memiliki spesialisasi dalam pembuatan modul chronograph juga mengatakan hal yang sama dengan Breitling karena sampai saat ini Dubois Depraz memiliki 'ketergantungan' besar terhadap movement yang dibuat oleh ETA. "We have no other choice", kata mereka.


Dalam sebuah forum Panerai hal ini juga hangat dibicarakan. Sudah diketahui oleh umum bahwa movement yang digunakan oleh panerai sebagian besar juga berasal dari ETA. Pada Panerai basic model mereka menggunakan Unitas 6497, manual movement yang sudah berusia 50 tahun namun kehandalannya tidak mengecewakan sampai sekarang, karena itu sangat valid alasannya bagi Panerai (yang merupakan bagian dari Richemont Group-saingan terbesar Swatch group) untuk tetap menggunakan ETA. Movement lain yang digunakan oleh Panerai adalah Jaeger, Angelus dan movement inhouse (Cal.P999). Dengan berubahnya angin kebijakan dari Swatch Group ini ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi dengan Panerai yaitu, mereka tetap membeli 6497 dengan konsekuensi harga yang lebih tinggi atau berkutat dengan R&D untuk membuat movement in house bagi basic line mereka. kalau pilihan kedua yang diambil, mereka harus mengeluarkan dana begitu besar untuk memulainya. Sebagai informasi, ongkos awal pembuatan basic movement in-house adalah 10 juta Swiss Franc.
Lantas, apa dampak besarnya terhadap industri jam di Swiss, berikut adalah kemungkinan yang akan terjadi:

1. Perusahaan-perusahaan jam kecil yang hidupnya saat ini sangat bergantung pada supply ETA akan mulai kesulitan nafas dalam berproduksi karena harga untuk sebuah finished movement dari ETA jauh lebih mahal apabila mereka hanya membeli ebauches, kirim ke assembler dan kemudian pasang di jam mereka. Akan datang saatnya kematian bagi merek-merek kecil atau juga jam-jam yang sifatnya hanya dipasarkan secara khusus dan menggunakan movement dari ETA.

2. Merek-merek besar akan berlomba dan mulai memaksa R&D mereka untuk membuat in-house movement. Nama-nama seperti Roger Dubuis, Maurice Lacroix, Alpina, Breitling, Bulgari sudah merintis jalan ke arah sana. Atau mereka juga bisa membeli pabrik movement kecil untuk kemudian dikembangkan dengan teknologi terkini. Langkah smart ini telah dilakukan oleh Montblanc dengan menggandeng Villeret untuk mengisi casing jam-jam high end dari Montblanc.

3. Akan tumbuh ETA-ETA baru untuk mengisi kekosongan pasokan ini. Sellita, sebuah perusahaan yang awalnya adalah assembler untuk movement ETA akhirnya bisa membuat movement automatic sendiri dengan nama SW200 yang merupakan copy dari seri ETA klasik 2824-2. Hal ini dimungkinkan karena beberapa movement ETA klasik sudah tidak lagi dilindungi oleh hak patent untuk penciptaan jadi siapapun bisa membuat duplikasinya, dan Sellita ternyata membaca peluang besar ini. Saat ini brand-brand seperti ORIS, Invicta dan merek kecil lain sudah mulai menggunakan movement Sellita.

4. Bagi merek-merek yang masih menggunakan ETA sebagai pengisi jam mereka, konsekuensi yang kemungkinan terjadi adalah naiknya harga jual ke konsumen karena biaya modal juga semakin tinggi, kecuali mereka mau mengurangi marjin keuntungan agar kenaikan tidak menjadi lebih besar.

5. Dampak besar hanya terjadi pada jam-jam yang menggunakan mekanikal movement karena penghasil jam quartz masih sangat banyak dan movement seperti ini bukanlah sesuatu yang sulit dan mahal untuk dibuat. pangsa pasar jam mekanik sendiri hanyalah 10% dari total pangsa pasar jam tangan di dunia.

Mengukur Temperatur Processor

Tahun baru, semangat baru, posting pun harus baru juga. :okay:Mengawali postingan kedua di awal tahun baru ini, anax kolonx mau kasih tips seputar komputer. Processor menjadi sub tema dalam postingan ini.

Pernahkah sebelumnya kamu memperhatikan kesehatan processor komputer kamu, misalnya kamu mengecek suhunya, sehingga bila terjadi overheat kita bisa mengantisipasinya lebih dini, dan hal ini tentunya akan memperpanjang usia komputer kamu. Ada banyak cara untuk mengecek suhu processor. Pertama bisa dari sensor yang ada di motherboard persis di socket processor. atau bahkan di dalam processornya itu sendiri seperti di core 2 duo. Kedua, bisa lewat BIOS, kalau lewat BIOS caranya sangat mudah sekali.
Kamu tinggal masuk ke BIOS, lalu cari menu bernama "PC Health Status", "System Health", "Hardware Monitor", "Sensors" atau yang lainnya sebab tiap BIOS menggunakan istilah yang berbeda-beda. Sedangkan cara yang ketiga menggunakan aplikasi. Aplikasinya bernama Speed fan

HD 0 : 34C > merupakan suhu hardisk
core 0 : 56C > merupakan suhu processor
untuk setiap komputer data-datanya pasti berbeda karena processornya juga beda, tapi gampang aja kalau mau tahu suhu processornya, biasanya kalau nggak core ya temp smile. Gambar di atas adalah speedfan dijalankan pada processor intel celeron.

Kamu mungkin ingin tahu, mana yang lebih baik dijadikan patokan untuk melihat temperatur processor.surprised Yang lebih baik adalah menggunakan aplikasi seperti speedfan itu. Alasannya adalah, saat melihat temperatur lewat BIOS, processor masih dalam keadaan sangat-sangat santai. Karena BIOS cuma bisa diakses sebelum masuk ke OS, kan? Nah apabila menggunakan aplikasi yang notabene harus dilakukan dari dalam OS, tentu processor tersebut sudah dalam keadaan beban kerja yang sebenarnya. Bukan dalam keadaan santai lagi. Jadi disitulah temperatur yang mesti diperhatikan. Selain itu memantau temperatur lewat desktop tentunya jauh lebih mudah daripada dari BIOS. smile

Nah, setelah mengetahui berapa temperaturnya, mungkin kamu pengen mengaturnya agar speedfan memberi semacam peringatan bila temperaturnya sudah mencapai maksimum, berikut caranya : cool
1. Di speedfan,pilih tab readings,lalu klik configure.

2. Selanjutnya pilih tab events. Di bagian if, pilih item yang menunjukkan ke temp. Kemudian di sebelah kanannya pilih simbol >= dan di sebelahnya lagi isi dengan temperatur maksimal processor kamu. Berapa temperatur maksimal processor kamu? Bisa dilihat pada gambar di bawah ini (untuk AMD) :

untuk intel ini tabelnya sedangkan yang ini untuk cyrix


3. Masih di tab configure, di bagian For x times (memilki arti bahwa kondisi yang ada di nomor 2 tadi perlu diverifikasi x kali berturut-turut sebelum aksi dilakukan. Contohnya, bila x itu kita isi dengan nilai 3, maka speedfan akan memeriksa 3 kali berturut-turut apakah benar temperatur processor sudah mencapai maksimum temperatur yang di set tadi.

4. Di sebelahnya atau allow every x seconds berfungsi sebagai interval waktu aksi. Contohnya bila x itu kita isi dengan nilai 5, maka jika kondisi nomor 3 terpenuhi, speedfan akan melakukan aksi yang di pillih tiap 5 detik.

5. Berikutnya adalah then, yang merupakan bentuk dari aksi. Aksi ini berupa eksekusi file tertentu, memunculkan jendela pop up, mengirimkan pemberitahuan lewat e mail, atau membunyikan alarm. Misalnya kamu ingin aksi yang dipakai adalah memunculkan jendela pop up, maka pilih pop up message, dan tulis pesan yang ditampilkan. Misalnya udahan dulu dunk maen komputernya, panas neh, bisa mledak ntar ne komputer".

6. Jangan lupa untuk mengklik add dan selalu menjalankan speedfan bila ingin memantau temperatur.

Jika ada kondisi-kondisi lain yang ingin ditambahkan, silakan saja karena speedfan bisa memantau dan melakukan beberapa aksi sekaligus sesuai dengan parameter yang kamu atur.wink
Oh ya kalau mau mendownload speedfan klik aja di sini. Makasih atas perhatiannya, met sore (waktu aku posting ne dah sore,he2 dan sebentar lage nonton kera sakti) mrgreen