Selasa, 19 Mei 2009

BREITLING Chronomat Grey Dial

Sejarah Chronomat bermula pada tahun 1941 ketika Breitling mematenkan salah satu produknya berupa penggunaan slide rule bezel. Perbaikan dan modifikasi desain dari Chronomat-lah yang akhirnya menghasilkan salah satu icon lain dari Breitling yaitu seri Navitimer.

Chronomat dalam koleksi ini memiliki ref number B 13050.1 ini merupakan tipe yang diproduksi pada tahun 1994 sampai tahun 1999. Perbedaan dari versi pendahulunya dengan ref number 13048 adalah penulisan kata Tachymeter pada bezel bagian dalam, penggunaan logo Breitling yang timbul dan dibuat dari yellow gold atau white gold, penggunaan frame untuk petunjuk tanggal dan variasi dial yang sebagian ber-tekstur.

Chronomat dalam koleksi ini memiliki dua finishing dial yang berbeda. Pada bagian dalam dial memiliki tekstur (guilloche dial). Dial berwarna abu-abu terang yang dikombinasikan dengan warna biru tua untuk warna sub register. Sedangkan untuk area penunjuk tachymeter menggunakan warna yang sama dengan warna sub registers.

Jarum dibuat dari bahan yellow gold dengan penambahan lapisan luminous di tengahnya yang pada saat gelap menjadi bersinar. Pada ujung jarum detik terdapat logo Breitling berpa huruf dan jangkar. Penggunaan logo Breitling pada jarum detik ini mulai diterapkan sejak tahun 1993 sampai sekarang.

Breitling sebenarnya cukup disiplin dalam memberikan penomoran setiap produknya agar kita bisa mengetahui kapan sebuah jam Breitling diproduksi. Data/ kode itu dapat dilihat di daerah bagian dalam rantai yang dekat dengan ujung rantai ke casing. Bila sebuah Breitling sering digunakan atau dipoles biasanya angka-angka ini tidak lagi kelihtan karena memang digrafir-nya tidak cukup dalam. Kode itu biasanya terdiri dari 4 angka. 2 angka pertama menunjukkan minggu ke berapa dan 2 angka dibelakangnya menunjukkan tahun pembuatan. Pada jam ini angka tersebut adalah 1194 yang artinya jam ini diproduksi pada minggu ke-11 (bulan maret) pada tahun 1994.

Rantai yang digunakan adalah pilot bracelet dengan desain balok jajaran genjang. Saya pribadi suka dengan desain rantai Braitling ssperti ini karena kokoh sekaligus nyaman dipakai. Semua kenop berdesain sama seperti alat pemeras jeruk. Bentuk kenop yang bergerigi dimaksudkan untuk mempermudah pengguna ketika menggunakan terutama kenop utama untuk mengatur jarum, tapi bagi saya sama aja susahnya... :-).

Yang khas dari desain Chronomat adalah variasi bezel setiap putaran 15 menit adalah penanda yang berwarna gold dan didesain lebih menonjol dari permukaan bezel lainnya, penanda ini disebut sebagai rider tab, yang didesain oleh Ernest Schneider pada tahun 1982. Ciri khas lain adalah penggunaan desain baut pada sisi luar bezel yang berwarna gold.


Karena desain casing yang tidak terlalu besar, chronomat ini terasa dan terlihat pas di tangan. Chronomat membuat desain terbaru yaitu chronomat evolution dengan movement chronometer dan dimensi casing yang lebih besar.



BREITLING Antares World GMT

Selama 12 tahun menggeluti hobi mengumpulkan jam tangan, saya tidak pernah tahu kalau Breitling memiliki product line bernama Antares (kuper banget gak sih!). Karena itu saat seorang rekan menunjukkan beberapa jam Breitling sebagai pilihan untuk diakuisisi saya heran melihat seri Antares ini.
Antares adalah salah satu tipe dibawah seri Windrider. Sampai saat posting ini dibuat saya masih belum juga mendapatkan latar belakang mengenai produk Antares ini. Saya hanya mengetahui kalau Breitling mengeluarkan versi Antares terakhir tahun 1996 dan setelah itu tidak lagi diproduksi.

Antares World ini menggunakan rantai yang digunakan juga di seri Navitimer dan Chronomat, yang sering disebut sebagai pilot bracelet. Pada ujung rantai yang terdapat tulisan ANTA WORLD, mungkin hal ini untuk menunjukkan bahwa rantai ini tidak bisa digunakan ke jenis Breitling yang lain. Dari beberapa jam Breitling yang saya perhatikan tidak ada yang pada rantainya dituliskan seri dari jam tersebut, biasanya hanya berupa kode angka saja. Rantai Antares ini merupakan ciri khas rantai Breitling yang (menurut saya) nyaman saat dikenakan dan konstruksinya yang kokoh.
Antares World menggunakan automatic movement ETA cal.2893-2 dengan 21 jewels dan 28,800bph sehingga pergerakannya sangat halus sekaligus movement ini dikenal sebagai salah satu movement automatic yang tangguh. Diameter 38mm tidak termasuk crown dan panjang atas ke bawah sekitar 43mm. Ukuran ini termasuk 'mini' untuk ukuran jam Breitling sekarang yang seringkali diamater >40mm. Untuk ukuran lug adalah 20mm.


Sekarang kita lihat desain dialnya. Dial dibuat dengan finishing dual tone dan saat terkena cahaya akan terlihat menjadi 2 warna yang berbeda. Warna dominan adalah abu-abu tua yang dikombinasikan dengan elemen gold untuk jarum jam. Variasi antara indeks baton dan arabic number membuat penampilan jam menjadi lebih atraktif. Petunjuk angka GMT yang terdapat di dial adalah permanen dan tidak dapat berputar.
Jarum berjulah 4 buah untuk penunjuk jam, menit, detik dan GMT. Seperti pada kebanyakan jam Breitling, ujung jarum detik terdapat logo huruf B dan jangkar yang menjadi satu. Jarum jam dan menit memiliki lapisan radium ditengahnya dan terlihat menyala terang saat di tempat gelap. Dan untuk penunjuk jarum GMT, pada ujungnya berupa bentuk pesawat terbang. Mungkin hal ini dibuat untuk menunjukkan bahwa jam ini memang untuk aktifitas aviasi dan juga karena Antares masuk dalam seri Windrider. Jarum GMT ini untuk menunjukkan waktu GMT dan waktu ke-3.
Semula saya berpikir wahwa Antares ini hanya memiliki home time dan GMT time, tapi ternyata bisa juga untuk menunjukkan waktu ke-3 yaitu melalui bezel luar yang bisa diputar. Agar ada kesatuan dengan desain dial, pada bezel GMT luar juga terdapat variasi warna gold pada posisi angka 12, 3, 6 dan 9.



Minggu, 17 Mei 2009

Amazing collection!

Suatu hari saya berkesempatan untuk bersilaturahmi dengan salah satu kolektor jam di Jakarta (yang tidak mau disebutkan namanya) dan merupakan pelanggan tetap blog http://jualanjam.blogspot.com. Mumpung ketemu, saya mohon ijin untuk boleh melihat dan mendokumentasikan koleksi-koleksinya. Saya bertemu di apartemen beliau jadi tidak semua koleksi bisa saya lihat karena koleksi-koleksi yang sering dipakai lebih banyak disimpan di rumahnya yang masih terletak di satu kawasan.

Awalnya beliau mengumpulkan jam dari merek-merek yang 'biasa' seperti Raymond Weil, Ebel, Tag heuer versi2 lama, Omega dan merek-merek fashion lainnya. Suatu hari, saya dikirimi sekitar 24 buah jam dari berbagai merek (tag heuer, omega, ebel dll) dalam kondisi yang semuanya Mint. Beliau ternyata sedang 'bersih-bersih' karena ingin koleksinya 'naik kelas'.

Dan berikut adalah beberapa hasil jepretan saya:


Saya sempat kaget melihat begitu banyak jam Panerai dari berbagai jenis disimpan dalam satu kantong (yang biasanya untuk peralatan make-up). Beliau memang tidak menyimpan jam-jamnya di koper karena "koper jam bapak tidak muat di lemari besi saya sih.." kata beliau. jadi menyimpannya selalu dalam kantong-kantong kain kecil. Setelah kantong-kantong kecil dibuka satu-persatu nampaklah pemandangan yang membuat saya mulas...7 buah Panerai dalam kondisi mint semua! Beliau bilang "masih ada 3 lagi panerai yang saya sering pakai dan saya simpan di rumah.." alamak!



Panerai diatas adalah tipe-tipe yang saya sukai (selain yang chronograph-Daylight): Radiomir GMT, Luminor GMT dan Radiomir 8 days! Radiomir GMT (paling kiri) adalah jam Panerai pertama yang beliau beli dan sejak itu beliau ingin beli dan beli lagi tipe-tipe Panerai yang berbeda. Semua Panerai yang dibeli selalu dalam keadaan mint dan lengkap dengan box and paper. Awalnya beliau tidak suka dengan jam dengan diameter diatas 42mm karena postur beliau memang tidak besar, tapi setelah mengenal Panerai beliau mulai suka dengan jam-jam besar seperti panerai, bahkan dengan PD-nya beliau memakai Panerai Radiomir 8 days dengan diameter 45mm!

Sebagian dari koleksi Bulgari, Bulgari dress watch. Setahu saya beliau punya beberapa Bulgari Chronograph, Bulgari carbongold dan bulgari tipe sport lainnya. Gambar jam dibawah adalah salah satu jam kesayangan beliau yaitu Jaeger le Coultre world timer Rose gold.


Sebagian dari koleksi Cartier: Cartier tank, dan Santos. Cartier yang paling kanan adalah tipe santos yang paling baru Santos 100.


Koleksi diatas dari ki-ka: IWC Flieger Chronograph, Chopard Mile Miglia dan the lovely Chronoswiss regulateur. Item terakhir ini sangat baik buatannya dan produk inilah yang menjadi icon dari brand Chronoswiss. Gambar dibawah adalah detil dari brand Chronoswiss. Caseback dari sapphire crystal.



Jam yang sempat saya foto terakhir adalah sebagian dari koleksi Rolex beliau. Beberapa koleksi Rolex yang lain disimpan di rumah. Beberapa rolex dalam foto ini bahkan tidak pernah dipakai sejak beli pertama kali, jadi semua seal-seal di jam masih menempel semua. jam-jam yang tidak pernah dipakai adalah GMT keramik, explorer 2 dial putih dan datejust kombinasi. Rolex kesayangan beliau adalah Submariner Kombinasi (belakang kanan). Sedangkan Rolex diamond di deretan depan adalah Rolex pertama kali yang beliau beli di Hong Kong..entah sudah berapa tahun yang lampau.


Memang dalam hal meng-koleksi jam, seseorang pasti mengalami perubahan orientasi. Bisa jadi perubahan orientasi pada merek yang ingin dikoleksi atau tema tertentu misal diver aja atau chronograph aja. Kebetulan saya mengikuti perkembangan orientasi koleksi beliau dan koleksi yang dikumpulkan sekarang jauh lebih baik dan bervariasi dari koleksi beliau sebelumnya. Pekerjaan yang membuatnya banyak bepergian ke luar negeri juga menambah wawasan beliau dalam menentukan jam sasaran selanjutnya, walau seringkali beliau lupa setelah membeli jam tertentu ternyata sudah punya!...


Kamis, 14 Mei 2009

Seiko Bellmatic 17 and 27 Jewels: The Different

Bellmatic adalah salah satu produk Seiko yang dapat dimasukkan dalam kategori complicated watch karena adanya fungsi alarm dalam sebuah movement mekanik. Hampir semua jam Seiko Bellmatic menggunakan automatic movement cal.4006A yang diproduksi dari tahun 1967-1977 dengan mengeluarkan 3 versi 17, 21 dan 27 jewels. Posting ini hanya akan membahas perbedaan antara 2 jenis bellmatic yaitu versi 17 jewels yang lazim ditemui dan versi 27 jewels yang lebih jarang.

Perbedaan pertama kali adalah saat caseback dibuka. Pada rotor akan terdapat informasi mengenai jenis movement yang digunakan. Ini juga salah satu cara bila kita ingin mengetahui bahwa bellmatic yang kita beli memang sesuai pakemnya. Karena bisa saja tulisan di dial 27 jewels tapi ternyata movement yang digunakan tertulis 17 jewels.



Perbedaan kedua akan terlihat saat kita mengangkat rotor. Penambahan 2 jewels terdapat pada bagisn yang ditunjukkan oleh panah pada gambar di bawah.

Perbedaan berikutnya akan terlihat saat kita mengangkat roda mainspring (paling besar) dan roda untuk alarm (paling atas). Komponen dibawahnya terlihat ada penambahan jewels pada as roda yang diangkat. Jadi total penambahan yang sudah teridentifikasi adalah 4 buah.


6 sisa jewels terletak dibawah dial. Gambar dibawah adalah posisi movement dibalik dengan dial menghadap keatas dan dilepas. Dibawah dial akan terdapat ring tanggal dan hari (pada gambar dibawah ring sudah dilepas)


Gambar dibawah menunjukkan lokasi 6 jewels tersisa yang terdapat dibawah ring calendar. Penambahan jewels pada tempat-tempat tersebut diyakini akan mengurangi friksi antar parts dan hal ini menyebabkan pergerakan parts menjadi lebih mulus dan akurasi juga meningkat. Diyakini Seiko melakukan hal ini sebagai upgrade terhadap movement standard 17 jewels. Namun belum ada penjelasan mengapa Seiko tidak meneruskan produksi versi 27 jewels ini (diskontinue 1974) dan tetap melanjutkan versi 17 jewels sampai tahun 1977.