Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Maret 2012

Manfaat Sedekah (Bisa Menunda Kematian)

Kematian memang di tangan Allah. Tapi ada satu hal yang bisa membuat kematian menjadi sesuatu yang bisa ditunda, yaitu kemauan bersedekah, kemauan berbagi dan peduli.

Suatu hari, Malaikat Kematian mendatangi Nabiyallah Ibrahim, dan bertanya, “Siapa anak muda yang tadi mendatangimu wahai Ibrahim?”

“Yang anak muda tadi maksudnya?” tanya Ibrahim. “Itu sahabat sekaligus muridku.”

“Ada apa dia datang menemuimu?”

“Dia menyampaikan bahwa dia akan melangsungkan pernikahannya besok pagi.”

“Wahai Ibrahim, sayang sekali, umur anak itu tidak akan sampai besok pagi.” Habis berkata seperti itu, Malaikat Kematian pergi meninggalkan Nabiyallah Ibrahim. Hampir saja Nabiyallah Ibrahim tergerak untuk memberitahu anak muda tersebut, untuk menyegerakan pernikahannya malam ini, dan memberitahu tentang kematian anak muda itu besok. Tapi langkahnya terhenti. Nabiyallah Ibrahim memilih kematian tetap menjadi rahasia Allah.
Esok paginya, Nabiyallah Ibrahim ternyata melihat dan menyaksikan bahwa anak muda tersebut tetap bisa melangsungkan pernikahannya.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun, Nabiyallah Ibrahim malah melihat anak muda ini panjang umurnya.

Hingga usia anak muda ini 70 tahun, Nabiyallah Ibrahim bertanya kepada Malaikat Kematian, apakah dia berbohong tempo hari sewaktu menyampaikan bahwa anak muda itu umurnya tidak akan sampai besok pagi? Malaikat Kematian menjawab bahwa dirinya memang akan mencabut nyawa anak muda tersebut, tapi Allah menahannya.

“Apa gerangan yang membuat Allah SWT menahan tanganmu untuk tidak mencabut nyawa anak muda tersebut, dulu?”

“Wahai Ibrahim, di malam menjelang pernikahannya, anak muda tersebut menyedekahkan separuh dari kekayaannya. Dan ini yang membuat Allah memutuskan untuk memanjangkan umur anak muda tersebut, hingga engkau masih melihatnya hidup.”

Saudara-saudaraku, pembaca “Kajian WisataHati” dimanapun Anda berada, kematian memang di tangan Allah SWT. justru itu, memajukan dan memundurkan kematian adalah hak Allah. Dan Allah memberitahu lewat kalam Rasul-Nya, Muhammad saw bahwa sedekah itu bisa memanjangkan umur. jadi, bila disebut bahwa ada sesuatu yang bisa menunda kematian, itu adalah…SEDEKAH.

Maka, tengoklah kanan-kiri Anda, lihat-lihatlah sekeliling Anda. Bila Anda menemukan ada satu-dua kesusahan tergelar. maka sesungguhnya Andalah yang butuh pertolongan. Karena siapa tahu kesusahan itu digelar Allah untuk memperpanjang umur Anda. Tinggal apakah Anda bersedia menolongnya atau tidak. Bila bersedia, maka kemungkinan besar memang Allah akan memanjangkan umur Anda.

Saudara-saudaraku sekalian, tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajalnya akan sampai. Dan, tidak seseorangpun yang mengetahui dalam kondisi apa ajalnya tiba. Maka mengeluarkan sedekah bukan saja akan memperpanjang umur, melainkan juga memungkinkan kita meninggal dalam keadaan baik. Bukankah sedekah akan mengundang cintanya Allah? Sedangkan kalau seseorang sudah dicintai oleh Allah, maka tidak ada masalahnya yang tidak diselesaikan, tidak ada keinginannya yang tidak dikabulkan, tidak ada dosanya yang tidak diampunkan, dan tidak ada nyawa yang dicabut dalam keadaan husnul khatimah.

Mudah-mudahan Allah berkenan memperpanjang umur, sehingga kita semua berkesempatan untuk mengejar ampunan Allah dan mengubah segala kelakuan kita, sambil mempersiapkan kematian datang. Amin...

Penulis : Arya Putra
Blog : http://collection27.blogspot.com/

Rabu, 21 Juli 2010

Bagaimana Mengatasi Rasa Malas dan Penundaan

Satu hal yang paling menghambat perkembangan manusia untuk meraih kesuksesan dalam hidup adalah senangnya mereka menunda sesuatu. Bahkan mereka lebih memilih, sampai keadaan kritis terlebih dahulu baru bertindak , dan terkadang ini akan terlambat.

Coba Anda pikirkan jika Anda
bisa Mengatasi Rasa Malas atau Penundaan , tentunya sekarang Anda sudah terus bekerja keras meraih cita-cita atau impian Anda, sehingga kelak nanti saat sudah sukses, Anda tidak akan terlambat saat orang tua Anda ingin berobat, atau membayar biaya masuk sekolah anak Anda nantinya. Atau bahkan untuk kebutuhan pribadi Anda sendiri, seperti membeli rumah.

Belum lama ini TDWClub melalui salah satu penulisnya Tung Desem Waringin,
mengupas tentang 11 alasan mengapa seseorang menunda melakukan sesuatu
dan bagaimana caranya kita bisa menang terhadap hal tersebut, dalam eBook "How to Destroy Procrastination in Life BLUEPRINT". Dan untuk kali ini, jangan Anda menunggu besok atau minggu depan, segera Anda pelajari dan tuai keajaiban demi keajaiban dalam hidup Anda, karena Anda tidak menunda dan terus bergerak maju untuk mencapai cita-cita Anda. Jangan menunda lagi, sekaranglah saatnya Anda belajar Mengatasi malas dan menghilangkan penundaan !  
follow facebook TDWClub : Facebook TDWClub
follow twitter TDWClub : Twitter TDWClub



Minggu, 04 April 2010

Sudah Siapkah Kita bila Kelak Dipanggil-NYA

Khotbah jumat menggema di hari yang mulia itu. Tak seperti biasanya, aku begitu tegang mendengarkannya. Telingaku tergugah saat terlempar kata-kata dari sang khotib yang kurang lebih intinya begini “Sudah siapkah kamu bila suatu saat nanti dipanggil Allah?” begitu dahsyatnya kata-kata itu hingga tak hanya telinga yang tergugah tapi hatipun seakan dibangunkan dengan sentuhan qalbu yang menggetarkan. Kata-kata itu memiliki makna yang sangat dalam, seseorang mati tidak hanya mati,
tapi setelah mati akan ada kehidupan yang sebenarnya. Dan inilah perbedaan siklus kehidupan antara manusia dan hewan. Hewan hidup untuk mati, sedangkan manusia mati untuk hidup.

Dunia hanyalah tempat persinggahan sementara manusia sebelum memasuki kehidupan yang kekal. Dunia sebagai tempat untuk kita menabung kebajikan yang merupakan bekal buat kita setelah mati kelak. Resapilah sejenak untaian kata-kata ringan tapi memiliki makna yang tak ringan tersebut. Jadi, yang ada dalam pikiran kita dalam kehidupan adalah berbuat baik, makin baik, selalu baik dan harus baik. Buang segala pikiran untuk menggantinya dengan perbuatan yang tak baik. Kenapa banyak orang serakah, banyak orang korupsi, tak sedikit penipuan di sana sini,banyak orang iri, kebohongan bertebaran tak karuan.

Apakah mereka tak sadar kalau manusia itu hanyalah setitik air dalam samudra yang luas. Ada Tuhan yang selalu mengawasi kita sepanjang waktu dengan kuasa-NYA yang sangat tak terbatas sepanjang hari, ada 2 malaikat yang selalu mengintai dan mencatat perbuatan baik dan buruk kita. Kenapa kalau kita lagi diawasin oleh sesama manusia saja baru kita bisa agak lebih teratur,, tapi bila tak ada pengawasan lagi dari manusia, tingkah lakupun menjadi tak karuan lagi. Padahal tanpa ada pengwasan dari manusiapun kan kita sudah sepanjang hari dimonitor oleh Tuhan, tapi mengapa pada saat itu kita tidak sadar dan masih saja nikmat duniawi menjadi dewa dalam kehidupan.

Sadarlah wahai manusia, kita tak akan penah tahu kapan kematian itu datang, dan jikapun tahu, kita tak akan bisa menolaknya  meskipun kita berada dalam suatu benteng yang sangat kokoh dengan pengawasan keamanan yang super aman melebihi secret security nya  presiden Barrack Obama saat akan berkunjung ke Indonesia dalam waktu dekat ini. 

Masa depan yang kekal itu ditentukan oleh diri manusia sendiri, mumpung masih diberi kesempatan untuk menabung kebajikan, lakukanlah dengan niat yang tulus hanya mengharap Ridho-NYA. Mengutip sebaris kata dari orang bijak ; “siapa yang menanam bakal menuai” tanamlah kebajikan dan kamu akan menuai kebajikan pula, dan sebaliknya. Segala bentuk kebaikan walaupun sekecil apapun, pasti akan mendapat balasan, dan keburukan apapun yang kita perbuat walaupun kecil akan mendapat balasannya juga. Bahkan jika kita berbuat baik, misalnya sedekah, kita akan dibalas-NYA dengan 10X lipat. Jadi buat apa kita berbuat buruk ?? hanya semakin menambah dosa dan memberatkan amal buruk kita. Berbuat baik lebih mudah dibandingkan dengan berbuat buruk. Hanya dengan melemparkan senyum kepada sesama hal itu sudah merupakan perbuatan terpuji, karena merupakan sedekah.