Rabu, 15 Juli 2009

GTG Ke-3 Komunitas Penggemar Jam di Jakarta

Komunitas penggemar jam terutama jam antik tak terasa sudah mencapai ratusan anggota, walau memang anggota yang aktif baru puluhan orang saja. Semua ini berkat ide, pemikiran dan usaha pendiri, sesepuh dan koordinator komunitas ini yaitu Bung Hendra Kusuma (www.arlojimania.net). Dari milis yang dibentuk di yahoogroups lahirlah banyak blog anggota komunitas yang memiliki passion pada dunia horologi ini. Temu secara virtual ternyata tidaklah cukup, kemudian muncul ide untuk 'kopi darat' dalam bentuk GTG (Get ToGether) untuk anggota yang tergabung dalam milis. GTG pertama dan GTG kedua dilakukan di kota tempat koordinator berada yaitu Bandung dan GTG ke-3 dilakukan tanggal 5 Juli 09 kemarin di Jakarta.

Sebelum acara GTG, ada usulan untuk membuat nama bagi komunitas ini dan juga membuat logo yang bisa dibuat sebagai souvenir bagi peserta yang mendaftar pada acara ini. Lalu setelah beberapa usulan nama dan desain, muncullah nama KRONOMETROFILIA yang diusulkan oleh Bung Moderator dengan latar belakang pemikiran dan alasan nama tersebut. Lalu diadakanlah sayembara pembuatan logo komunitas dan dari banyak ide yang masuk dipilihlah desain karya sdr Ivan sebagai logo resmi Komunitas dan GTG ke-3.

Acara GTG diadakan di Restoran Gado-Gado Boplo Panglima Polim pada tanggal 5 Juli 2009. Peserta yang mendaftar ternyata lebih banyak yang diperkirakan. Jumlah yang mendaftar lebih dari 60 orang dan yang benar-benar hadir 53 orang, beberapa rekan mendadak tidak bisa hadir karena ada keperluan mendadak. Ternyata tidak semua yang datang adalah member dari milis arlojiantik, sebagian lagi mendapat info GTG ini dari rekan mereka yang lain dan menelepon langsung kepada panitia untuk bisa hadir dalam acara itu. Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Orient Indonesia, Pak Justin sebagai owner, dan juga Ibu Susan sebagai perwakilan dari media The Jakarta Post.

Selain ajang silaturahmi dan perkenalan antar anggota komunitas, acara juga diisi dengan pemutaran video dari Glashutte milik rekan Wiyono dan ada doorprice berupa jam tangan LaSalle yang merupakan sumbangan dari Bung Kucimo dan koper jam dari panitia. Setiap peserta yang hadir mendapatkan goodie bag berisi kaos polo komunitas, topi (buat piranti hunting jam) dan sticker. Dari pengalaman yang sudah-sudah, perhatian para anggota melulu kepada koleksi jam yang dihampar di meja panjang dan bukan pada presentasi ataupun door prize. Dan memang itu tujuan setiap GTG: ngobrol jam, liat koleksi jam...dan (kalau bisa) beli jam!

Setiap GTG selalu terjadi transaksi dan begitu juga dengan GTG kali ini bahkan setahu saya transaksi yang terjadi lebih besar dan banyak, mengingat peserta yang hadir juga 2 kali lipat dari GTG sebelumnya. Acara dimulai jam 11.30 dan berakhir jam 15.30. Berikut beberapa gambar yang sempat saya ambil dalam acara ini:

Hidangan yang disajikan oleh pihak Boplo memang enak tapi jauh lebih enak hidangan utama acara GTG ini: Koleksi-koleksi jam yang unik, antik dan cantik! ada yang rapi ditaruh dalam koper atau kotak jam dan tidak sedikit pula yang dihampar saja di meja.

Hampir setiap orang saya perhatikan melakukan hal ini: Lihat, sentuh, pegang, ambil dan pakai! karena memang koleksi-koleksi yang ditampilkan sangat menggoda!

Bung moderator selalu membuat kejutan. Setelah pada GTG sebelumnya beliau membawa 4 buah jam Seiko automatic chronograph 'UFO' sebanyak 4 buah, GTG kemarin yang beliau bawa adalah 6 buah Omega seamaster thn 70-an yang setipe! bukan main!...cantik-cantik..

Selain koleksi jam, juga ada peserta yang membawa asesoris jam seperti strap dll untuk bisa dibeli oleh peserta yang lain.


Jamie (gambar bawah) member yang beruntung pada hari itu mendapatkan door prize sebuah jam LaSalle dalam kondisi NOS (New Old Stock).
Ini adalah member-member lama milis arlojiantik dan peserta tetap setiap GTG yang tergabung dalam kelompok 'Laskar Pelangi' atau kelompok 'Laskar Narsis' ya?.. :-)

Banyak wajah-wajah baru hadir dalam GTG kali ini, mungkin karena diadakan di Jakarta jadi lebih punya banyak kesempatan untuk ikut. Sampai bertemu di GTG Berikut!

Minggu, 12 Juli 2009

OMEGA Chronostop GMT (Pilot)

Chronostop adalah salah satu produk Omega yang menarik. Mengapa disebut CHRONOSTOP? karena jam ini hanya memiliki satu pusher (kenop) untuk mengaktifkan dan mematikan fungsi Chronograph. Untuk mengaktifkan tekan pusher dan untuk melihat hasilnya tekan lagi pusher tanpa dilepas. Dan untuk mengembalikan jarum ke angka 12, lepas pusher dan jarum detik akan melompat kembali ke angka 12.
Dalam posting sebelumnya saya pernah membahas chronostop driver milik saya dan kali ini adalah chronostop dengan tipe yang berbeda yaitu Chronostop GMT atau sering juga disebut chronostop pilot.
Chronostop ini menggunakan movement manual winding cal 865 (no date) 17 jewels yang mulai diproduksi pada tahun 1966 dan dibuat sebanyak 124,000 buah. Variasi pada jenis ini adalah penggunaan inner rotating bezel untuk penunjuk waktu GMT. Versi lain adalah versi diver dengan penunjuk inner bezel adalah angka menit. Crown pemutar pada posisi jam 10 berguna untuk memutar inner bezel.

Diameter jam ini cukup besar yaitu sekitar 42mm dan dengan variasi dial yang warna-warni membuat penampilan jam ini menjadi atraktif. Bagi penggemar jam antik terutama Omega, tipe chronostop wajib dimiliki karena tipe ini mewakili milestone dari sejarah Omega dalam dunia horologi.



Liburan Ke Yogya

Beberapa sms dan email saya terima dan semuanya menanyakan kenapa kok blog jamkuno dan jualanjam selama beberapa hari tidak ada posting baru. Beberapa menebak kalau saya sedang jenuh dengan hobi ini jadi tidak lagi update blog, dan sebagian lagi mengira saya demikian sibuknya dengan pekerjaan sampai tidak sempat update blog. Selama beberapa hari kemarin saya memang tidak menyentuh komputer karena bersama keluarga sowan ke rumah orang tua di Yogya. Dan seperti biasa, setiap ke yogya saya sempatkan untuk bertemu dengan sesama penggemar jam antik.

Hari itu saya ditemani oleh seorang rekan penggemar jam antik di Yogya yang juga pelanggan tetap blog jualanjam. Seperti kunjungan-kunjungan sebelumnya, si empunya rumah yang kami datangi mengenakan sarung karena memang Yogya beberapa hari terakhir panas sekali. Setelah berbasa-basi menanyakan kabar, saya dan teman yang kebetulan juga membawa beberapa koleksi untuk di-share segera menggelar koleksi di meja ruang tamu. Beberapa koleksi tuan rumah yang menarik saya tampilkan dalam posting ini. Memang sudah tidak banyak jam Omega yang tersisa dari beliau karena sebagian besar sudah dijual, termasuk ke saya juga :-). Kini beliau memiliki fokus utama untuk mengoleksi Omega lama tipe sport dan juga jam-jam merek lain yang diutamakan berdiameter besar.


Omega diatas adalah Speedy NASA dari generasi yang berbeda. Speedy sebelah kiri beliau dapatkan dari tangan pertama yang membeli jam itu pada awal 70-an yang masih dilengkapi dengan box dan manual. Sayang, karena penyimpanan yang kurang baik kondisi box speedy jadi rusak. Speedy sebelah kanan dari generai produksi yang lebih muda.

Omega chronostop diver diatas merupakan akuisisi terakhir yang didapatkan dari sebuah kota kecil Parakan, Temanggung. Beliau juga menginformasikan kalau di daerah-daerah seperti Parakan Temanggung masih banyak orang-orang kaya lama yang memiliki koleksi jam-jam yang bagus. Mereka rata-rata adalah juragan tembakau yang turun temurun sejak jaman penjajahan Belanda. Speedy sebelah kanan bermovement automatic produksi Lemania. Berdesain TV Shape dengan kondisi yang masih mulus. Tipe ini value-nya semakin lama semakin tinggi.

Speedy Mark 4 yang ada di sebelah kiri memiliki movement yang sama dengan speedy TV Shape. Kondisi jam ini juga masih mulus. Sebelah kanan adalah speedy Mark 2 dengan movement yang sama dengan NASA yaitu manual cal.861. Keunikan Mark 2 diatas adalah pada desain dial yang berwarna abu-abu dan variasi dial yang menyerupai bendera racing karena itu mark 2 ini sering disebut sebagai Mark 2 racing dial. Dilihat sepintas desain casing mark 2 dan 4 serupa.

2 connie ini adalah 'sisa-sisa' omega dresswatch beliau. Masing-masing ber casing gold top. kalau saya pribadi lebih menyukai yang sebelah kiri karena desain indeks menyerupai kipas terlihat cantik. Dan koleksi terakhir yang menarik adalah koleksi Seiko Bullhead beliau yang masih dalam kondisi baik.

Kunjungan kali ini saya tidak mendapatkan 'oleh-oleh' seperti pada kunjungan-kunjungan sebelumnya karena memang belum ada yang menarik perhatian saya untuk bisa saya akuisisi. Kalau untuk mengakuisisi omega sudah sulit sekali karena koleksi Omega beliau sudah tidak lagi untuk dijual. Mungkin kunjungan berikutnya saya bisa lebih beruntung..

Kamis, 02 Juli 2009

SEIKO DIVER Vintage Cal.7005

Seiko diketahui mengeluarkan banyak sekalian varian desain casing dan movement. Begitu juga varian Seiko Diver banyak tipe yang 'terlupakan' karena para penggemar Seiko selalu mengacu pada Seiko diver tipe 6217, 6309, 6105 dan 7002 sebagai seri klasik jam diver.

Salah satunya adalah tipe Diver yang saya peroleh minggu ini. Desain diver ini unik karena desain casing yang 'nyeleneh' dari pakem casing seiko diver. Mungkin karena diver ini bukan diperuntukkan bagi profesional diver karena itu desain casingnya juga tidak sekokoh jam diver profesional. Paling mudah bisa dilihat dari desain crown yang tidak menggunakan sistem screw in atau turn-and-lock. Ketebalan casing juga tidak setebal diver lainnya, karena itu jam diver seperti ini sering disebut sebagai 'dressy diver'.

Desain casing seperti ini mirip dengan desain casing Panerai Luminor hanya saja lugs pada Seiko ini kecil. Seri lain yang pernah saya lihat menggunakan desain casing seperti ini adalah Seiko Sea Lion M88 dan juga Seiko DX. Seiko diver ini memiliki casing bertuliskan 'Water resist 70 m' dan diyakini bahwa tipe ini merupakan tipe-tipe awal bagi Seiko dalam menuliskan pakem tersebut. Tulisan ini dalam produksi selanjutnya digunakan juga pada seri chronograph dengan Cal.61XX.

Dial berwarna biru yang cenderung ke arah warna abu-abu tua. Hal ini berbeda dengan warna bezel yang berwarna hitam. Kombinasi warna dial dan bezel yang berbeda ini menarik dilihat. Desain dial pada indeks dan jarum menggunakan bentuk dominan persegi sehingga kesan jam sport cukup kuat. Desain jarum jam, detik dan menit seperti ini serupa dengan jarum yang digunakan pada seri klasik diver 6217. Jarum detik memiliki bentuk kotak pada ujungnya.

Sekarang kita lihat jeroannya, movement yang digunakan adalah automatic Cal.7005 yang memiliki 17 jewels. Movement ini pertama kali diproduksi pada tahun 1969 yang merupakan movement generasi pertama dari seri Cal.70XX. Cal.7005 merupakan dasar dari perkembangan movement Cal.70XX selanjutnya. Beberapa contoh turunan dari movement Cal.70XX adalah Cal.7002 diver, 7016 chronograph dan movement modern 7S26.

Cal.7005 diakui sebagai movement yang sederhana dan tangguh. Movement ini merupakan hasil pengembangan movement automatic generasi sebelumnya. Desain dibuat lebih tipis hanya 4,50mm dengan bph 21,600. Sebagai perbandingan, cal.6119 sebagai generasi sebelumnya memiliki ketebalan 5,15mm; atau movement tangguh dan paling banyak digunakan dari ETA Cal.2824 memiliki ketebalan 4,60mm. Seiko hanya memproduksi cal.7005 sampai tahun 1971 saja karena setelah itu Seiko memproduksi movement dengan cal.70XX dengan basis 7005.

Karena memang bukan diperuntukkan bagi diver profesional, maka crown pun dibuat seperti lazimnya jam-jam dress watch seiko lainnya. Mungkin akan lebih menarik lagi kalau desain crown dibuat lebih besar dan kokoh sehingga kesan jam sport akan semakin terlihat. Desain ulir bezel dibuat hanya satu tingkat dan berbeda dengan versi profesional yang apabila dilihat dari samping terlihat seperti terdiri dari 2 layer.

Kalau lihat pada gambar dibawah, desain lugs yang 'curam' dan berbentuk seperti kait membuat jam ini terlihat kecil di pergelangan tangan. Desain lugs seperti ini kemungkinan bertujuan agar desain casing menjadi lebih 'terlihat' dan kesan 'besar' akan lebih terasa, karena kalau casing dibuat panjang akan terlihat aneh penampilan keseluruhannya.

Jam ini memiliki diamater casing sekitar 39mm, lebih besar dari jam-jam seiko umumnya tapi lebih kecil dari standard sebuah jam diver. Dari serial number (981121) diketahui kalau jam ini diproduksi pada Bulan Agustus 1969.