Sabtu, 25 Juli 2009

Panerai 111 Replica VS Panerai 112 Original

Sudah lama saya ingin membahas perbandingan antara jam asli dan palsu (dihaluskan dengan 'Replika') dengan melakukan perbandingan langsung. Namun sampai saat ini saya belum dapat item jam palsu yang mau dibandingkan. Sampai akhirnya saya mendapati teman saya memakai jam Panerai palsu ref.111. jam yang akan saya bandingkan kali ini memang memiliki ref. number yang berbeda tapi kedua Panerai ini setipe. Perbedaannya hanya pada adanya jarum detik pada PAM 111, sedangkan PAM 112 hanya terdiri dari 2 jarum. Aslinya, kedua jenis panerai ini juga memiliki basis movement yang sama yaitu Unitas cal.6497 manual winding. Review kedua jam ini murni berdasarkan pengamatan pribadi saya yang mungkin saja kurang lengkap atau malah salah.

Jam PAM 111 yang dijadikan pembanding disini adalah dari kelas palsu utama (dihaluskan dengan sebutan 'KW1') yang memiliki banyak sekali kemiripan dengan aslinya. Hal utama saat orang melihat jam asli atau palsu adalah melihat movement-nya. Kebetulan kedua jam ini juga memiliki caseback transparan sehingga kita bisa langsung bisa melihat perbedaannya.

Kedua jam ini memiliki konstruksi movement yang sama yaitu manual wind Unitas Cal.6497. Entah movement apa yang digunakan oleh Pam palsu di sebelah kiri, tapi saya akui buatannya sangat bagus dan memang sama persis dengan aslinya (sebelah kanan). Pada Pam asli, bagian atas movement dihiasi ornamen berupa tulisan PANERAI secara berulang-ulang. Dan herannya, kalau anda perhatikan mesin Pam yang asli sebelah kanan tidak ada kata PANERAI yang bisa terbaca utuh dan selalu saja terpotong. Menurut info yang saya dapat, hal ini juga menunjukkan salah satu ciri Pam yang asli karena ada juga tipe Pam palsu yang memiliki tulian PANERAI berulang seperti ini tapi ada satu kata PANERAI yang utuh terbaca. Saya lihat di satu website yang menjual Pam 112 palsu kualitas baik dengan harga US$550 juga tidak memiliki tulisan PANERAI berulang seperti ini.

Pada Pam palsu tidak ada tulisan sama sekali dan hanya ada tulisan OFFICINE PANERAI berwarna biru dan sepertinya itu disablon/dicetak. kalau diperhatikan lebih detail lagi, kualitas parts yang berwarna kuning pada Pam yang palsu lebih suram dari yang asli yang berkilat. Urat-urat dari parts juga berbeda arahnya antara yang palsu dan asli.

Kemudian coba perhatikan bentuk kompas jam yang terleak diatas hairspring (per rambut). Pada Pam yang asli, bentuk kompas menyerupai pedang sedangkan yang palsu cenderung lurus. Bentuk jewels (warna merah) pada ujung kompas yang sebagai as juga berbeda. Pam yang asli jewelsnya lebih besar dan bentuk beda.



Berikutnya adalah cara penomoran produksi. pada Pam palsu (kiri) nomor produksi H0035/2000 seperti memiliki background berwarna gelap dan warna angka yang digrafir adalah putih (atau warna steel), sedangkan pam asli pemberian nomor produksi berwarna abu-abu, bersih dan tidak memiliki back ground.

Buckle Panerai memang salah satu bagian yang paling gampang ditiru karena mudah dan tidak banyak detailnya. Bentuk buckle 2 buah jam yang dibandingkan ini memang beda dan mungkin memang kedua tipe Pam seperti ini memiliki desain buckle yang beda. Terlepas dari perbedaan itu, coba anda perhatikan bagaimana kata PANERAI dibuat pada buckle ini. Pada Pam asli (kiri) tulisan PANERAI dibuat cukup dalam sedangkan yang palsu relatif leih tipis dari permukaan. Kemudian hal lain yang terlihat adalah kualitas baja yang digunakan. Yang asli lebih berkilat.

Sekarang bagian strap-nya. Leather strap buatan Panerai dikenal sangat baik kualitasnya karena sebagian besar dipasok oleh Hirsch, pembuat strap terkemuka. Coba perhatikan tamplan kedua strap ini, nyaris sama persis. Dari model jahitan, cara menyamak kulit dan bahkan pengait strap juga dijahit seperti aslinya. Biasanya jam-jam palsu merekatkan pengait strap dengan lem dan bukan dijahit seperti contoh diatas. Strap palsu akan cepat lusuh apabila sering dipakai sedangkan strap yang asli, menurut para paneristi, semakin lama akan semakin nyaman dipakai.

Semula saya mengira bahwa salah satu hal yang sulit ditiru adalah bobot jam dan biasanya jam palsu bobotnya lebih ringan. Tapi Pam palsu ini bobotnya nyaris sama dengan aslinya. Saya coba melakukan uji perbandingan langsung dengan menumpuk jam ini. Dan ternyata memang dimensinya sama! pada gambar diatas, Pam yang asli adalah yang sebelah atas. Sama kan? Coba lihat juga desain lugs dan lubang pada lugs..persis juga!

Setelah jam dijajarkan dan dilihat dari atas baru terlihat bedanya. Pam yang asli kristalnya terbuat dari bahan Corundum dengan ketebalan 1,5mm dan diberi lapisan coating sehingga tampilan lebih jelas dan tidak banyak memantulkan bayangan. Jam yang palsu tidak memiliki lapisan coating seperti yang asli sehingga akan banyak bayangan yang memantu dari kristal. Hal lain yang masih bisa terlihat bedanya adalah kualitas indeks jam. Kedua jam ini sama-sama model sandwich dial dimana ada 2 lapisan dial. Bagian bawah yang merupakan lapisan mengandung zat yang memancarkan cahaya dalam gelap, dan lapisan atas sebagai penutup dan diberi lubang untuk indeks. Pada Pam asli, warna indeks lebih terang dan antara lapisan atas dan bawah terlihat lebih rapat. Pada pam palsu, kalau dilihat dari samping lapisan atas dan bawah terlalu renggang dan warna lapisan bawah lebih suram dari yang asli. Pada gambar atas kelihatan sekali bedanya.

Saya pernah membahas secara singkat bagaimana membedakan jam asli dengan yang palsu. Jam asli selalu punya 'aura' yang berbeda dengan jam palsu. Aura ini muncul karena penggunaan bahan yang kualitasnya tinggi dan pembuatan yang mengutamakan pada detail yang rapih. Tapi memang hal yang mempermudah anda untuk bisa membedakan adalah dengan pernah terlebih dahulu melihat aslinya. Karena semakin sering anda lihat yang asli, begitu lihat yang palsu maka anda akan sedikitnya mempertanyakan hal-hal yang 'tidak cocok'.

Panerai banyak sekali ditiru karena memang desainnya iconic dan klasik. harga baru dan bekasnya yang begitu mahal menyebabkan banyak peluang untuk dipalsukan. karena itu selalu hati-hati membeli Panerai terutama dari orang yang tidak anda kenal. Lebih baik hati-hati daripada anda beli jam pulhan juta kalau tenyata palsu (maaf..replika..). Kembali prinsip "Buy the Seller Not the Watch" tetap berlaku..

ROLEX Thunderbird 6609 Black Dial

Rolex pertama kali memperkenalkan tipe Datejust Thunderbird pada pertengahan tahun 50-an. Perbedaan utama adalah pada penggunaan bezel yang timbul dan dapat berputar (Turn-O-Graph bezel). Nama Thunderbird sendiri melekat setelah Skuadron Akrobatik Thunderbird (milik Angkatan Udara AS) memilih Rolex ini sebagai jam resmi mereka. Reference pertama yang diproduksi adalah ref.6309 yang hanya dibuat selama 2 tahun saja sampai tahun 1956. Tipe penggantinya adalah ref.6609 yang memiliki movement berbeda yaitu cal.1065 yang merupakan movement terbaru dari Rolex pada saat itu. Ref.6609 inipun tidak diproduksi lama dan pada tahun 1960, Rolex mengeluarkan versi 'modern' dari Turn-O-Graph (atau Thunderbird) yaitu ref.1625 yang terus diproduksi sampai tahun 1977.

Thunderbid dalam koleksi ini merupakan Thunderbird generasi kedua yaitu ref.6609. Thunderbird ini memiliki warna dial yang jarang sekali ditemui pada tipe thunderbird yaitu hitam. Si empunya jam ini sebelumnya selalu memberikan secara rutin ke RSC (Rolex Service Centre) untuk pemeliharaan. Dan pada saat service terakhir (tidak tahu kapan tepatnya), RSC mengganti satu set dial dengan jarum jam. Penggantian ini kemungkinan karena sudah tuanya usia jam yang menyebabkan kondisi dial dan jarum sudah tidak bagus lagi. Penggantian lain adalah pada lempengan penunjuk tanggal. 6609 awalnya memiliki 2 warna untuk tanggal yaitu merah dan hitam. Tanggal pada jam ini diganti menjadi hitam semua seperti pada seri Datejust umumnya.

Dial pengganti yang dipilih adalah berwarna hitam doff (matte black dial) sehingga sangat berbeda sekali dengan penampilan Rolex biasa yang kebanyakan menggunakan dial jenis glossy (mengkilat). Kalau anda perhatikan indeks pada dial juga berukuran lebih besar dari indeks batang umumnya, dan bagi saya ini malah menjadi semakin menarik dan unik! Semula saya mengira kalau jam ini dial-nya diganti dengan menggunakan dial milik ref.1601 namun ternyata tidak bisa. Dial Thunderbird dibuat lebih kecil dari dial seri Datejust umumnya. Hal ini dilakukan oleh Rolex karena bezel pada Thunderbird cukup lebar sehingga kalau tetap menggunakan desain dial datejust biasa, maka diameter Thunderbird akan menjadi besar. Apabila dipaksakan dial 1601 masuk dalam casing thunderbird maka akan ada tulisan atau indeks bar yang tertutup oleh casing.

Ciri khas dari Thunderbird ref.6609 produksi tahun 1958 ini dan generasi setelahnya adalah bentuk caseback yang lebih cembung. Ini disebabkan karena desain movement-nya yang memang lebih tebal dari movement generasi setelahnya. Jam ini memiliki caseback yang masih sangat bagus dengan gerigi yang masih tajam. Ini salah satu bukti kalau jam ini dirawat dengan baik dan menggunakan tools yang tepat dan benar untuk membukanya. Saya langsung memasangkan Rolex ini dengan leather strap merk Lorenzo (yang terbaik yang saya dapat) dengan desain strap yang sangat klasik. Kemudian saya belikan buckle Rolex generik sewarna dengan bezel jam ini. Perpaduan antara jam dengan kombinasi dial hitam dan emas, ditambah lagi dengan tali kulit hitam membuat penampilan Thunderbird ini menjadi sangat menarik!

Rabu, 22 Juli 2009

OMEGA DeVille Dynamic Blue Dial

Pada tahun 70-an Omega melakukan eksperimen dari sisi desain jam. Sebagai salah satu pionir dalam membuat desain yang ergonomis, Omega mengeluarkan seri Dynamic ke pasar. Eksperiman ini ternyata menarik minat banyak penggemar dan produsen jam, yang akhirnya banyak brand jam lain yang meniru desain Omega Dynamic ini.
Ada 2 jenis Dynamic yang dikeluarkan yaitu dari seri Geneve (yang paling banyak) dan seri DeVille. Entah ada alasan atau tidak tapi memang 2 jenis inilah yang paling banyak dibuat (atau memang cuma 2 jenis ini saja). Ciri desain yang utama dari seri Dynamic adalah bentuk casing yang keluar dari pakem desain klasik Omega, casing dibuat lebih melebar hingga berbentuk oval, bulat besar sempurna dan bentuk yang menyerupai bujur sangkar dengan sudut-sudut melengkung. Semua desain ini memiliki tali kulit atau rantai dengan desain yang khusus.
Omega Dynamic yang saya dapatkan dari seorang rekan di Surabaya ini dari seri DeVille. Pertama saya lihat saya langsung suka. Selain karena kondisinya yang masih sangat mulus mendekati NOS, warna birunya sangat eye catching. Jarum detik dibuat warna kuning yang juga kontras dengan warna dominan biru. Diameter jam 42mm tidak termasuk crown.

Caseback bukanlah untuk membuka casing dan melihat movement, melainkan untuk mencopot dan memasang tali kulit. Jadi tali kulit dijepit oleh cincin pengunci. Tali kulit sei Dynamic merupakan one piece strap dan sangat sulit untuk mendapatkan penggantinya apabila rusak. Untuk melihat movement harus membuka mika jam dari arah depan.

Movement yang digunakan jam ini adalah movement generasi baru dengan 4 digit yaitu Cal.1012 yang memiliki bph lebih tinggi dari cal. 3 digit, sehingga pergerakan jarum jam juga terlihat halus. jam ini nyaman dikenakan karena desain yang terasa 'melekat' dengan pergelangan tangan dan yang lebih asyik lagi: bentuk dan warnanya yang atraktif!



Selasa, 21 Juli 2009

How to Take Care Mechanical Watches?

Seringkali jam antik bagus yang kita miliki tidak bekerja sesuai yang kita harapkan, bermasalah atau malah menjadi rusak sama sekali. Bisa jadi bukan karena pemakaian yang kerap, melainkan kita tidak paham bagaimana cara merawat jam antik ini agar bisa senantiasa kita nikmati. memang butuh kesabaran, ketelitian dan toleransi yang besar apabila kita memiliki dan mengoleksi jam tangan dengan kategori antik. Berikut saya akan coba menjelaskan secara umum bagaimana sebaiknya kita merawat jam-jam antik kita:

WINDING
Sebuah jam mekanik manual winding harus selalu dilepas sebelum memutar crown (kenop utama) untuk mengisi tenaga. Pada saat memutar crown ini yang perlu diperhatikan adalah putaran crown jangan sampai melebihi torsi maksimum per movement. Pemutaran crown yang melebihi kekuatan maksimum akan dapat menyebabkan kerusakan pada movement (per patah dll). Berhentilah memutar crown saat dirasakan putaran crown sudah mulai berat. Hal ini menunjukkan bahwa per movement sudah hampir mencapai putaran maksimum. Disarankan melakukan aktifitas ini pada pagi hari sebelum anda melakukan aktifitas karena dengan demikian aktifitas anda tidak akan terganggu karena harus memutar jam.

Untuk jam mekanik automatic (self winding), tenaga untuk menggerakkan jam akan terisi secara otomatis saat pengguna bergerak saat mengenakan jam. Gerakan jam membuat bandul automatic di dalam jam berputar dan mengisi tenaga untuk bergerak. Apabila anda tidak menggunakan jam dalam waktu lebih dari 40 jam, kemungkinan jam anda akan mati karena tenaga yang tersimpan sudah habis. Untuk tetap membuat jam itu berfungsi meskipun tidak digunakan, anda dapat memutar crown secara manual untuk mengisi tenaga jam itu kembali (biasanya untuk movement buatan Swiss) atau meletakkannya dalam sebuah watch winder (alat pemutar jam). Beberapa movement automatic tidak memiliki kemampuan untuk diisi tenaga secara manual (seperti movement buatan Jepang pada umumnya), sehingga untuk 'memanaskan' mesti harus digoyang-goyang.

Sangat disarankan apabila anda memiliki banyak jam mekanik yang tidak sempat dipakai satu persatu untuk melakukan pengisian tenaga secara manual minimal sebulan sekali agar komponen di dalam jam dapat bergerak. Untuk jam mekanik complicated (perpetual calendar, alarm dll) sangat disarankan untuk menggunakan watch winder agar fungsi perpetualnya dapat berjalan dengan semestinya dan kita tidak perlu mengatur ulang saat hendak digunakan.
TIME and DATE SETTING
Proses perubahan tanggal pada jam mekanik melibatkan beberapa parts roda bergerigi dalam movement. HIndari untuk merubah tanggal secara manual (quick set atau trelek) pada periode antara jam 10 malam sampai jam 2 pagi karena pada periode ini mekanisme perubahan tanggal sedang berjalan, dimana parts yang terlibat dalam perubahan tanggal ini bergerak. Kalau dilakukan secara manual dikhawatirkan dapat mempercepat kerusakan parts di dalamnya. Putar jarum jam sampai melewati jam 2 pagi atau sebelum jam 10 malam, baru kemudian lakukan perpindahan tanggal secara manual. Mudahnya, posisikan jarum jam dan menit dibawah posisi angka 9 dan 3 (lihat gambar diatas).

AKTIFITAS

Hindari melakukan aktifitas berat dan melibatkan benturan keras saat mengenakan jam mekanik. Contoh, Seorang Golfer tidak disarankan mengenakan jam mekanik saat melakukan olah raga ini terutama saat melakukan pukulan keras. Benturan keras antara stick dan bola golf akan merambat sampai ke pergelangan tangan yang mengenakan jam dan hantaran getar ini apabila secara konsisten mengenai jam mekanik akan dapat mempercepat kerusakan movement jam tersebut. Juga tidak disarankan menggunakan jam dengan tali kulit saat melakukan aktifitas olah raga yang mengeluarkan keringat karena keringat yang menempel pada tali kulit dapat mempercepat kerusakan tali kulit. Sebaiknya gunakan tali karet, nylon atau rantai dan pakailah jam dengan movement quartz karena jauh lebih stabil saat menerima benturan.

Disarankan untuk segera membersihkan bekas keringat atau air (apalagi air laut) untuk jam-jam diver dengan kain bersih. Untuk jam-jam diver bisa terlebih dahulu dibilas dengan air bersih sebelum di lap untuk menghilangkan sisa-sisa air laut yang sekiranya masih menempel dan dapat menyebabkan kerusakan. Sikat yang lembut dan sabun dapat digunakan untuk membersihkan rantai jam dan kemudian mengeringkannya dengan kain katun yang kering dan bersih. Untuk jam-jam non diver cukup di lap dengan kain bersih saja.
JAM VINTAGE
Bagi anda yang memiliki dan mengoleksi jam antik, perlakuan harus lebih hati-hati dan teliti. Sebagian besar jam-jam antik tidak lagi memiliki kemampuan water resist yang baik karena itu hindari aktifitas yang terkait air saat mengenakan jam antik anda. Lebih baik melepas jam antik anda saat hendak cuci tangan atau naik motor saat gerimis. Segera hubungi tukang service jam untuk membuka jam saat terdapat embun atau uap air dalam dial jam dan mika. Segera keringkan tapi jangan langsung di lap dan bersentuhan dengan permukaan dial karena dapat menghilangkan lapisan dial atau bahkan tulisan-tulisan pada dial. Apabila ada embun dan uap air pada mika bagian dalam, segera balikkan jam anda agar uap air tidak sampai menetes ke atas permukaan dial. panasin permukaan dengan menggunakan hir dryer atau letakkan diatas lampu untuk menghilangkan uap air atau embun. Jangan terlalu dekat dengan permukaan jam untuk mengurangi resiko kerusakan yang lain.
Untuk jam-jam antik, sebaiknya seminggu sekali jam yang tidak anda pakai di 'panaskan' dengan menggerakkan jam tersebut. Semakin tua usia jam semakin rentan terhadap 'kekeringan' lubrikasi movement yang dapat menyebabkan movement macet dan bahkan mati. Kalau perlu pakai 2 buah jam di tangan kanan dan 2 buah jam lagi di tangan kiri untuk 'memanaskan' jam-jam tersebut.

Untuk membersihkan casing dan mika jam jangan menggunakan cairan-cairan yang mengandung zat kimia yang merusak atau menggerus permukaan logam. Banyak tukang service dan penggemar jam menyarankan agar membersihkan casing jam dengan menggunakan Brasso (atau KIT pembersih logam) dan juga bedak FANBO. Entah kenapa mesti bedak dengan merek itu yang dipakai, tapi memang hasilnya jadi lebih baik terutama untuk jam-jam yang terbuat dari gold (gold capped). Gunakan selalu kain yang bersih dan lembut untuk membersihkan jam antik anda karena kain yang kotor atau bertekstur kasar malah akan menbuat jam anda menjadi kusam.

PENYIMPANAN
Ini adalah salah satu kunci perawatan jam, karena serajin apapun anda membersihkan dan merawat jam tapi kalau jam anda sembarangan disimpan akan dapat mempercepat kerusakan. kelembaban di daerah kita cukup tinggi sehingga jam-jam yang disimpan dalam tempat yang tidak terjaga dapat menyebabkan munculnya bercak-bercak lembab pada permukaan jam. Sebaiknya simpan koleksi jam anda di tempat yang kering, tertutup, terjaga kelembabannya, bersih dan hindari sentuhan antara satu jam dengan jam lainnya. Sentuhan dapat berakibat gesekan yang menyebabkan goresan pada jam lainnya. Apabila anda tidak memiliki tempat tertutup, minimal lindungi setiap jam anda dengan tissue atau kain dan jangan lupa silica gel untuk mengurangi kelembaban. Semoga dapat membantu!