Rabu, 24 Maret 2010

BELL ROSS 126 Chronograph Ltd Edition 999 pcs

Kalau mendengar nama Bell & Ross orang langsung membayangkan sebuah jam bagi profesional yang tangguh yang lebih sering diidentikkan dengan dunia aviasi (penerbangan). Desain yang paling dikenal dari merek ini adalah desain casing kotak yang menyerupai desain instrumen aviasi pada pesawat tempur. Kalau desain seperti itu saya kurang suka karena tidak nyaman dipakai dan kayaknya se-usia saya sudah tidak pantas untuk pakai jam seperti itu. Salah satu seri B&R yang saya suka adalah 126 vintage. Desain 126 mengambil ide dari desain-desain jam militer lama yang sederhana, tidak eye catching namun tetap maskulin. Karena itu saat seorang teman mengantarkan jam ini pada suatu pagi, saya memutuskan untuk meng-akuisisi-nya dan ini adalah jam B&R pertama saya.

Tidak seperti jam Bell & Ross yang biasa saya lihat, B&R 126 chronograph ini desain dan warnanya saya sukai karena (terutama) warnanya yang tidak pasaran/ lazim. Warna jam ini coklat kehijauan. Keunikan ini mungkin yang membedakan jam ini dengan produk reguler B&R lain karena tipe ini dibuat hanya sebanyak 999 buah saja. Inspirasi desain dari jam-jam militer, sedangkan warna jam mengambil ide dari perang gurun yang memang banyak mengandung unsur coklat. Tipe 126 chronograph yang sama biasanya berwarna krem, putih dan hitam. Desain crown dan kenop chronograph juga dibuat sederhana tanpa perlu di desain dengan khusus dan ini memang disengaja agar kesan vintage lebih terlihat.

Karena B&R ini terinspirasi dari jam-jam militer maka pada dial dituliskan MILITARY TYPE dan diatasnya terdapat logo B&R berwarna merah. Indeks menit semuanya menggunakan arabic numbers dengan model jarum klasik berwarna putih. Posisi tanggal diletakkan di posisi angka 4. Kombinasi warna pada dial hanya ada 2: coklat kehijauan dan putih. Warna ini enak dilihat dan kesannya adem.

Finishing casing brushed steel dengan bezel yang dibuat sempit dengan penampang dial menjadi lebar. Desain ini membuat penampang casing yang berdiameter 39 mm ini terlihat menjadi lebih lebar. Sapphire crystal digunakan untuk penutup dial dan case back sehingga pengguna bisa melihat pergerakan automatic chronograph movement dari ETA Cal. 2894-2. Movement ini termasuk movement favorit yang banyak digunakan di banyak merek jam. Dengan power reserve 42 jam dan 28,800 bph. Khusus untuk sapphire crystal pada dial diberi lapisan anti-reflective.

Jam ini begitu nyaman dikenakan dan terasa pas di pergelangan tangan. Salah satu sebabnya adalah karena desain lugs (kaki) jam ini yang dibuat melengkung dengan sudut yang lebih dalam sehingga saat didudukkan di tangan terasa pas. Seperti halnya jam-jam chronograph dengan movement 2894-2, ketebalan jam ini juga sekitar 15mm. Pada crown juga terdapat logo B&R.


Nah, bagian strap kulit adalah salah satu favorit saya dari jam ini. Kulitnya dibuat dengan sangat baik, dari segi pemilihan kualitas dan jenis kulit serta penyelesaian pada stiching. Kualitas kulit ini mengingatkan saya pada jenis kulit dan jahitan kulit pada tas kelas atas seperti LV, Tods dll (mungkin agak hiperbolik ya, tapi ini menurut saya sih). Pewarnaan kulit dibuat sama dengan warna dial yaitu coklat kehijauan dan menggunakan deployant buckle sehingga terlihat lebih rapi daripada menggunakan tang buckle.

Saya suka dengan B&R ini karena warnanya tidak pasaran dan desain yang mengambil ide dari desain jam militer vintage. Jadi, 'rasa' vintage dengan teknologi baru !



Maaf Atas Keterlambatan ini


Hari bergulir layaknya roda yang tergelinding tanpa hambatan di jalan curam. Layaknya roda tersebut, postingan anax kolonx harusnya slalu "menggelinding" juga, dalam artian selalu update. Masa update artikel anax kolonx sebenarnya sudah terjadwal dengan bagus & rapi, bak piala kemenangan yang tertata di almarinya yang indah. Tapi mengapa hari ini update datang telat??
Biasanya aku update 3 hari sekali tapi kali ini kok malah overday, bener nggak ne istilahnya, hehe kagak ngerti ah, yang penting gitu maksudnya (telat update). Mungkin kalau aku seorang karyawan/pegawai suatu instansi dah dapet SP (Surat Peringatan) tapi untungnya aku bukan seorang karyawan, jadi kagak ada SP buat ketelatan update artikel ini.

Kukira tidak ada SP buat anax kolonx, eh ternyata ada juga, bukan hanya 1 SP yang aku dapat tapi 2. Tapi jelas ini beda ma SP yang biasanya, kalau buat anax kolonx SP yang pertama adalah Siul Pagi. Ini siul yang aku dapat di pagi hari, siulan khas ini datang dari seorang tukang koran langganan yang mengantar majalah langgananku di pagi hari. SP yang kedua ne, mungkin teman-teman juga dapet, karena SP yang kedua ini adalah Susu Pagi. Harus minum susu buat pemenuhan gizi kita. Teman-teman slalu dapet juga kan SP yang kedua ini.

Banyak kesibukan yang menyita waktu anax kolonx belakangan ini. Diantaranya manggung, banyak manggung bulan ini euy, alhamdulilah. Dari prepare sampai persiapan akhir benar-benar membutuhkan waktu yang khusus, giat berlatih tanpa henti untuk menyuguhkan sajian terbaik. Setelah itu hunting alat. Panas banget kota Semarang tempat aku hunting alat, menurutku Semarang lebih panas dari Surabaya. Jadi, selamat yach buat kota Semarang, kamu jadi runner up kota terpanas setelah Jakarta versi anax kolonx. Huft, seneng kagak ya tu kota Semarang jadi runner up, apa malah mau jadi winnernya. Selain itu koneksi internet yang lagi down karena ada perbaikan pada server & penyempurnaan jaringan juga turut andil dalam ketelatan anax kolonx ini.

Postingan kali ini nggak ngebahas komputer ataupun soal internet dulu yach. Tapi tetap semangat dong buat ngikutin artikel anax kolonx. Bdw, Kalau kegiatan teman-teman hari ne gimana? asyik-asyik aja kan, oh ya bagi teman-temanku yang lagi ngejalanin ujian nasioanal, tetep semangat yach ngejalaninnya, kamu pasti bisa. Always do the best.
Anax kolonx doakan semoga teman-temanku yang ngejalanin ujian nasional lancar dan sukses slalu. Buat ortu kamu menangis karna bangga . 
 
Dan satu lagi, teman-teman ngikutin postingan aku sebelum ini nggak?? saat itu aku lagi semrawut. Mengenai kelanjutan cerita itu, akhirnya kami manggung bertiga tanpa vokalis, dan yang jadi vokal adalah gitaris kami. Walaupun begitu kesuksesan manggung tetap menyelimuti kami kala itu. Ya begitulah, kejutan-kejutan slalu datang menyambut. Jalanin aja dengan baik dan totalitas, karena pasti ada hikmah dibaliknya. Jangan lupa tuk slalu bersyukur atas segala nikmat yang Tuhan berikan pada kita.

Minggu, 21 Maret 2010

IWC Flieger Chronograph Ref.3706

IWC Flieger merupakan salah satu jam yang saya sukai pada saat pertama kali melihatnya. Saat itu seorang teman menjual tipe yang sama dan karena saat itu budget saya belum mencukupi untuk akuisisi, jadi saya hanya bisa membantu menjualkannya ke rekan yang lain. Setelah sekian lama akhirnya saya bisa merealisasikan keinginan saya untuk memiliki sebuah jam pilot klasik IWC yaitu Flieger Chronograph ref.3706.

CASING
Tidak seperti tipe jam pilot lain dari brand IWC, Flieger ini berdiameter 39mm. Tapi karena penampang dial lebih lebar (lebar bezel diperkecil), sehingga kesan jam ini seperti lebih besar. Desain casing dan lugs sederhana dan klasik seperti umumnya jam-jam yang bertema militer. Satin Finish casing membuat penampilan jam ini lebih low profile karena sama sekali tidak berkilat (polished finish) yang (menurut saya) bisa mengurangi kesan jam yang bertema militer.

Crown di desain sangat user friendly dengan membuat diameter yang cukup besar sehingga mudah untuk melakukan adjustment jarum. Crown menggunakan sistem screw untuk mengurangi kemungkinan masuknya air. Beda dengan finishing casing, tombol chronograph dibuat dengan polished steel. Hal ini mungkin dbuat untuk membuat variasi agar keseluruhan penampilan jam ini tidak monoton. Bagi beberapa orang, desain tombol chronograph yang panjang (sekitar 4mm) ini tidak proporsional karena dianggap terlalu panjang. Namun bagi saya, desain seperti itu malah unik karena membuat penampilan jam ini lebih maskulin.

Saya suka sekali dengan desain caseback Flieger ini karena terkesan sangat kokoh dan di desain dengan sederhana. Untuk mengurangi pengaruh magnet, pada caseback dibuat lapisan casing antimagnetic sehingga membuat jam ini menjadi lebih tebal, sekitar 15,5mm dan berat 142 gram (dengan strap kulit).

STRAP DAN BUCKLE
Flieger diproduksi dengan 2 varian, yaitu menggunakan strap crocodile warna hitam dan Tang buckle. Jenis lain menggunakan bracelet dengan desain yang unik dan di yakini sebagai salah satu desain bracelet yang terbaik untuk sebuah jam. Strap croco pada Flieger dibuat lebih tebal dan agak kaku, mungkin ini dibuat agar bisa lebih seimbang dan proporsional dengan ketebalan casing. Tang buckle dibuat sederhana dari satu solid steel.

DIAL
Desain dial sangat kental unsur sebuah jam Militer dengan menggunakan black matte finished dan indeks berupa angka arabic. Dial hanya menggunakan 2 jenis warna yaitu hitam (dasar dial) dan warna putih (untuk indeks). Khusus untuk indeks arabic dibuat berwarna putih dan dengan size yang lebih besar sekitar 3mm untuk memudahkan pembacaan waktu. Salah satu ciri khas dari tipe Flieger adalah desain jarum jam dan menit yang berbeda. Jarum jam lebih gemuk dan pendek serta memiliki ujung yang siku sedangkan jarum menit memiliki ujung yang runcing dan panjang. Jarum diberi lapisan tritium yang dapat berpendar dalam gelap dan akan berubah warna menjadi kekuningan dalam jangka waktu tertentu. Penggunaan tritium juga diaplikasikan pada indeks di posisi angka 3, 6, 9 dan 12 (pada posisi ini indeks berbentuk segitiga) Jarum jam dibuat dengan finishing polished steel agar semakin mudah terlihat dengan latar belakang matte black.

MOVEMENT
Flieger menggunakan automatic chronograph movement cal.7922 yang merupakan modifikasi IWC dari movement Valjoux 7750 dengan adjustment dalam 5 posisi. Movement valjoux 7750 merupakan movement handal yang banyak digunakan oleh banyak merek. Memiliki beat per hour 28,800 dengan 25 jewels dan power reserve 44 jam.

Flieger dengan desain yang sederhana dan understated menjadikan tipe ini menjadi salah satu desain klasik IWC. Mungkin akan lebih pas kalau selain memiliki jam ini, kita juga memiliki versi non chronographnya seperti IWC Mark XV. Ini adalah jam IWC saya yang pertama dan saya yakin bukan menjadi yang terakhir....

Sabtu, 20 Maret 2010

Ciri-ciri dan klasifikasi Divisi Pteridophyta


PTERIDOPHYTA
( TUMBUHAN PAKU )

Tumbuhan paku  secara structural memiliki akar, batang dan daun sejati  dengan berkas pembuluh pembuluh pengangkut (  xylem dan floem ). Merupakan tumbuhan berpembuluh yang tidak menghasilkan biji tetapi menghasilkan spora. Sebagian besar daun mudanya menggulung. Mempunyai daun khusus penghasil spora ( sporofil ). Generasi sporofit berupa tumbuhan paku yang lebih dominant hidup. Ada juga daun yang berukuran besar ( makrofil ) ada daun yang berukuran kecil ( mikrofil ) dan ada daun yang secara khusus berfungsi untuk melakukan fotosintesis ( tropofil ). Tempat hidupnya ada yang di air, tetapi sebagaian besar menempati habitat darat ( terrestrial ).
Seperti halnya tumbuhan Lumut. Tumbuhan paku juga mengalami metagenesis / pergiliran keturunan dari generasi sporofit ( berupa tumbuhan paku ) ke generasi gametofit ( berupa protalium ).
Reproduksi seksual ( vegetatif ) dimulai ketika protalium membentuk alat kelamin berupa antheridium dan arkegonium. Anteridium menghasilkan sperma sedang arkegonium membentuk ovum. Peleburan keduanya membentuk  zigot ( 2n ). Zigot tumbuh menjadi tumbuhan paku.
Tumbuhan paku yang sudah dewasa akan melakukan reproduksi aseksual / vegetatif membentuk sporofit ( 2n ) yang menghasilkan spora ( n ). Spora dibentuk pada bagian daun yang khusus menghasilkan spora. Bila spora jatuh di tempat yang sesuai maka akan tumbuh  menjadi protalium. Protalium akan membentuk alat kelamin, dstnya.

Berdasarkan spora yang dihasilkan Tumbuhan paku dibedakan
 menjadi  :
  1. Paku Homospor / Isospor ; dengan bentuk spora dan jenis spora yang sama. Contoh : paku kawat ( Lycopodium ), paku darat ( Filicinae )

  2. Paku Heterospor : dengan bentuk dan jenis spora yang berbeda. Ada makrospora dan mikrospora. Contoh : Semanggi ( Marsilea crenata ), Selaginella sp.

  3. Paku Peralihan : dengan bentuk spora sama, tetapi jenis spora berbeda. Contoh : paku ekor kuda ( Equisentum debile ).









Manfaat  tumbuhan paku dari jaman dulu sudah dikenal oleh manusia. Beberapa manfaat tumbuhan paku tersebut antara lain :
  1. sebagai bahan obat-obatan, seperti : Lycopodium clavatum,  Dryopteris filixmas

  2. sebagai tanaman hias, sepertti : Asplenium nidus ( paku sarang burung ), paku suplir ( Adiantum cuneatum ), paku rane ( Selaginella ),

  3. sebagai sayuran, seperti : Marsilea crenata ( semanggi  ), Alsophilla glauca ( paku tiang ).

  4. sebagai pupuk hijau : seperti : Azolla piƱata ( paku air )


secara umum , keberadaan tumbuhan paku di muka bumi turut serta menjaga kelangsungan hidup di bumi dengan kemampuannya melakukan fotosintesis, membantu siklus oksigen dan karbon. Juga tumbuhan paku purba ( yang sudah punah ) diduga menjadi bahan baku terbentuknya batu bara yang saat ini dieksploitasi manusia.